Kubawakan kopi panas untuknya ke dalam kamar. Dia masih merapikan koper dan baru saja meletakkan laptopnya di antara tumpukan baju. Aku menaruh kopinya di atas meja kecil sebelah kasur.
“Sampai kapan?”
“Entahlah. Kalau dilihat dari jadwal, sampai tiga bulan sepertinya.”
“Selama itu?” tanyaku syok.
Siwon menghentikan aktivitasnya lantas berjalan menghampiriku, “Aku akan sering-sering meneleponmu, kalau aku tak sibuk.”
Aku mengangguk dan Siwon melanjutkan merapikan kopernya.
“Kenapa kau ikut bangun? Ini kan masih jam empat pagi.”
“Mana boleh aku membiarkanmu repot sendiri. Aku ingin membantu dan mengantarmu sampai Incheon.”
Siwon menatapku dan tersenyum.
Sekitar pukul lima, aku, Siwon, dan Jiwon sudah sampai di Incheon Airport. Aku dan Jiwon sengaja datang untuk mengantar kepergian member Super Junior M. Kulihat Hyeon mengeluarkan pasportnya.
“Hyeon-ah, kau ikut?”
Dia mengangguk, “Eomonim ingin sekali bertemu dengan cucunya.”
Kulirik Han Jae Hee dalam pelukannya. Lucu sekali, kepalanya dipakaikan topi rajut mungil berwarna biru. Aku yakin, kelak dia akan tampan seperti appanya.
Kudengar pemberitahuan bahwa pesawat menuju China akan segera lepas landas. Kuedarkan pandanganku mencari Siwon yang tiba-tiba menghilang.





