HYEO terus berlari. Air matanya tak mau berhenti. Dia berlari tanpa tujuan. Entah mau kemana, yang penting menjauh dari rumah Kyu. Dia menyebrangi jalan, namun dia tak melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang dari arah kanan.
CIIIITTTTT…
“KYAAAA~~”
Mobil itu berhenti tepat beberapa sentimeter dari tubuh Hyeo. Seseorang keluar dari mobil itu. “Hyeori-ah, gwaenchanayo?!” tanyanya panik.
“Oppa.. Oppa.. OPPA~~,” jeritnya sambil menangis.
Read the rest of this entry





