RSS

Super Junior Fanfiction : “Beautiful Housekeeper” [Part II]

26 Oct

 

Cho Ara - Cho Kyuhyun

Cho Ara - Cho Kyuhyun

 

TING~ TONG~ TING~ TONG~

     Hyeo menekan bel rumah Kyuhyun. Cukup lama ia menunggu. Ia memandang berkeliling, melihat taman indah yng dipenuhi bunga-bunga. Selama kurang lebih tujuh bulan dia lewat ke depan rumah ini–nggak termasuk satu bulan kemarin sewaktu dia mogok untuk lewat ke sini lagi–baru sekarang dia bisa melihat taman cantik di balik tembok tinggi yang menghalanginya.

     KLEK~

     Pintu terbuka. Hyeo menoleh. Tenggorokannya tercekat. Tampak seorang wanita cantik yang membuka pintu. Dia tersenyum pada Hyeo.

     “A..annyeong haseyo. Lee Hyeori imnida. Mu-mulai hari ini aku akan mengurus rumah Anda,” sapanya terbata-bata seraya membungkuk.

     “Annyeong haseyo. Mianhae.. Pintunya lama dibuka. Aku sedang sibuk packing. Ayo masuk!”

     Hyeo melangkahkan kakinya ke dalam. Dadanya terasa sesak sekali. Matanya memerah, mati-matian menahan tangis.

     Rumah itu didominasi warna hitam dan putih. Banyak sekali foto-foto yang menempel di dinding. Foto sekeluarga ditaruh paling atas, di bawahnya Tuan Cho dan Nyonya, dan di bawahnya lagi foto-foto Kyuhyun dan wanita itu. Kebanyakan foto mereka berdua dan dari semua foto itu Kyu sedang tertawa.

     Jadi, Kyu dan tunangannya sudah tinggal serumah? ujar Hyeo dalam hati.

     “Umurmu berapa?” tanya wanita itu mengejutkannya.

     “Tu-tujuh belas..”

     “Aigoo~ Umurmu hanya beda setahun dari Kyukyu. Umurku dua satu,” ujarnya sambil menyodorkan camilan dan minuman ke hadapan Hyeo.

     Kyukyu? Itukah panggilan sayangnya? Omonaaa~~ Aku bisa gila! Batin Hyeo.

     “Eonni, kau tinggal sendirian?” tanyanya pura-pura tak tahu.

     “Aniyo, aku tinggal bersama Kyuhyun. Dia sedang keluar sebentar. Tak lama lagi pulang.”

     Eonni menatap gelasnya cukup lama, kemudian mengalihkannya pada Hyeo. “Hyeori-ah, besok aku pergi…”

     “Pergi?! Kemana?” potong Hyeo.

     “Aku mau melanjutkan studiku ke Austria. Sekalian menjaga eomma yang sering ditinggal appa bekerja mengurus bisnisnya. Jadi, kumohon.. Jagalah Kyuhyun. Rawat dia baik-baik. Ya, mungkin awalnya kau akan jengkel dengan sifatnya yang ketus dan suka seenaknya. Tapi percayalah, sebenarnya dia orang yang baik.”

     Hyeo berusaha mencerna semua kata-kata eonni. Jika eonni pergi ke luar negeri, berarti yang tinggal di rumah ini hanya dia dan Kyu?

     “Hyeori-ah?” panggil eonni.

     Hyeo tersadar dari lamunannya, “Ne~?”

     “Kau bersedia menjaga Kyuhyun-ku?”

     Hyeo terkejut, tak lama kemudian mengangguk.

     “Kamsahamnida. Aku bisa tenang sekarang meninggalkan dongsaengku…”

     “MWO?!” pekik Hyeo. “Dongsaeng?”

     Eonni kaget mendengar pekikkan Hyeo. “Ne~ Memang kau pikir dia siapaku?”

     “Tu..tunangan,” jawabnya malu sambil melirik cincin yang sama seperti yag dipakai Kyu di jari manisnya.

     Eonni tertawa. “Kau melihat cincin ini? Ini pemberian appa kami sehari sebelum kami kembali pulang kemari. Dia berharap dengan memakaikan cincin yang sama pada kami, kami bisa saling menjaga dengan lebih baik. Ah ya~ Aku lupa belum memperkenalkan diri, Cho Ara imnida.”

     Entah harus senang atau bagaimana. Rasanya dia ingin sekali melompat-lompat. Kyu belum bertunangaaaaannn~~~ Eomma, gomawooo~~ Jeritnya dalam hati.

     Terdengar suara gerungan motor berhenti di garasi samping rumah. Tak lama setelah itu, pintu depan terbuka. “Aku pulang,” sapa Kyu.

     Jantung Hyeo berdebar-debar tak karuan. Rasanya dia ingin mati saja di situ dari pada harus menderita menahan jantungnya yang hampir melompat keluar.

     “Kyu, kenalkan ini Lee Hyeori. Pengurus rumah sekaligus pengurusmu!”

     Kyu terkesiap mendapati gadis cantik di hadapannya, namun dia langsung memalingkan mukanya. “Cho Kyuhyun..” ujarnya singkat. Lalu melengos ke tangga naik ke atas menuju kamarnya.

     Ara mematung, merasa malu dan tak enak atas sikap adiknya itu. “Dia memang begitu. Kumohon jangan dimasukkan ke dalam hati!”

     Hyeo mengangguk, “Gwaenchana, Eonni.” Lantas ia melirik ke punggung Kyu dan balas mendelik.

     “Hyeori-ah kamarmu ada di atas sana. Sebelah kamar Kyunnie. Kau segera ganti baju dan ke sini lagi, ya!”

     “Ganti baju?”

     Ara tersenyum. Dia menatap Hyeo dari ujung kaki sampai kepala. “Aku tak ingin menganggapmu sebagai pelayan. Aku ingin menganggapmu sebagai dongsaengku.”

     Hyeo tersenyum lebar dan mengangguk.

     Sepanjang sore ini Hyeo habiskan waktunya dengan berjalan-jalan bersama Ara. Mereka membeli banyak makanan untuk mengadakan perpisahan sebagai malam terakhir Ara di rumah. Selain itu, Hyeo juga dibelikan banyak pakaian.

 

__________

 

Incheon Airport

     “Noona, jaga dirimu baik-baik! Salam buat appa dan eomma,” ujar Kyu.

     Ara mengangguk. “Kalian juga. Saling menjaga, ya! Hyeori, aku percaya padamu.”

     “Ne, aku akan menjaga Kyuhyun-sshi dan merawat rumah dengan baik. Eonni tak usah khawatir!”

     “Jangan lupa rawat bunga-bungaku!” pintanya.

     Hyeo mengangguk. “Ne~

     Kyu memeluk noonanya itu. Setelah itu Ara menghampiri Hyeo dan memeluknya. Terdengar pemberitahuan bahwa pesawat menuju Austria akan segera take off sepuluh menit lagi, “Aku harus pergi sekarang. Annyeong..”

     “Eonni, jangan lupa oleh-oleh jika kembali ke sini!” teriak Hyeo saat Ara mulai menjauh.

     Ara berbalik, tersenyum sambil mengedipkan matanya dan mengacungkan jempolnya.

     Kyu menoleh ke gadis di sampingnya lalu mendelik, “Cih~~”

 

HYEO sibuk berkutat di meja makan menyiapkan makan malam. Malam ini dia memasak berbagai macam makanan.

     Minggu malam yang indah. Nggak sia-sia belajar masak selama ini. Kyu, akan kubuat kau tersenyum setelah makan masakanku ini. Kupastikan kau bilang, ‘Mmm.. Mashda!’ Hohoho. Batin Hyeo.

     Terdengar suara Kyu turun dari tangga.

     “Tuan muda, makan malamnya sudah siap. Hidangan istimewa, lho. Pasti sangat enak,” teriaknya.

     “Berisik! Nggak usah berteriak seperti itu. Dan nggak usah panggil aku tuan muda. Namaku saja. Dan satu hal lagi..” Kyu berhenti di samping Hyeo saat berpapasan, matanya lurus ke depan, “…nggak usah bicara kalau nggak perlu!”

     DOENGGG~~~

     Hyeo gondok sekali. Dia jadi sedikit sebal sama cowok dingin itu. Hyeo melirik kucing yang baru Kyu dudukkan di kursi meja makan. Ternyata kucing yang di kardus waktu itu dipeliharanya.

     “Aaa~~ Lucu sekali,” pekik Hyeo, “Siapa namanya?”

     “Popo,” sahut Kyu cuek.

     Hyeo menoleh, “Popo?!” ulangnya heran dengan nada protes. “Cih~ Tak kusangka ternyata kau genit juga. Masa nama kucing Popo!” *Popo = Cium*

     Kyu memandang Hyeo galak, “Hyaa~ Kau ini kenapa? Sikap aslimu keluar? Bukankah tadi pagi kau masih bermuka manis di depan noona?”

     Hyeo cuek pura-pura tak mendengar. “Annyong, Popo…” sapanya.

     “…” Popo tak bergeming. Dia malah balik badan dan membiarkan ekornya yang berbulu lebat menyapu wajah Hyeo.

     “HATCHIII~~” Hyeo menggosok-gosok cuping hidungnya. Huh, sombong! Sama kayak yang punya! Sewotnya dalam hati.

     Kyu duduk dan mulai mengambil makanan sedangkan Hyeo kembali ke dapur.

     “Jangan di dapur! Di sini saja. Aku benci makan sendirian,” pinta Kyu.

     Hyeo menurut, dia duduk di seberang Kyu.

     PUIHH~~ Kyu menyemburkan makanannya.

     “Wae?!

     “Kau coba saja sendiri!”

     Hyeo menyendok sup ikan dan menyuapkannya ke mulut. PUIHH~~

     “Mianhaeyo. Garamnya tertukar dengan gula.” Lantas dia mencomot satu per satu makanan di piring. MANIS!!!

     “Mianhae.. Biar kuganti,” katanya bergegas ke dapur sambil menenteng mangkuk besar berisi sup ikan. Tetapi kakinya terantuk kaki kursi dan…

     BUK~ PRANG~~ BYUR~~~

     Hyeo terjatuh. Mangkuknya pecah, isinya tumpah kemana-mana.

     “Hyeori-ah, gwaenchana?” tanya Kyu buru-buru menghampiri dan membantunya bangun.

     Hyeo mengangguk dan mulai bangun. Dan popo dengan girangnya langsung menyerbu sup ikan itu. Kyu menoleh setelah mendengar suara jilatan.

     “Aish~ Popo, jangan dimakan! Banyak pecahan belingnya!” teriaknya.

     Popo menyingkir dari TKP, “Miaww.. Pelit!!”

     Perhatian Kyu kembali pada Hyeo, “Hyeori-ah, dagumu berdarah.”

     “Ne~?” Dia kaget dan meraba dagunya. Setelah melihat di tangannya ada darah, Hyeo menjerit kesetanan.

     “Wae?” tanya Kyu terkejut.

     “Aku takut darah, aku takut darah, aku takuuut~~~”

     Kyu membopong Hyeo ke sofa lalu mengambil kotak P3K.

     “Pelan-pelan! Sakit tahu!” erang Hyeo.

     “Hya~ Ini kan hanya tergores, kenapa heboh sekali?!” teriak Kyu kesal.

     “Eomma~ Aku terlukaaa~~” ratap Hyeo.

     “Cih~ Dasar manja!” Kyu bangkit dari duduknya setelah selesai mengobati Hyeo. “Kau cepat ganti baju sana! Bajumu bau amis. Malam ini biar aku yang masak.”

 

30 menit kemudian..

     Hyeo sudah mengganti bajunya, tumpahan sup ikan dan pecahan beling sudah dibersihkan. Makanan hasil masakan Kyu pun sudah terhidang di meja makan.

     “Apa ini?” tanya Hyeo tak sopan ketika melihat nasi goreng aneh di hadapannya.

     “Makan saja! Ini jauh lebih baik dari yang tadi.”

     Hyeo mendelik tersinggung dan mulai menyendok nasi goreng super duper hitam itu ke mulutnya. Baru dua detik berada di mulut, Hyeo langsung memuntahkannya.

     “Aish~ Pantas saja firasatku buruk. Ini sama sekali tidak enak,” ujarnya blak-blakkan.

     “Mwoya?!” teriak Kyu tersinggung dan ikut mencicipi nasi gorengnya.

     PUIHHH~~

     Dengan perasaan malu Kyu bangkit dari kursi, lalu naik ke atas menuju kamarnya.

     “Cih~ Kenapa dengan bocah itu?” gumam Hyeo yang segera membereskan meja makan.

     Tak lama kemudian Kyu kembali ke bawah. Sudah berpakaian lengkap dengan jaketnya. “Hyeori-ah, cepat ambil jaketmu!”

     “Ha? Kita mau kemana?”

     “Kita makan di luar. Kazha!

__________

 

     “Tuan Muda, sudah dua jam Anda berada di dalam. Gwaenchanayo?” tanya seorang kepala pelayan di depan pintu kamar jacuzzi.

     “Gwaenchana, Ajusshi. Nanti kupanggil jika sudah selesai.”

     “Ne~ Jangan terlalu lama, Tuan. Saya khawatir Anda sakit..”

     “Na gwaenchana!

     Kepala pelayan itu berbalik, “Kalian berdua tetap di sini! Tunggu sampai tuan muda selesai. Arasseo?” kedua pelayan itu mengangguk dan kepala pelayan berbalik lagi menghadap ke pintu, “Tuan Muda Kibum, saya pamit. Tapi saya meninggalkan dua orang pelayan untukmu.”

     “Ne, kamsahamnida~

     Kibum merendam tubuhnya sampai dagu, namun lama kelamaan secara perlahan dia merendam seluruh tubuhnya. Dia sengaja menenggelamkan diri. Bayangan kejadian di kantin bulan lalu tiba-tiba terlintas di pikirannya. Dia tersentak dan segera menarik tubuhnya dari dalam air.

     Aku pernah melihatnya. Sungguh.. Tapi dimana?! Rasanya wajahnya familiar sekali. Batinnya.

Kim Kibum

Kim Kibum

     Kibum keluar dari jacuzzi, lalu mengambil hpnya. Ditekannya tombol kontak kemudian keluar sebuah nomor, dia menelepon nomor tersebut. Tak lama kemudian dia menutupnya kembali karena nomor itu sudah tidak aktif.

     “Lee Hyeori, kau dimana?” gumamnya lirih.

__________

 

     “Di sini!” teriak Hyeo. “Aigoo~~ Kau ini kenapa, Tuan Muda Kyuhyun? Kenapa bodoh sekali?”

     “Aish~ Sekali lagi!” pintanya ketus.

     Hyeo meletakkan bola yang terbuat dari tisue ke dalam gelas hitam yang ditelungkupkan, lalu memutar-mutar mengacak gelas tersebut dengan cepat dan gesit bersama dengan dua gelas kosong yang menelungkup lainnya.

     “Sudah. Ayo tebak!”

     Kyu menimang-nimang pilihannya sambil terus menatap ketiga gelas hitam tersebut.

     “Lama sekali!” protes Hyeo.

     “Berisik! Aku harus menggunakan instingku.”

     Hyeo melongo mendengarnya, “Insting? Kau menganggap dirimu babi, ya? Yang suka pakai insting kan hewan.”

     “Di sini!” ucap Kyu mantap tak memedulikan omongan Hyeo barusan.

     Hyeo mengangkat gelas itu dan.. BINGO! Bola tisuenya memang ada di sana. Kyu melirik Hyeo dengan tatapan puas.

     “Jangan dulu bangga! Setelah tujuh kali mencoba baru sekarang kau berhasil. Kau mengintip, ya?”

     “Mworago?! Mana mungkin aku berbuat serendah itu!”

     Hyeo menatapnya curiga.

     “Hya~~ Kenapa menatapku seperti itu?!”

     “Aniyo.

     “Hyeori-ah, kau masih sekolah?”

     Hyeo mengangguk seraya mencomot kentang goreng di hadapannya.

     “Kenapa kau bekerja sebagai housekeeper?”

     “Hah? Oohh~” Hyeo memutar otaknya untuk berbohong, “Keluargaku sedang membutuhkan uang. Keluargaku.. miskin sekali.”

     Kyu mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kau kelas berapa?”

     “Dua SMA.”

     “MWOYAAA?! Hyaaa~ Harusnya kau memanggilku oppa!”

     “Oppa?! Padamu? Aku tak mau!!” Hyeo menolak mentah-mentah.

     “Aishhh~~ Dongsaeng macam apa kau ini? Mulai sekarang panggil aku oppa!!”

     “Shiruh!!” tolaknya, “Kyuhyun, jangan paksa aku!”

     Kyu kesal namanya dipanggil begitu saja sama anak yang lebih muda. Dia melempar sepotong kentang goreng ke kepala Hyeo.

     “Hyaaaissshh~~~” pekik Hyeo kesal. “Jangan paksa aku. Aku tak mau! Nanti kau besar kepala kalau kupanggil oppa.”

     Kyu makin kesal. Bermaksud mengambil kentang goreng lagi untuk dilempar, tangannya malah menyenggol botol merica hingga tumpah dan sebagian menyembur ke wajah Hyeo.

     “Kau ini.. Kenapa berbuat begitu?” tanya Hyeo kesal setengah mati sambil menggosok-gosok hidungnya yang gatal terkena bubuk merica.

     “Aku kan tak sengaja!” elak Kyu dingin.

     Hyeo mengedip-ngedipkan matanya. Ada yang tak beres dengan matanya, “Aduh mataku..” katanya.

     “Wae?” tanya Kyu malas.

     “Mataku.. KYUHYUN-SSHI, MATAKU~~” jerit Hyeo membuat hampir seluruh pengunjung restoran menoleh.

 

     “MEMALUKAN!!” teriak Kyu yang saat itu sudah berada di motor.

     Hyeo tak bergeming. Dia malah asyik tidur sambil memeluk Kyu dari belakang.

     “Ngantuk saja hebohnya minta ampun. Buat orang kaget saja. Kupikir matamu buta. Lain kali jangan seperti itu lagi. Arasseo?!

     “…”

     “Hya~ Lee Hyeori!!” panggilnya.

     “Zzzz..”

     “Aiissshhh~~~”

__________

 

     “Kyuhyun-sshi, bawa ini!” pinta Hyeo saat Kyu akan meninggalkan rumah.

     “Aku tak mau. Malu! Biar aku makan di kantin saja.”

     Hyeo membawa kotak makanannya keluar menyusul Kyu. “Bawa!”

     “Aku tak mau!” teriak Kyu. “Aku bukan anak SD lagi!”

     “Kyuhyun-sshi, bawa! Anggap ini ucapan terima kasih dariku karena semalam kau sudah mengobatiku, mengajakku makan di luar, dan susah payah menggendongku ke kamar saat aku ketiduran.”

     “Cih~ Baiklah aku bawa. Awas kalau tidak enak!”

     “Kali ini pasti enak. Garamnya tidak tertukar lagi, kok!”

     Kyu mengangkat sebelah alisnya, “Okay, aku pergi duluan. Kau juga sebaiknya pergi sekarang!”

     “Tenang saja, sekolahku dekat, kok.”

     Kyu memasukkan kotak bekal makan siangnya ke dalam tas. Lalu berjalan memeriksa kotak surat, “Cih~ Setelah menggunakan jasa mereka, pamflet itu benar-benar tidak ada lagi.”

     Wajah Hyeo memerah saat mendengar Kyu berbicara seperti itu.

     “Aku pergi.”

     “Ne~ Hati-hati di jalan!” Hyeo berlari menyusul Kyu keluar pagar dan berteriak, “Kyuhyun-sshi, langsung pulang ya. Aku akan masak enak!”

     Kyu tidak menoleh. Dia hanya mengibaskan tangan kanannya.

     Hyeo buru-buru masuk ke dalam rumah dan berlari menuju kamarnya. Dia segera mengganti pakaiannya, menyisir rambut dan mengepangnya. Disambarnya kacamata dan tas. Kemudian dia berlari keluar, mengunci pintu dan pagar.

     “Aku terlambat.. Aku terlambat..” gumamnya terus-terusan.

     Hyeo terus berlari menuju stasiun subway. Sesampainya di sana, kereta yang akan dia tumpangi pintunya hampir menutup. Hyeo menambah kecepatan larinya menerobos orang-orang yang marah padanya karena ditabrak. Dan HUP!! Beruntung dia masih sempat masuk. Dia mati-matian mengatur napasnya. Kemudian melirik ke kanan dan ke kiri mencari tempat duduk, “Sial. Penuh sekali,” umpatnya.

     “Silakan, pakai saja tempat dudukku!”

     Hyeo menoleh dan mendapati Kyu berdiri di sampingnya.

     “Oh, tidak usah!” tolak Hyeo menundukkan wajahnya karena takut ketahuan.

     Kyu melirik jas yang dipakai Hyeo. “Kita satu sekolah. Anggap saja ini semua karena itu.”

     Hyeo tak dapat menolak, lagi pula dia memang ingin sekali duduk. “Kamsahamnida.

     Kyu mengangguk, wajahnya sama sekali tak ada ekspresi.

     Dia memang baik. Tak salah aku menyukainya. Batin Hyeo.

 

Jam istirahat..

     “Sejak kapan kau membawa bekal?” tanya Kibum saat melihat Kyu mengeluarkan kotak bekalnya.

     Kyu mendengus, “Ini bukan mauku. Pelayan sinting itu yang memaksaku membawa ini.”

     “Mwo?! Ahahaha~ Sejak kapan kau mau diperintah?”

     Kyu tidak menggubrisnya. Dia malah asyik membuka kotak bekalnya dan CRINGG~~ Matanya berbinar-binar saat melihat berbagai macam makanan ada di sana. Begitu pula dengan Kibum.

     “Aigoo~ Sepertinya enak,” ujar Kibum takjub.

     “Jangan tertipu dengan penampilan, Bum. Pasti rasanya sangat tidak enak!” ejek Kyu.

     “Aku tak percaya..” bantah Kibum sambil mencomot telur dadar gulung dan memakannya.

     “Hyaaaisshh~~ Aku belum memakannya. Kenapa kau ambil?!”

     Kibum tak menyahut, dia malah senyum-senyum sendiri menikmati telur gulung hasil ‘curiannya’ itu. “Ooohh~ Mashdaa~

     “Masak sih?” tanya Kyu ragu. Dia pun memakan bekalnya itu dan.. “Tak bisa kupercaya! Kenapa bisa seenak ini? Padahal kemarin dia payah sekali!”

     “Kyu, sepertinya aku pernah memakan telur dadar gulung seperti ini. Tapi aku lupa dimana. Kyu, kenalkan aku pada pelayanmu itu!”

     “Kau yakin? Sebaiknya jangan! Dia galak seperti Mak Lampir..”

     “Pulang sekolah nanti aku main ke rumahmu. Okay?” pinta Kibum seenaknya.

     “Terserah..”

     Kibum mengulurkan tangannya ingin mengambil telur gulung itu lagi, namun Kyu memukul tangan usil itu, “Ini milikku. Hanya aku yang boleh makan.”

     “Cih~ Pelit. Aku ke kantin.”

     Kyu tak memedulikan Kibum. Dia benar-benar asyik melahap bekal makannya. Sedangkan Hyeo yang sengaja lewat ke depan kelas Kyu senang sekali melihat cowok yang disukainya itu melahap makanan yang dia buat dengan semangat.

     Kyuhyun memakannya. Senang sekali. Kupikir dia akan membuangnya. Pikir Hyeo senang.

     BRUKK~~

     “Mianhaeyo~” pekik Hyeo saat dia ditabrak seseorang.

     “Aniyo, harusnya aku yang meminta maaf karena menabrakmu. Kau tak apa-ap..” kata-kata Kibum terpotong saat melihat gadis yang ditabraknya.

     “Na gwaenchana,” ucap Hyeo buru-buru pergi dari tempat itu.

     “Tunggu! Hya~ Namamu siapa?” teriak Kibum sia-sia karena Hyeo berlari.

 

Pulang sekolah..

     Bel pulang berbunyi. Hyeo buru-buru merapikan buku-buku yang berserakan di mejanya dan memasukkannya ke dalam tas.

     “Hyeori-ah, mau ikut karaokean bersama kami?” ajak Kim In Young.

     “Ah, mianhae, In Young. Aku harus ke supermarket dulu.”

     “Ya sudah kalau begitu. Lain kali saja. Mau pulang bareng?”

     “Mian, In Young. Aku buru-buru..” ujar Hyeo seraya berlari meninggalkan kelas dan In Young yang terbengong-bengong.

     Aku harus cepat sampai di rumah sebelum Kyuhyun. Ah sial, aku harus belanja dulu. Mudah-mudahan keburu.

     Sementara itu, Kyu dan Kibum berjalan menuju stasiun subway.

     “Hya, kenapa tak memakai mobilku saja? Kan lebih cepat,” protes Kibum.

     “Aku tak mau. Begini lebih nyaman. Lagipula suruh siapa kau datang ke rumahku?”

     Kibum nyengir, “Aku kan ingin dikenalkan sama pelayan khususmu itu.”

     “Cih~ Kau pasti takkan menyangka kalau dia seorang pelayan.”

     “Wae?

     “Kau lihat saja nanti..”

 

     “Lobak.. Dimana lobaknya?” gumam Hyeo sibuk. “Ah, ini dia.”

     Hyeo jalan terburu-buru di sepanjang lorong-lorong rak makanan. Dan tak henti-hentinya melirik jam di tangan. “Aishh~ Kenapa jam ini cepat sekali geraknya?!”

     Dia kemudian berlari menuju kasir sebelum seorang ibu mendahuluinya. Setelah selesai membayar, dia segera berlari keluar menuju halte bis. Sekitar lima belas menit perjalanan dari supermarket ke rumah Kyu. Di halte berikutnya, Hyeo turun dan terus berlari. Saat berbelok, dari kejauhan dia melihat Kyu dan Kibum berjalan santai.

     “KIM KIBUM?!” pekik Hyeo terkejut. Dia lantas membuka pagar dan pintu rumah. Menyimpan barang belanjaannya di meja makan lalu lari ke atas menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Dia melepas kepangan rambutnya dan mengikatnya ekor kuda.

     “Ada Kibum. Bagaimana ini?! Aaa~~” Ide tiba-tiba muncul. Dia lantas berlari manuju kotak P3K dan mengambil masker.

     “Aku pulang,” sapa Kyu saat membuka pintu. “Dongsaeng menyebalkan, kau sudah pulang?”

     “Ne~” sahut Hyeo suaranya diserak-serakkan. Tak lama kemudian dia turun ke bawah.

     “Kenapa mukamu?”

     “Aku flu,” jawab Hyeo yang mulai membawa barang belanjaannya ke dapur. “Aku masak dulu.”

     “Hah? Perasaan tadi pagi tak apa-apa. Eh, ini kenalkan temanku, Kim Kibum.”

     Aish~ Sial! Dia akan tahu namaku. Bagaimana ini?!

     Kibum datang menghampiri Hyeo dan mengulurkan tangannya. Hyeo menghampirinya juga dan menjabat tangan Kibum.

     “Kim Kibum imnida,” ucap Kibum memperkenalkan diri dan tak henti-hentinya berusaha melihat wajah Hyeo yang selalu menunduk.

     Hyeo mengangguk-angguk.

     “Hya~ Kau bisu?!” protes Kyu. “Perkenalkan namamu!”

     Hyeo tak bergeming. Dia tetap diam dan berusaha melepaskan tangan Kibum yang masih menggenggam tangannya.

     “Aissshhh~~~ Kibum, namanya Lee Hyeori.”

     “Lee Hyeori?!” ulang Kibum kaget. Lantas dia menarik tangan Hyeo lalu melepas masker dari wajahnya dan, “LEE HYEORI?!”

 

 

..to be continued..

 

Tags: , ,

16 responses to “Super Junior Fanfiction : “Beautiful Housekeeper” [Part II]

  1. Luvv kyu

    October 27, 2009 at 6:03 AM

    Waaa… Ceritany keren.. Lanjutkan !!! Tpi part 3 kluarny jgn lama2 ya..

    salam kenal ya.. !

     
  2. Luvv kyu

    October 27, 2009 at 6:03 AM

    Waaa… Ceritany keren.. Lanjutkan !!! Tpi part 3 kluarny jgn lama2 ya..

    salam kenal ya.. !!

     
    • diya.wonnie

      October 27, 2009 at 1:07 PM

      haihaihai…
      salam kenal jugaaa…

      okeh”.. tar part 3 nya dilanjut..
      gomawo dah baca, ya…

       
  3. kaHae^^

    October 27, 2009 at 11:34 AM

    uaaahhhh…
    seruuuu….kibum kenal ma hyeori yah??
    wah kyknya ad apa2 deh ma mereka….hehehehe
    ditunggu lanjutannya….^^

     
  4. Shabrinasiwon

    October 29, 2009 at 1:45 PM

    Annyeong..
    Gila ff mu tambah hr tmbh keren..
    Aku ampe tertawa2 sendiri ngebacanya sambil menghayal jadi Lee HyoRi.. Aku jg mau jadi pembantu kalau majikannya kayak kyu..(ngayal seharian)..

    Nebak2 ah soal hyeo n kibum..
    Hyeo itu adlh cinta pertamanya kibum..ya ?*sok tahu*
    berarti bakal ada cinta segitiga nehh..

    Brp chapter sist ?
    Chapter 3 nya buruan ya..penasaran mampus nehh..

     
    • diya.wonnie

      October 29, 2009 at 2:18 PM

      wahh gomawo ya chingu..

      aku jg gatau ini sampe brp chapter.
      hihi.
      tp udh aku selesein kok.
      tinggal dipublish ajah.
      sabar yaaa🙂

       
  5. Mitmit Hyunie

    October 29, 2009 at 3:15 PM

    waduh penasaran…..

     
    • diya.wonnie

      October 29, 2009 at 3:42 PM

      makanya stay tuned!
      *wkwkwkw, maksa ceritanya*

       
  6. yesung.aishiteru

    October 30, 2009 at 4:15 AM

    hai..salam kenal *nada sok imut*

    t de~~
    rame rame rame ih~~~
    suka deh~~~

    makasih yah sudah menyebarkan virus pria tampan…

     
    • diya.wonnie

      October 30, 2009 at 10:46 AM

      hai juga *dengan nada jijik*

      gweeeeennn..
      terima kasih telah berkunjung!
      hehe~~

      oya dong sama”.
      kamu juga tularin tuh virus sapphire blue ma tmn” di kampus.
      okey?
      hehe.

       
  7. yesung.aishiteru

    October 30, 2009 at 7:16 PM

    ohoho~
    aku kerjasama ama tmnku, dia jg suka sm tp lbh ke dbsk, suju juga suka sih.
    tp aga susah nih~
    malah ada yg bilang *ni org emg nyebelin sih!* “ih mereka g*y ya? Ko suka kya gni?”
    aargh~ kami langsung aja tebas dia pk samurai

    ditunggu part 3 nya yah~
    seru ih~
    jgn lama lama ah

     
  8. diya.wonnie

    October 31, 2009 at 2:54 AM

    Hahah.
    Apalg kl dy lht page yg super junior’s pairing y.
    Hahaha.
    Sip”.
    Tar di publish.
    Sabar yooo…

     
  9. Rus Inriana (@Rhyrien_RhyHyun)

    August 17, 2011 at 4:01 AM

    hwahahaha…hyori heboh amat sih….
    aku suka pnggilan kyu untuk hyori ‘pelayan sinting’

     
  10. nine

    January 14, 2012 at 4:45 PM

    wah kibum napa noh pake cri” hyeori???
    ahh pnasarann lanjuuuuttt!!!!!!!!!

     
  11. juwita

    May 2, 2013 at 9:22 PM

    wuaaahhh tgang bgt pasti hyo ri haha

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: