RSS

Super Junior FanFiction : “Beautiful Housekeeper” [Part I]

17 Oct

Cho Kyuhyun

 

LEE HYEORI, itulah namanya. Umurnya baru menginjak tujuh belas tahun. Saat ini dia duduk di kelas dua Goojung High School di Seoul.

     Hyeori adalah anak dari seorang pemilik Agen Penyalur Pembantu terbesar di Seoul. Eommanya adalah seorang single parent yang sangat hebat. Appa Hyeori meninggal saat dia masih berumur lima tahun karena sakit keras. Tetapi Eommanya sangat tegar dan berjuang keras menghidupi kebutuhan mereka berdua terutama untuk anak semata wayangnya, Hyeori.

­­__________

 

     “Hwaiting!” ucap Hyeo pada dirinya sendiri saat bercermin.

     Dirapikannya kepangan rambut dan diluruskannya kacamata tebal yang bertengger di atas hidungnya. Kemudian dia berputar, memastikan seragamnya sudah rapi. Lantas disambarnya tas dan beberapa buku lalu berlari kecil ke bawah menuju meja makan.

     Eomma menatap lekat-lekat padanya lalu mendelik membuang muka. “Sampai kapan kau berdandan terus-terusan seperti itu?” tanyanya ketus.

     “Kan sudah kubilang, sampai aku lulus. Tapi bisa lebih cepat jika Kyuhyun-sshi memakai jasa kita, Eomma.”

     “Cih~~ Takkan kuizinkan!”

     Sendok tergelincir dari jari-jari Hyeo, ia menatap kesal eommanya. “Eomma, bukankah kita sudah membicarakannya?! Tak peduli apapun pendapatmu, aku tetap akan melakukan rencanaku itu!”

     “Aish~ Keras kepala sekali kau ini. Ibu mana yang tega mengizinkan anaknya menjadi seorang housekeeper. Gunakan akal sehatmu, Hyeori, bukan hanya perasaan konyolmu itu saja!” teriak Eomma.

     Hyeo menunduk malu seraya membetulkan posisi kacamatanya yang melorot.

     Eomma memperhatikan hal itu, “Lihat dirimu! Semua gadis di Korea berlomba-lomba mempercantik diri. Bahkan mereka nekat memilih pisau bedah mengoyak wajah dan tubuh mereka. Tapi kau malah memperburuk penampilanmu sendiri. Kau ini sangat cantik, Hyeori, kau beruntung memiliki wajah dan tubuh seindah itu tanpa operasi plastik atau apapun. Tapi kau malah.. Aish~~”

     Hyeo menjilat sendoknya, lalu bercermin di bagian yang cembung. “Eomma, ini tidak terlalu buruk. Aku nyaman berdandan seperti ini. Aku pamit pergi. Annyeong~” ujarnya santai sambil berjalan ke tempat Eommanya dan mencium pipi kirinya.

     Sebelum menuju pintu keluar, dia menyambar pamflet yang berisi promosi agen Eommanya tersebut dari atas lemari dan memasukkannya ke dalam saku jas seragamnya.

     “Hyaa~ Bagaimana bisa dia melirikmu dengan dandanan buruk seperti itu?!” teriak Eomma yang dibalas senyuman dan jari membentuk “V” dari Hyeo.

     Eomma pasrah.

     Seperti biasanya, Hyeo memilih jalan memutar. Agar ia bisa lewat ke depan rumah Cho Kyuhyun dan memasukkan pamflet promosi itu ke kotak suratnya. Hal ini sudah berlangsung lama. Sekitar enam bulanan. Sejak Kyu pindah ke kota ini. Tiap hari dia memasukkan pamflet-pamflet itu ke kotak surat Kyu. Sepertinya cowok itu sudah muak melihat kertas-kertas yang sama setiap hari selama enam bulan terakhir ini.

     Setelah memasukkan pamfletnya, ia lantas bersembunyi di balik tembok seberang rumah Kyu. Tak lama kemudian pagar rumah mengayun ke dalam. Muncullah lelaki bertubuh tinggi dan tampan dari dalamnya sambil memegang pamflet di tangan kirinya.

     Pamflet itu dimasukkannya ke dalam tas. Dia tak pernah membuangnya. Hal ini yang membuat hati Hyeo semakin terpaut padanya.

     Kyu menutup pagar dan pergi berjalan kaki menuju stasiun subway. Hyeo mengikutinya dari belakang. Hingga akhirnya mereka bisa berada dalam satu subway. Dia tetap menjaga jarak. Dia tak ingin Kyu curiga atau fans-fans Kyu melihatnya berjalan dekat-dekat lelaki itu. Gawat jika hal itu terjadi, dia bisa diamuk Kyuhyun’s Fans Club di sekolahnya.

     Kyu dan Hyeo satu sekolah. Kyu sudah kelas tiga. Maka dari itu, Hyeo tak perlu kuatir akan dikenali Kyu. Apalagi dengan dandanan seperti ini.

     Bukan tanpa alasan Hyeo menyamar berdandan seperti ini. Ini semua karena sewaktu SMP dia pernah menjadi bulan-bulanan para cewek-cewek yang iri pada kecantikannya. Karena hampir semua cowok-cowok tampan dan terkenal di sekolah berlomba berusaha mengencaninya. Hingga akhirnya ia dikucilkan oleh teman-teman cewek satu sekolah. Padahal ia tak pernah menghiraukan cowok-cowok itu, tapi tetap saja ia dibenci teman-teman ceweknya.

     Ia sangat menderita. Setiap hari harus belajar dan makan sendirian. Cewek-cewek itu pun mengancam seluruh cowok-cowok kalau mereka akan menyerang siapapun yang berniat mendekatinya. Ini membuatnya semakin menderita. Dia sama sekali tidak punya teman. Ditambah lagi Eomma tidak mengizinkannya pindah sekolah, karena Myongji High School merupakan SMP terfavorit di Seoul.

     Hingga setelah tiga bulan berlalu, akhirnya ada cowok yang berani mendekatinya. Seorang senior murid pindahan. Cowok tampan yang juga diklaim sebagai idol sekolah oleh para cewek. Cowok itu sama sekali tidak takut sama semua ancaman. Dia merasa kasihan pada Hyeo. Sejak saat itu mereka bersahabat. Tapi mereka tidak lagi berhubungan setelah cowok itu lulus.

     Maka dari itu, saat masuk SMA dia memutuskan untuk mengubah penampilannya. Dan ini berhasil, dia memiliki banyak teman cewek sekarang. Walaupun para cowok menjauhinya karena dianggap sangat tidak menarik. Tapi dia merasa nyaman sekali seperti ini. Yang penting dia memiliki banyak teman.

__________

 

CHO KYUHYUN adalah cowok yang sangat populer di Goojung High School. Banyak sekali cewek-cewek yang menyukainya. Selain memiliki wajah yang luar biasa tampan, dia juga menyihir cewek-cewek itu dengan suara merdunya yang pernah ia pamerkan saat didaulat harus tampil menyanyi ketika tamu penting datang ke sekolah. Selain itu, dia juga membuktikan kalau otaknya cemerlang. Bulan lalu dia berhasil meraih medali emas saat mengikuti olimpiade matematika. Sungguh sempurna! Kyu makin digilai.

     Hyeo melihat Kyu masuk ke kelasnya. Sepanjang perjalanan dari gerbang sampai kelasnya, Kyu jadi pusat perhatian. Baik cewek maupun cowok. Para cewek, mereka tak henti-hentinya menatap dan mengerang takjub. Sedangkan yang cowok? Apalagi kalo bukan menatapnya iri. Belum ada yang bisa menandingi kelebihan Kyu.

     Saat di kelas pun Kyu lebih banyak diam. Temannya hanya satu, yaitu yang duduk di sampingnya, Kim Kibum. Tak beda jauh, Kibum juga pendiam. Hanya saja dia lebih sering tersenyum dibandingkan Kyu yang wajahnya selalu dingin.

     Mereka berdua sama sekali tidak tertarik dengan kegiatan-kegiatan sekolah, seperti ekstrakurikuler ataupun acara-acara lainnya. Keduanya terlalu cuek dan tidak peduli dengan masalah orang lain. Mereka juga memiliki hobi yang sama, penggila game!

     Sebelum Kyu datang ke sekolah ini, Kibum adalah cowok yang digilai juga. Hanya saja sekarang pamornya kalah oleh Kyu. Tetapi hal itu membuat Kibum bersyukur. Dia merasa Kyu telah menyelamatkannya dari cewek-cewek penguntit. Sudah kehabisan akal dia memikirkan bagaimana caranya bebas. Walaupun Kibum’s Fans Club tidak bubar, setidaknya kegilaan cewek-cewek itu sedikit berkurang.

     “Kenapa kau merasa lelah dengan mereka?” tanya Kyu sambil mengedikkan kepala ke arah sekumpulan cewek yang sedang melihat ke arah mereka. Ini percakapan saat mereka pertama kali berkenalan.

     “Karena aku harus berpura-pura tersenyum pada mereka. Aaahh~~ Melelahkan sekali,” keluhnya.

Kyu menatapnya heran, “Berpura-pura tersenyum? Untuk apa? Merepotkan sekali!”

     “Entahlah. Sudah menjadi kebiasaan. Tapi senyum palsuku keluar jika aku sedang lelah dan mereka mengangguku.”

     “Cih~”

     Kibum balas menatapnya, “Kau sendiri, kenapa tak pernah tersenyum?”

     “Mwo? Aaa~ Aku akan tersenyum bahkan tertawa jika aku mau. Biasanya jika aku menemukan orang sepertimu.”

     “Naneun?”

     “Ne~ Mau berteman denganku?” Kyu mengulurkan tangannya.

     Kibum tersenyum lebar memamerkan deretan gigi putihnya dan menjabat tangan Kyu, “Kau teman pertamaku sejak aku bersekolah di sini, Kyuhyun-sshi.”

     Kyu merasa silau oleh senyum Kibum, “Cih~ Pantas banyak yang tergila-gila pada senyummu.”

     “Wae? Memang kenapa senyumku?”

     “Ani.. Ani.. Aniyo!” Jawab Kyu malas menjelaskan. Dan dia kembali asyik tenggelam dengan game consolenya.

__________

 

JAM istirahat tiba, hampir seluruh murid di kelas Hyeo mengeluarkan bekal makan mereka.

     “Hyeori-ah, kau tak bawa bekal?” tanya Kim In Young.

     Hyeo menggeleng dan menghela napas, “Aku ke kantin saja.”

     Dia pergi menuju kantin. Saat memasuki kantin, dia melihat Kyu di meja paling sudut bersama Kibum dan beberapa cewek kelas tiga. Saat dia menuju konter makanan dan mengantri, dia sempat mendengar percakapan mereka.

     “Kyuhyun-sshi, boleh kami minta nomor hpmu?” tanya si cewek berambut pirang genit dengan suara yang dibuat-buat.

     Kyu diam. Dia tetap asyik melahap makan siangnya.

     “Kyuhyun-sshi, jangan diam saja! Tak perlu malu, kami adalah gadis-gadis paling cantik di sekolah ini. Harusnya kau bangga bisa mengobrol dengan kami.”

     Hyeo menoleh. Oh~ Memang mereka. Jessica, Sunny, Taeyon, Tiffany, dan Yoona. Lima cewek yang mengaku-ngaku dirinya paling cantik dan kaya di sekolah ini. Yang menganggap bisa menaklukan semua cowok. Memang banyak cowok yang menggelepar melihat kecantikan mereka. Tapi tidak bagi Kyu dan Kibum. Bagi mereka berdua, kelima cewek itu seperti bebek. Bawel!!!

     Cewek berambut pendek yang menamakan dirinya leader dari genk gila itu memegang sumpit Kyu. Dengan maksud membuatnya berhenti makan dan meladeni mereka. Kibum yang melihatnya menjadi gerah, “Hya~~ Tolong jaga sikapmu!” katanya.

     Cewek paling ujung yang kentara sekali hidung runcingnya dioplas itu mendelik ke arah Kibum, “Kau bukan idol lagi di sekolah ini. Posisimu sudah diganti olehnya. Kami takkan mendengarkan kata-katamu lagi!”

     “Mwo? Ahaha~~” Kibum tertawa dan kelima cewek itu terkesiap. Omonaa~ Mereka belum bisa terlepas dari sihir senyum Kibum.

     “Lepaskan!” pinta Kyu dingin.

     “Aniyo! Takkan kulepaskan sebelum kau memberitahu berapa nomor hpmu.”

     Kyu melepaskan tangannya dari sumpit. Membiarkan cewek itu yang memegang sumpitnya. Kemudian Kyu mengangkat tangan kirinya dan menunjukkan sesuatu.

     Kelima cewek itu tersentak saat melihat cincin perak melingkar di jari manisnya.

     “Kau sudah bertunangan?!” pekik mereka bersamaan.

     Spontan Hyeo menoleh. Dia melihat cincin itu. Tiba-tiba dadanya sesak, hatinya sakit sekali. Dia keluar dari antrian meninggalkan nampannya begitu saja.

     Kyu dan Kibum yang sudah tidak nafsu makan bergegas kembali ke kelas. Meninggalkan kelima cewek itu yang masih terbengong-bengong. Saat di pintu keluar, tak sengaja Hyeo dan Kyu bertabrakan. Hyeo terjatuh.

     “Mianhaeyo..” ujar Hyeo.

     Kyu tidak menggubrisnya, dia terus berjalan keluar menuju kelas. Hatinya makin pedih melihat sikap Kyu.

     “Gwaenchanayo?” tanya Kibum membantunya berdiri.

     “Na gwaenchana. Kamsahamnida~” gumam Hyeo yang terus menunduk, lantas ia berdiri dan pergi dari sana.

     Kibum mengerutkan alisnya. Dia seperti teringat sesuatu.

__________

DI loteng sekolah, Hyeo menangis. Dia melepas kacamatanya. Baru kali ini dia menangis karena seorang cowok. Sikap tak acuh Kyu tadi benar-benar melukai hatinya. Tapi dia tahu sebenarnya hati Kyu itu sangat baik.

     Enam bulan lalu ketika musim panas hampir berakhir. Hyeo tak sengaja melihat Kyu di pinggir jalan pertokoan. Udara sangat panas, matahari terik sekali waktu itu. Dia melihat Kyu sedang memayungi seekor kucing angora abu-abu yang dibuang oleh pemiliknya dan meninggalkannya dalam kardus. Keadaan kucing itu sangat lemah. Kehausan karena berjam-jam disengat matahari. Kyu memberinya minum dan mengajak kucing itu mengobrol. Hal itu membuat Kyu tersenyum. Senyum itulah yang membuat Hyeo jatuh hati.

     Ketika sekolah tahun ajaran baru dimulai, saat itulah Hyeo melihat Kyu untuk yang kedua kalinya. Rupanya Kyu murid pindahan dari luar negeri. Hal ini membuat Hyeo makin bersemangat ke sekolah. Dia tak pernah lagi datang terlambat.

     Namun itulah pertama dan terakhir baginya melihat Kyu tersenyum. Cowok itu tak pernah terlihat tersenyum lagi. Maka dari itu, dia berencana untuk menyamar menjadi housekeeper. Itupun jika keluarga Kyu membutuhkan seorang pelayan. Dia ingin melihat Kyu tersenyum sekali lagi.

     Bel pulang berbunyi. Setelah kejadian tadi, dia malas masuk kelas. Takut teman-temannya bertanya kenapa matanya sembap. Dipakainya lagi kacamata tebal itu, kemudian turun menuju kelas untuk mengambil tas.

     Saat sampai di gerbang, dia melihat Kyu dijemput oleh mobil mewah. Dari dalam mobil itu keluar seorang wanita cantik. Sepertinya lebih tua dari Kyu. Rambut indahnya yang bergelombang itu dia kibaskan saat menyapa dan mencium kening Kyu. Tak ada senyum di wajah Kyu, tapi kentara sekali ekspresinya sangat senang dan puas.

     Lalu wanita itu menarik lengan Kyu dan meyuruhnya masuk mobil. Tapi Kyu menolak dan malah menyuruh wanita itu masuk lalu menutup pintunya. Lantas dia jalan memutar menuju kursi kemudi. Tak lama kemudian mobil itu melesat pergi.

     Dada Hyeo kembali sesak. Dia segera berlari meninggalkan gerbang ketika yang lain mulai berbisik-bisik, “Jadi itu tunangannya Kyuhyun-sshi? Cantik sekali.” Atau, “Omonaaa~ Kyuhyun-sshi, aku patah hati. Cantiknya eonni itu…”

     Tangis Hyeo pecah ketika berada di jalanan yang cukup sepi. Rasa optimisnya hilang. Dia jadi ragu untuk meneruskan atau tidak rencananya itu.

__________

 

Satu bulan kemudian…

     Eomma mengetuk pintu kamar Hyeo. “Hyeori-ah, cepat buka pintunya!”

     Dari dalam terdengar suara ‘klik’. Eomma membuka pintunya. Melihat keadaan kamar yang sudah seperti kapal pecah, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

     “Apa-apaan ini?! Lee Hyeori, cepat bereskan kandang babi ini dan segera mandi!” seru eomma seraya menyingkap selimut dari tubuh anaknya itu.

     “Eomma, babinya masih ngantuk,” celetuk Hyeo.

     Eomma menarik tangan Hyeo dan menggiringnya ke kamar mandi.

     “Aku tak mau mandi!”

     “Hyaaa~~” teriak eomma, “Kau ini kenapa? Selama sebulan terakhir ini sikapmu aneh sekali. Sekolah setiap hari terlambat, pulang sekolah langsung mengurung diri seperti ini. Tubuhmu lemas sekali, kau tak pernah lagi mennghabiskan makananmu. Kau ini kenapa? Ditolak Kyuhyun-sshi?” serangnya.

     JLEB!!!

     Hyeo tersentak. Bingo! Sangat tepat sasaran. Dia berbalik, berhadapan dengan eomma. Air matanya meleleh tak dapat dibendung lagi. “Eomma~~” panggilnya dengan suara bergetar.

     Wanita berumur tiga puluh limaan itu menyambut putrinya yang berjalan mendekat dan memeluknya erat.

     “Mian, eomma menyinggung perasaanmu. Eomma bingung harus berbuat apa.”

     “Ani..aniyo. Eomma benar. Secara tak langsung aku memang ditolak. Menyedihkan!”

     Mereka duduk di tepi kasur. Hyeo menceritakan semuanya.

     “Eomma punya satu permintaan. Kau mau mengabulkan?”

     Hyeo melirik eommanya yang cantik itu. “Apa itu?”

     “MANDI SEKARANG JUGA~”

     “Eomma~” protes Hyeo.

     “Kau pikir eomma bercanda? Mandi sana. Kazha!” Eomma berdiri dan berjalan menuju pintu, “kalau sudah selesai, ke kamar eomma, ya!”

     “Ne~” sahut Hyeo pasrah.

     Lima belas menit kemudian Hyeo selesai mandi. Ia lantas ke kamar eomma.

     “Ganti bajumu dengan itu!” perintah eomma sambil menunjuk sesuatu di atas kasur.

     Hyeo mengerutkan dahinya, “Seragam pelayan?”

     “Keluarga Cho Kyuhyun tadi menelpon. Katanya mereka membutuhkan seorang pengurus rumah. Bukankah kau ngotot ingin ke sana?”

     Dengan cepat Hyeo menggeleng, “Nggak lagi. Eomma, ayo larang aku! Aku tak ingin pergi…”

     PLETAK~

     Dahinya dilempar dompet tebal oleh eomma. “EOMMAAA~~ SAKIT!!” erangnya sambil mengelus-elus dahi.

     Dengan paksa eomma melepas pakaian Hyeo dan menggantinya dengan seragam pelayan. Lalu dibubuhkannya segala macam make up ke wajah Hyeo dan menata rambutnya.

     CLING~

     Benar-benar cantik. Luar biasa cantik malah.

     “Pergilah! Barang-barangmu sudah eomma kemasi saat kau mandi tadi.”

     “Eomma.. aku takut..”

     “Pergilah dan pastikan jika memang dia sudah bertunangan. Jangan menyerah sebelum orang yang kau sukai mengatakan benci padamu. Kesempatanmu masih banyak.”

     Hyeo memeluk eomma erat.

     “Kembalilah nanti sambil tersenyum. Bawa dia kemari dan kenalkan pada eomma!”

     Hyeo mengangguk dan melepaskan diri dari pelukan eommanya. “Aku pergi. Eomma.. Gomawoyo~ Hati-hati di rumah. Saranghaeyo..”

__________

 

TING~ TONG~ TING~ TONG~

            Hyeo menekan bel rumah Kyuhyun…

 

 

..to be continued..

 

Tags: ,

14 responses to “Super Junior FanFiction : “Beautiful Housekeeper” [Part I]

  1. shabell

    October 20, 2009 at 11:47 AM

    annyeong..
    salam kenal sebelumnya..
    sama2 pecinta suju dan pecinta siwon nehh..hoho…
    mau komen sedikit..
    pertama2 aku bersyukur yg jd cowonya itu si kyu..coba kalau siwon..bisa bunuh diri akuu..
    terus cocok bgts tuh si parah snsd jadi ceewe centil oplas yg sok cantik padahal miribb bebekkk..
    itu aja intinya ceritamu baguss..
    dan aku tunggu lanjutannya yayayayaya…

     
  2. diya.wonnie

    October 21, 2009 at 1:04 AM

    annyeong..
    salam kenal jugaa..
    ahaha.. karakter yg cocok Kyu sih. Siwon gak cocok. hehe.
    Gomawo yaa dah baca..
    sipsip.. pasti dilanjut..

     
  3. kelteuk

    October 23, 2009 at 8:37 AM

    Diya….ni ff msh di draft sujuff,tp w ud bc sih.hehe
    Aku ud bc 2x. Krn gw suka.

     
  4. kelteuk

    October 23, 2009 at 1:05 PM

    Td gw ud komen loh…kok gamasuk y?
    gw ud bc ni ff di draft sujuff, bgs lo….
    Diya harus lanjtkn.harus…tp jgn lama2, gw penggemar ni ff.

     
    • diya.wonnie

      October 23, 2009 at 3:19 PM

      udah masuk kok, kel.

      wahahaha..
      senangnyaaa..
      iya..iya.. udah aku selesein kok ff-nya ampe tamat.
      jadi tinggal dikirim ajh ke sujuff.
      tp butuh interval yg pas.
      hehe.

       
  5. kelteuk

    October 23, 2009 at 10:35 PM

    Tp pny mu blm diposting.
    ff mu panjang ga?
    Gw ud pny 2calon untk project bolpen biru, kalo pny mu ga trll panjang gw mau mskn jg.
    ntr biar dipilih lg ma dois,mdh2n bs.

     
  6. diya.wonnie

    October 24, 2009 at 2:58 AM

    Iyaa lumayan pjg.
    Klo d word nympe 30 hlmn. Hahah.

    Tp ada story about yesung.
    Itu pendek bgt.
    Tar deh dkirim.

     
  7. kelteuk 'sangmi'

    October 24, 2009 at 12:02 PM

    Wah panjang,oppa w jg 30an.
    ud ampe part 12
    Brt ga bs..kepanjgn.
    Buat yg pndk jg.manatau bs

     
  8. diya.wonnie

    October 24, 2009 at 12:26 PM

    udah aku kirim tuh yang pendek ke sujuff.
    super pendek sih sebenernya.
    hahah..
    gak rame deh kayaknya ceritanya -_-

     
  9. Rus Inriana (@Rhyrien_RhyHyun)

    August 17, 2011 at 3:32 AM

    annyeong q reader bru dsini
    wktu prtama buka blog ini lngsung lihat ff ini
    n nyari part 1…. kesan prtama baca ff ini..keren bgt ^^

     
  10. nine

    January 14, 2012 at 4:31 PM

    masa sich kyu dah tunangan?? kug rasanya itu kakaknya kyu y??(sksd #plak)
    yo lanjuutt.. pnasaran ma reaksi kyu wkt liat hyeo…

     
  11. juwita

    May 2, 2013 at 9:01 PM

    thor ceritanya seru deh, jd penasaran sama lelamjutannya🙂

     
  12. Diana Park

    July 14, 2013 at 3:44 PM

    Walo terlambt bc, gpp lbh baik telat dr pd tdk…
    Bgs bangeeeeeettttt

     
  13. Superita.Suju.Chingu

    August 21, 2014 at 8:25 PM

    ah ≧﹏≦kangen bgt ma ni ff
    mgkn ud 4thun.an tp tetep aja suka ma bikin gemes

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: