RSS

Super Junior FanFiction : “Beautiful Housekeeper” [Part IV]

14 Nov

 

7years

 

Hyeo lemas melihatnya. Dadanya sesak dan hatinya sakit sekali.

“Buat apa kau kemari?” tanya Kyu dingin, sama sekali tidak menatap cewek itu. Pandangan matanya lurus ke depan dan kosong.

“Kau ini.. Masih saja seperti ini, tak pernah berubah.”

Hyeo memungut kantong belanjaan yang Kyu jatuhkan.

“Hyeori-ah, ayo kita pulang. Traktir makannya lain kali saja. Kazha!” ajak Kyu dingin.

Hyeo diam saja. Kini gilirannya yang mematung. Dia tak dapat menggerakkan kakinya untuk berjalan. Rasa shok itu membuatnya lumpuh.

Kyu menarik tangan Hyeo dan membawanya pergi dari sana meninggalkan cewek itu. Kyu memberhentikan bus dan menaikinya. Mereka saling terdiam setelah mendapatkan tempat duduk. Tenggelam dengan pikirannya masing-masing.

Bus berhenti di halte selanjutnya. Mereka berdua turun. Hyeo masih diam, pandangannya kosong. Kantong-kantong belanjaan yang dibawanya kini sudah setengah terseret tanpa sadar. Kyu yang melihatnya langsung merebut kantong belanjaan itu. Kemudian Hyeo berbelok ke taman.

Hyaa~ Hyeori, kau mau kemana? Ayo pulang! Sudah malam,” ajak Kyu.

Hyeo tidak menyahut. Dia malah berjalan menghampiri ayunan dan menaikinya. Kyu terpaksa mengikutinya. “Kyuhyun-sshi, kau kenal wanita tadi?” tanyanya tiba-tiba.

Mwo? Ohh~ Ne.”

“Pacarmu?”

Kyu menggeleng, “Mantan pacar.”

Hati Hyeo semakin sakit. Lalu Kyu menaiki ayunan di sebelahnya.

“Dulu aku sangat mencintainya. Dialah cinta pertamaku. Lee Yoon Kyung adalah gadis pertama yang berhasil merebut hatiku. Awalnya aku tidak menyukainya karena dia terlalu cantik dan populer. Dia selalu dikelilingi cowok-cowok bule di sekolahku dulu. Dan suatu hari dia menyatakan cintanya padaku. Aku tidak menerimanya begitu saja. Saat itu aku sama sekali tidak mencintainya. Tapi dia tidak menyerah sampai di situ saja. Setiap hari dia selalu memberikanku kejutan. Dan selalu membuatku tertawa. Aku mulai menyukainya. Enam bulan kami berhubungan. Dan tahun lalu kami putus karena ternyata dia membohongiku. Dia menjadikanku bahan taruhan. Karena di sekolahku dulu, tak ada gadis yang berhasil memikat hatiku. Makanya para cewek itu bertaruh apakah Yoon Kyung berhasil mendapatkanku. Karena hal itu, aku memutuskan untuk pindah kemari. Aku benci mereka semua. Hal ini membuatku jadi bersikap dingin pada semua cewek di sekolah termasuk padamu. Aku tak ingin lagi dibohongi. Aku benci sekali cewek pembohong. Tapi setelah bertemu denganmu, kau sedikit merubahku, Hyeori. Kau membuatku jadi lebih cerewet dan jahil. Itu semua karena aku percaya padamu. Wajah polosmu mengatakan kalau kau akan selalu berkata jujur,” tutur Kyu panjang lebar.

Hati Hyeo mencelos. Dia merasa sangat bersalah.

“Ahh~~ Kenapa aku jadi menceritakan ini semua padamu. Ya sudah, ayo kita pulang! Aku sudah lapar.”

Hyeo menatap punggung Kyu yang berjalan semakin menjauh. Tapi aku sudah berbohong padamu, Kyuhyun.


__________

Minggu pagi sebulan kemudian..

“Kau sedang apa?” tanya Kyu.

“Cuci baju.”

“Capek tidak?”

“Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja!” jawab Hyeo sewot.

“Sini kubantu..”

Hyeo terperangah, “Neo.. Sedang punya ide busuk untuk mengerjaiku, ya?”

Kyu tersinggung, “Aku kan berniat baik. Kenapa kau mencurigaiku?”

“Karena kau selalu menjahiliku. Masih ingat kejadian dua minggu lalu? Kau melemparkan cacing ke kepalaku saat membantuku menanam bunga. Atau seminggu yang lalu saat aku sedang mengepel. Kau berjalan bolak-balik dengan sandal kotormu. Atau empat hari yang lalu ketika aku sedang teleponan dengan Kibum-oppa. Kau terus-terusan menggangguku, menyuruhku ini-itu. Dan yang terakhir dua hari yang lalu, kau meletakkan cicak mati di atas tumpukan piring kotor. Aku kaget setengah mati saat akan mencucinya,” tutur Hyeo kesal.

Kyu mengangkat sebelah alisnya. “Ya, aku minta maaf.”

“Cih~~”

“Aku benar-benar ingin membantumu sekarang. Anggap ini ucapan terima kasihku karena kau sudah berhenti memasukkan sampah hijau ke dalam bekalku dan memperbanyak telur gulungnya. Oke?”

Hyeo tersenyum. Baru kali ini dia melihat wajah malu-malu Kyu.

“Oke. Kazha!” ajak Hyeo.

Kyu mencuci sedangkan Hyeo menjemur. Keduanya terlihat akur untuk kali ini. Tak ada lagi adu mulut seperti biasanya. Bahkan mereka terlihat senang walaupun sedang mencuci baju. Pekerjaan yang dibenci sebagian orang.

TING TONG~ TING TONG~

“Biar aku yang membukanya.”

Dari halaman belakang, Hyeo berlari menuju pintu depan. Saat pintu terbuka, dia terperangah melihat wanita bertubuh tinggi, langsing, modis, dan sangat cantik di hadapannya.

Annyeong haseyo, apa ini benar rumahnya Cho Kyuhyun?” tanya wanita itu.

Ne,” jawab Hyeo lemas. “Tunggu sebentar!”

Hyeo masuk ke dalam menemui Kyu yang sedang sibuk mencuci. “Siapa Hyeo?” tanyanya riang.

“Kau temui saja..”

Kyu mengerutkan dahinya dan segera mencuci tangan lalu pergi ke depan. Hyeo mengikutinya. Saat Kyu membuka pintu, dia kaget setengah mati.

“Lee Yoon Kyung?”

Gadis itu tersenyum, membuatnya jadi semakin cantik. “Kyunnie, ada yang ingin kubicarakan.”

Kyu tidak menyahut, rahangnya mengeras menahan marah.

Yoon Kyung memelas, “Untuk kali ini tolong kabulkan permintaanku!”

Melihat keseriusan tergambar jelas di wajah Yoon Kyung, hati Kyu melunak. Dia mengangguk dan masuk ke dalam berganti pakaian. Kini tinggal Hyeo bersama Yoon Kyung yang saling terdiam.

“Lee Yoon Kyung imnida,” sapanya memperkenalkan diri.

Hyeo tersenyum dan sedikit membungkuk, “Lee Hyeori imnida.”

“Kau tinggal di sini?”

Hyeo mengangguk. Sebenarnya dia sebal sekali pada Yoon Kyung. Karena gara-gara dia Kyu jadi patah hati dan memusuhi para cewek.

Mata bulat Yoon Kyung membelalak, “Ka..kalian ada hubungan apa?”

Belum sempat Hyeo menjawab, Kyu sudah kembali dengan pakaian lengkap. Dia mengenakan celana jins putih, t-shirt putih, jaket kulit hitam, sarung tangan hitam, sepatu kets putih, dan memakai kacamata hitam dengan frame putih. Hyeo dan Yoon Kyung meleleh melihatnya yang semakin tampan.

“Yoon Kyung, kita bicara di luar saja. Hyeori, kau hati-hati di rumah. Kami pergi dulu. Aku akan pulang sebelum jam makan malam.” Kyu berjalan menuju garasi dan mengeluarkan motor besarnya. Hyeo mengantar mereka sampai pagar. Dia melihat Yoon Kyung memeluk erat Kyu. Ini membuat dadanya sesak. Kyu mengibaskan tangan kanannya tanpa menoleh ke arah Hyeo. Mereka pun pergi.

 

 

KYU dan Yoon Kyung memasuki sebuah café. Yoon Kyung memilih meja paling pojok dan Kyu mengikutinya. “Mau pesan apa?” tanya Yoon Kyung.

“Nanti saja. Cepat bicarakan sekarang juga!” desak Kyu.

Yoon Kyung menarik napas panjang. “Mianhae.. Aku sudah membuatmu terluka. Aku tak pernah punya niat seperti itu.”

Kyu tetap diam. Pandangannya lurus ke depan memandang langit luar melalui jendela.

Yoon Kyung melanjutkan pembicaraannya, “Mereka semua memaksaku untuk mengutarakan cintaku padamu. Merekalah yang membuat permainan itu, bukan aku. Dan mereka berjanji tak akan lagi menindasku jika aku berhasil…”

“Menindasmu?” Kyu mulai bersuara dan mengalihkan pandangannya pada Yoon Kyung.

Yoon Kyung mengangguk, “Setiap hari aku ditindas Bella dan teman-temannya hanya karena James selalu mendekatiku. Hingga pada suatu hari mereka menemukan diariku. Di diari itu aku banyak menulis tentang dirimu. Mereka mengancamku akan membocorkan itu semua kecuali jika aku menuruti permintaan mereka. Bella ingin sekali aku berpacaran denganmu, agar James tidak mendekatiku lagi. Awalnya aku tidak mau, karena bukan dengan cara seperti ini aku ingin bersamamu. Mereka terus mendesakku hingga akhirnya aku menyerah dan menuruti permintaan mereka. Saat itulah mereka mengajak teman-teman sekelas bertaruh untuk hubungan kita. Kau terlambat tahu karena kau tak punya teman. Tak ada yang memberitahumu. Awalnya aku ingin jujur padamu, tapi lagi-lagi mereka mengancamku. Mianhae..,” Yoon Kyung mulai menangis. “Jeongmal mianhae…

Hati Kyu mulai melunak. “Kau tahu aku paling benci dibohongi,” ujarnya singkat.

Yoon Kyung mengangkat wajahnya, “Aku jujur, Kyu. Selama berpacaran pun aku tulus mencintaimu. Aku tak pernah membohongi perasaanku. Aku benar-benar mencintaimu.. Sungguh..,” Yoon Kyung mulai putus asa untuk meyakinkan Kyu.

Kyu mendekati Yoon Kyung dan menghapus air matanya. “Jangan menangis lagi!”

“Sampai sekarang pun aku masih mencintaimu.”

Kyu membeku dan sedikit menjaga jarak, “Untuk yang satu itu aku tak yakin.”

“Aku tak memaksamu. Asalkan kau masih bisa menerimaku sebagai temanmu, aku sudah senang sekali.”

Kyu mengangguk, “Untuk itu aku bisa.”

Gomawoyo.”

Kyu berdiri dan menarik tangan Yoon Kyung, “Kita pindah tempat. Aku tak suka melihat wanita menangis. Ingin kuhibur?”

Yoon Kyung mengangguk, “Dunia Fantasi. Oke?”

Kyu tersenyum dan mengangguk.

 

Sementara itu di rumah..

Tak henti-hentinya Hyeo melirik jam. Dia melakukan semua pekerjaan rumah dengan hati tak tenang. Pikirannya selalu melayang pada Kyu dan Yoon Kyung.

“Mereka sedang apa?” gumam Hyeo sembari melap bingkai foto. “Kenapa lama sekali?!”

Hyeo melirik bingkai foto yang sedang dipegangnya. Dia menekan-nekan foto itu di bagian wajah Kyu yang sedang tersenyum. “Kenapa aku tak pernah melihatmu tersenyum lagi? Kenapa kau pelit sekali, Kyu?”

Hyeo melirik jam lagi. Jam enam, aku harus masak.

Satu jam kemudian meja makan sudah penuh terisi makanan. Hyeo mengambil hpnya dan menelepon Kyu. Tak lama kemudian dia menutupnya kembali setelah mendengar suara hp Kyu dari arah lemari. “Dia tidak membawa hpnya. Kyuhyun, cepat pulang!”

Hyeo memutuskan untuk menunggunya di luar. Sudah beberapa kali dia mondar-mandir dan bolak-balik keluar pagar. Tapi suara gerungan motor itu belum juga terdengar. Hyeo duduk di teras rumah sambil memeluk Popo untuk menghangatkan tubuhnya. Popo menggeliat-geliat minta dilepaskan.

“Popo diam!” Namun Popo terus berusaha melepaskan diri dari pelukan Hyeo. “Popo, kenapa kau memusuhiku terus? Padahal aku sangat menyukaimu,” gumamnya sambil melepaskan Popo.

Popo berbalik dan menggoyang-goyangkan ekornya. “Meong.. Main bola, yuk!”

Hyeo hanya tersenyum melihat tingkah lucu Popo. Kucing abu-abu itu mulai kesal karena Hyeo tak peka dengan isyarat ekornya itu. Lantas dia masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian kembali sambil mengigit bola yang terbuat dari gulungan benang wol.

“Kau ingin bermain ini? Geure..” Hyeo bangkit dari duduknya dan mulai bermain dengan Popo.

Tiga puluh menit kemudian terdengar suara gerungan motor. Kyu memasukkan motornya ke garasi lalu menyapa Hyeo dan Popo. “Ngapain kalian di luar malam-malam begini?”

Popo berlari ke arah Kyu dan melompat ke pelukannya. Kyu menciumi kucing kesayangannya itu.

“Kami menunggumu pulang,” sahut Hyeo kelelahan. “Kau bilang kau akan pulang sebelum jam makan malam. Kenapa terlambat?”

“Itu karena.. tadi ada sesuatu. Jangan bilang kalian belum makan..”

Hyeo mengangguk, “Kami menunggumu.”

“Tapi aku sudah makan tadi.”

Hyeo terperangah dan memanyunkan bibirnya. “KENAPA KAU TAK MEMBAWA HPMU?!” teriaknya kesal. Lalu ia masuk ke dalam rumah. Popo melepaskan diri dari pelukan Kyu dan melompat mengikuti Hyeo.

“Kalian berdua kompak sekali,” gumam Kyu geli.

Setelah selesai mandi dan berpakaian, Kyu menuju meja makan dan membuka penutup makanannya, “Aigooo~ Tahu masakanmu sehebat ini, aku takkan makan di luar. Hyeori-ah, ayo cepat makan! Popo, kau juga belum makan, kan?”

Hyeo dan Popo tak bergeming. Mereka tetap asyik menonton tv.

Hya~ Ayo cepat makan!”

Hyeo menoleh lalu mendelik.

“Apa maksudmu, Hyeori?” tanya Kyu agak takut. Hyeo tak menjawab, dia benar-benar mogok bicara. Lantas Kyu mengambilkan makanan dan berjalan mendekat ke arah sofa. “Ini untukmu dan ini untuk Popo.”

Tanpa pikir panjang, Popo yang memang sudah kelaparan itu langsung menyerbu makanannya. “Meong.. Maafkan aku Hyeo. Aku makan duluan…”

Hyeo membalikkan tubuhnya memunggungi Kyu.

“Hyeori-ah, ayo cepat makan! Kalau kau sakit bagaimana?!” Kyu mulai cemas. “Sini aku suapin.”

Hyeo berbalik dan memandang Kyu sebal. Kyu meyuapkan nasi ke mulut Hyeo yang tetap bersikeras menutup mulutnya.

“Ayo dimakan! Kau harus menghormati usahaku ini. Asal kau tahu, kau gadis pertama yang aku suapi. Kazha!

Mendengar hal itu, hati Hyeo luluh juga. Dia membuka mulutnya dan memakan makanan yang diberikan Kyu. “Memangnya eonni dan Yoon Kyung tidak pernah kau suapi?”

Kyu menggeleng, “Mereka tidak memiliki tabiat seburukmu jika marah!”

Mwoya~?!” geram Hyeo.

“Sudah kunyah saja jangan banyak bicara!”

Hyeo tersenyum.

“Cih~ Sudah kubilang jangan tersenyum!” larang Kyu.

Wae?! Aku bukan kau yang seperti mayat hidup. Tak pernah tersenyum ataupun tertawa.”

Kyu melolotot dan mengancam tidak akan menyuapinya lagi.

“Nyanyikan sebuah lagu untukku!” pinta Hyeo.

Mwo? Nyanyi?”

Hyeo mengangguk. “Anggap saja ini hukuman untukmu!”

“Baiklah. Kau ingin dengar lagu apa?”

“Marry U..”

“Lagu apa itu?”

Hyeo memutar bola matanya, “Kau ini kampungan sekali. Itu lagunya Super Junior tahu!”

Ne. Aku tahu, kok. Kau ini tak bisa diajak bercanda!” Kyu mulai bernyanyi, “Pyuhngsaeng gyuhte isseulge, I do~ Nuhl saranghaneun guhl, I do~…” Suara merdunya benar-benar membuat Hyeo meleleh.

Indahnyaa~ Suara Kyuhyun benar-benar bagus. Pantas dia dulu didaulat jadi penyambut tamu penting sekolah. Ujar Hyeo dalam hati.

Sambil bernyanyi, Kyu tetap menyuapi Hyeo.

“Meong.. Romantisnyaa~” ujar Popo iri.

 

__________

 

KIBUM mengetuk pintu rumah Kyu. Tak lama kemudian Hyeo membukanya, “Oppa~”

Kibum memeluk dongsaengnya itu, “Aku rindu sekali padamu. Sudah lama tidak bertemu. Mian, aku sibuk mempersiapkan ujian masuk universitas.”

Gwaenchana, Oppa. Aku malah senang mendengarmu belajar giat. Tidak seperti dia,” Hyeo mengedikkan kepalanya pada Kyu yang sedang serius bermain game, “Setiap hari seperti itu. Ahh~ Entah masa depannya seperti apa nanti..”

Hyaa~~ Kau pikir aku tak dengar?!” geram Kyu yang matanya tetap tak lepas dari layar laptopnya.

Kibum tersenyum, “Kyuhyun-ah, hari ini aku ingin mengajak Hyeori berjalan-jalan. Kau tak keberatan?”

“Kenapa harus tanya aku? Kalau mau pergi, ya pergi saja!”

Hyeo agak kecewa. Sebenarnya dia ingin sekali Kyu mencegahnya pergi. Dia tak ingin jauh-jauh dari Kyu. Apalagi semenjak Yoon Kyung muncul lagi.

“Baiklah. Hyeori, cepat kau ganti pakaian. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,” pinta Kibum. Hyeo melesat ke kamarnya untuk berganti pakaian, sedangkan Kibum duduk di sofa sebelah Kyu.

“Kau tak keberatan kan jika dia pulang agak malam?”

Kyu menoleh, “Jangan lebih dari jam sembilan!”

Kibum mengangguk-angguk dan senyum-senyum sendiri. Kyu melihat gelagat aneh itu. “Kau kenapa?” tanyanya.

Ani.. Aku hanya senang bisa berjalan-jalan dengan Hyeori setelah kami berpisah cukup lama. Aaahh~~ Akhirnya hari ini datang juga,” ujar Kibum ceria.

“Hari apa?”

“Ra~ ha~ sia~!!!”

“Cih~~”

Hyeo muncul dan cukup membuat dua cowok dihadapannya tercengang. Sore itu Hyeo berdandan cantik sekali. Ya, untuk kali ini Hyeo benar-benar berdandan. “Yeppeo!” Kibum berdecak kagum.

Gomawo. Ayo oppa kita pergi. Kyuhyun-sshi, kau bisa masak sendiri kan untuk makan malammu? Jangan buat nasi goreng aneh itu lagi jika tak ingin masuk rumah sakit!”

Kyu menaruh laptopnya di sofa lalu berdiri. “Masak sendiri? Andwae! Kibum, kalau begitu dia pulang tak boleh lebih dari jam tujuh…”

“Aku ambil kata-katamu yang pertama. Hyeori-ah, kazha!” potong Kibum.

Hyaaaissshhh~~~ Hyeori-ah,” Kyu menarik tangan Hyeo, “Kau tega membiarkanku kelaparan?!”

Hyeo kaget sekaligus iba, ia tak tega melihat wajah memelas Kyu. “Aku akan kembali sebelum jam makan malam. Boleh kan, Oppa?”

Kibum tak menjawab. Dia malah keluar menuju mobilnya dan mengambil sesuatu. “Kyuhyun, kau bisa makan ini untuk makan malammu,” Kibum menyerahkan sekotak pizza, “Hyeori-ah, sudah tak ada masalah ‘kan? Ayo kita berangkat!”

Hyeo melirik Kyu. Lagi-lagi perasaan tak tega itu muncul lagi.

“Hyeori-ah,” panggil Kibum.

“Aku pergi dulu,” Hyeo memegang tangan Kyu dengan tangannya yang bebas untuk melepaskan tangan satunya dari genggaman kyu, “Hati-hati di rumah. Kau harus makan!”

Hyeo pergi menyusul Kibum yang sudah duluan keluar. Sedangkan Kyu tetap di tempat, malas mengantar mereka sampai keluar.

Hari ini dia memang benar-benar berdandan. Aishh~ Kenapa aku ini?! Batin Kyu.

 

MANA mungkin aku membiarkan diriku jelek jika jalan berdampingan dengan Kibum-oppa. Dia tampan sekali dan aku harus bisa mengimbanginya. Batin Hyeo.

Selama di perjalanan Hyeo lebih banyak diam. Dia terus memikirkan Kyu. Dia takut sekali Kyu dan Yoon Kyung bertemu lagi. Walau bagaimanapun mereka itu pernah berhubungan dan saling mencintai, bisa saja jika pada akhirnya mereka bersatu kembali.

Andwae~~~” teriak Hyeo membuat Kibum terkejut.

“Hyeori, kau kenapa?”

“Ah? Ooohh~~ Na gwaenchana. Ahaha~~ Aku hanya melamun..”

Sesampainya di sebuah taman, mereka duduk di ayunan. Cuaca sore itu cukup dingin, tapi tak membuat Kibum menyerah untuk tetap mengajak Hyeo ke sana.

“Oppa, jas ini kau saja yang pakai. Kenapa diberikan padaku? Kau lebih membutuhkannya. Aku sudah cukup hangat.”

“Tidak. Kau saja yang pakai!” Kibum menatap lekat gadis cantik di sampingnya itu, “Hyeori-ah, sudah lama aku ingin mengatakan ini. Hanya saja baru sekarang keberanianku muncul.”

Hyeo menoleh dan tersenyum, “Katakan saja, Oppa!”

“Lee Hyeori… Saranghae…

 

 

 

..to be continued..

 

Tags: , ,

18 responses to “Super Junior FanFiction : “Beautiful Housekeeper” [Part IV]

  1. maniac pisang n kyuhyun

    November 14, 2009 at 11:11 AM

    aduh..pikunya..kyu..kgk kuat….
    komen ffx ntar dulu…masih belum baca….
    mw mandang wajah kyu dulu…..

     
  2. diya.wonnie

    November 14, 2009 at 11:24 AM

    gantengggg yaaaa…
    suka bgt sama piku ini.

     
  3. maniac pisang n kyuhyun

    November 14, 2009 at 11:25 AM

    hahhhhhhhhhhhhhh…..
    sesak nafas…..
    masih bersambung rupanya…..
    kibum udh nyatakan cinta ke hyeori…..
    hyeori..udh pasti naksir kyu….
    dan kyu..yaeyalah jg cinta ma hyeori…
    jd bingung…..

     
  4. diya.wonnie

    November 14, 2009 at 11:30 AM

    hahahha~
    bentar lagi tamat kok..
    eh gatau deng..
    belum aku itung” brp chap.
    hoho~~

     
  5. maniac pisang n kyuhyun

    November 14, 2009 at 11:39 AM

    diya…………….klo terlalu panjang ntar kyk sinetron inayah……
    aduh tuh ada mantannya kyu….bikin suasana makin keruh..tp makin terasa romantisme antara kyu ma hyeori…*jd pingin*
    aq penasaran ntar ketahuannya kyk apa ya..???
    kyu babo bngt deh rasa aq…..*dijitak kyu*

     
  6. diya.wonnie

    November 14, 2009 at 12:40 PM

    gak panjang kok..
    gakan lbh dr 10 chap.
    hahahhahahaha~~
    ketauan apanya mit?

     
  7. Mitmit Hyunie

    November 14, 2009 at 6:41 PM

    si hyeory nya…ketahuan klo satu sekolah jg ma kyu….
    *mancing diya bocorin critanya”

     
  8. litaa

    November 19, 2009 at 4:09 PM

    seru,de…
    d tggu ah lnjutan’y..
    skalian kirimin k redaksi,syapa tw bsa jd naskah sinetron
    >_<

     
  9. diya.wonnie

    November 20, 2009 at 3:06 PM

    ahahahha~
    gak deh..
    masih banyak kekurangan. gak mungkin bisa diterima.
    ekeke~

     
  10. luv eeteuk

    November 24, 2009 at 1:05 PM

    aish,,, akhirnya ada lanjutannya,,,

    ceritanya makin menarik deh,

    ditunggu kelanjutannya,,,

    mwbacamwbacamwbaca,,,

     
  11. kyuu

    December 7, 2009 at 4:30 PM

    adegannya ada yg mirip sm full house yaa…hehehehe..
    tpi keren”..hahahaha…

    gw suka bgt sm ff yg ini..hahahaha…

    terusin yaa..🙂

     
    • diya.wonnie

      December 7, 2009 at 8:13 PM

      haha~
      gomawo for visit, chingu…

       
  12. rebecca

    December 10, 2009 at 3:11 PM

    Gila! Kyu ma hyeori aja! Kibum ama yoon kyung

     
  13. DNia_SuJuELF

    December 23, 2009 at 10:05 AM

    Anyeong,
    wah pnasaran beud ma klanjutan.a..

     
  14. ceza

    January 15, 2010 at 6:35 PM

    yaa aampuun ..
    crta ny bkn pnasaran amd ..
    kapan ni sist nyambung k cptr 5 ny ???
    udh ga sbr lyt smbungn crta ny ..
    dtunggu lho ..😀

     
  15. Rus Inriana (@Rhyrien_RhyHyun)

    August 17, 2011 at 8:54 AM

    waduh….hyeori jgn terima….kmu ama kyu aja
    dan kau kyu harus brsma hyeori *plak di tabok kyu
    kyu: emangnya kamu siapa nyuruh2 gue??? #dgn tatapan death glare
    aku: ^^v peace….damai kyu

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: