DI pagi yang cerah secerah gigi kuningnya Shindong *dilempar* bertempat di gang Budug, desa Sukasenang, kelurahan Demenkawin, kecamatan Bojongkenyot, kota Seoul-Parahyangan. Tinggal bermacam-macam manusia dengan latar belakang berbeda-beda yang hidup dengan penuh kedukacitaan, kesemrawutan, kerusuhan, kegemparan, kegentingan, dan ke-ke yang lainnya. (naon sih? ‘- -)
Gang Budug yang awalnya tenang, nyaman, tenteram, aman, sejahtera, jadi kacau seudah masuknya dua DAI kondang jebolan pesantren “Sesat” dari negeri seberang. Mereka berdua mengajak seluruh warga gang Budug untuk bertobat. Tentu aja nggak semudah membalik telapak tangan. Hampir semua warganya sarap nggak ada yang normal. Tapi untunglah dua DAI ini nggak menyerah gitu aja. Mereka dengan sabar merekrut pengikut yang akan dijadikan santri di sebuah bangunan diskotik yang disulap jadi mesjid.
Para ‘penunggu’ diskotik protes, termasuk dua biduan yang kerap mengais rezeki di sana. Sejak saat itu, mereka mendirikan sebuah orkes dangdut yang beroperasi mulai dari jam sepuluh seudah terawehan. Selain itu masih ada trio gossipers ibu-ibu yang hobinya ngusik kehidupan orang lain dengan gossip yang mereka buat. Tapi kalo dibales lagi mereka bertiga nggak bakalan ridho dan bakal lebih garang.
Juga ada trio bigos cowok-cowok ganteng yang cita-citanya menjadi artis tapi belum kesampaian. Suka pengen ngeksis tapi salah tempat, kadang mesjid dijadiin tempat curhat.
Masih ada tukang daging yang hobi banget jual kebo gelonggongan. Udah gitu hobi banget main gapleh yang dijadiin ajang judi terus masang togel. Ada juga tiga penyanyi ulung yang dulunya tergabung dalam sebuah sanggar grup padus, tapi karena sanggar tersebut bangkrut, dengan pasrah mereka jadi pengangguran. Tapi niat mereka untuk menjadi penyanyi nggak pernah surut. Mereka menyalurkan bakat istimewanya menjadi tukang adzan di mesjid.
Langsung aja…
Special Cast…

1. Kiayi Haji Kim Keybum
Sebelum tobat jadi kiayi, Key itu seorang pengedar narkoba kelas kakap dunia. Dia buronan yang hidup ekstra nomaden. Dari Korea pindah ke Jepang, pindah lagi ke China, pindah lagi ke Filipina, pindah lagi ke Afrika, pindah lagi ke Malay, pindah lagi ke Amerika, balik lagi ke Korea, diuber lagi sama polisi. Pindah lagi ke Zimbabwe, balik lagi ke Malay, pindah ke Indonesia dan ngawinin lima cewek yang sebulan kemudian dicere semuanya, balik lagi ke Korea dan menetap di SeoPa a.k.a Seoul-Parahyangan menjadi tahanan. Selama menjadi napi, Key berkelakuan sangat baik dan bertekad untuk tobat. Hingga akhirnya begitu dia keluar dari penjara, ia menikahi seorang gadis minang bernama Yesung. Lalu, Key menuntut ilmu kesantriannya di Ki Joko Bodo Maskumambang. Jadilah Kiayi Haji Key yang sangat ‘sesat’. Perkawinan Key dan Yesung membuahkan satu anak bernama Kyuhyun, walaupun bapaknya Kiai, Kyu ini nakalnya ampe ubun2, pemalasnya naujubilah, dia baru namatin SMA tapi dia males ngelanjutin kuliah, kerjanya sehari-hari tidur dari malem sampe ashar.
Read the rest of this entry →