RSS

Super Junior FanFiction: “Beautiful Housekeeper [Part VI]”

12 Feb

“Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif. Silakan tinggalkan pesan setelah nada..”

TUT~

Hyeo memutus teleponnya. Ini sudah yang ketigabelas kalinya dia menghubungi Kyu dan hasilnya tetap sama. Sekarang sudah jam sepuluh malam, sudah lewat jam makan malam dan Kyu belum juga pulang. Hyeo memutuskan untuk menunggunya lagi di teras. Dia menggendong Popo keluar dan duduk di lantai teras.

Udara benar-benar dingin. Dia sama sekali tidak memakai pakaian hangat, hanya piyama. Popo bergulung di atas paha Hyeo dan dia mengelus-elus bulu abunya yang lebat.

Semalam ini Kyu belum pulang. Entah dia dimana dan sedang apa dengan wanita itu saat ini. Sudah hampir satu setengah jam Hyeo menunggu. Wajahnya terlihat letih sekali dan tubuhnya menggigil kedinginan. Dia melirik jam tangannya, “Setengah duabelas. Popo, kau masuk saja!” Popo tak bergeming, dia tetap setia menemani.

KRIIIINGGG~ KRIIIINGGG~

Hyeo buru-buru ke dalam untuk mengangkat teleponnya. Dengan susah payah dia berjalan karena kakinya kesemutan. “Yoboseyo?” sapanya.

“Kau belum tidur?”

“Kyuhyun-sshi..,” pekiknya dan mulai menangis.

“Hyaaa~ Kenapa menangis? Apa terjadi sesuatu di rumah?!” tanyanya panik.

“Aku mencemaskanmu, kenapa kau belum pulang?”

Terdengar suara tarikan napas yang panjang, “Hyeori-ah, mian.. Malam ini aku tak pulang. Saat ini Yoon Kyung benar-benar membutuhkanku. Aku tak bisa jauh-jauh darinya. Dia sangat kesepian.”

“Aku juga kesepian,” isaknya.

“Kau kan masih ada Popo. Ajak saja dia tidur bareng. Kalian kan sama-sama cewek!”

“Aku serius!”

“Hyeori-ah, tolong jangan persulit posisiku! Aku benar-benar tak bisa pulang malam ini. Aku harus menemani Yoon Kyung sampai dia merasa tenang. Oke? Sekarang kau cepat tidur! Jangan menungguku lagi! Byebye..”

“Jangan..jangan ditutup dulu!”

TUUUUTTTT~~

“Kyuhyun-sshi! Kyuhyun-sshi!” panggilnya percuma. Hyeo menutup teleponnya, “Huwaaaaa~”

Hyeo menangis semalaman. Sampai-sampai ia tertidur di sofa.

__________

PUKUL lima subuh. Pintu depan mengayun ke dalam. Dengan wajah lelah Kyu masuk dan meletakkan sepatunya sembarangan. Saat sampai di ruang tengah, dia kaget melihat Hyeo tidur di sofa. Dia melihat gadis itu menggulung tubuhnya menahan dingin. Tak ada bantal ataupun selimut.

Kyu menggendong dan memindahkannya ke kamar. Setelah itu ia ke kamarnya untuk beristirahat. Hari ini mereka berdua bolos sekolah. Keduanya sama-sama kelelahan.

Hyeo membuka kedua matanya dengan perlahan dan bingung mendapati dirinya sudah berada di kamarnya. Dia melirik Popo di samping kasur yang sedang mengeong minta makan.

“Popo, kau kucing siluman, ya? Bagaimana bisa kau memindahkanku ke sini?” tanyanya bingung.

Popo memutar kedua bola matanya, “Meong.. Plis deh, kau ini kelewat babo!”

“Kyuhyun-sshi!” tiba-tiba ingatannya melayang pada Kyu. “Popo, apa dia sudah pulang?”

“Meong. Yoyoy.. Lagi tidur di kamarnya!”

Hyeo segera berlari menuju kamar Kyu. Kyu memang ada di sana. Tertidur di atas kasurnya. Dengan perlahan Hyeo mendekati cowok itu. Setelah terasa begitu dekat, Hyeo melihat ada yang aneh pada Kyu. Napasnya tersengal-sengal dan tidurnya gelisah. Hyeo menempelkan punggung tangannya ke dahi Kyu.

“Demam!” pekiknya. Dia segera melesat ke dapur untuk mengambil kompresan dan segelas air minum. Kyu terus-terusan mengigau.

“Hyeori.. Mianhae.. Mianhae.. Mian..hae” ujarnya dengan napas yang terpotong-potong.

Gwaenchana, Kyuhyun-sshi. Istirahatlah.. Aku buatkan bubur dulu..” Hyeo beranjak dari tepi kasur namun Kyu menahan tangannya.

Kaljima! Kaljima!

Hyeo mengurungkan niatnya. Dia kembali duduk di lantai dengan kepala disandarkan ke kasur. Kyu masih menggenggam erat tangannya. Hyeo yang masih mengantuk melanjutkan tidurnya lagi.

__________

BEBERAPA jam kemudian Kyu terbangun. Dia terkejut ketika melihat Hyeo yang tertidur pulas di samping, masih menungguinya dengan setia. Keterkejutannya ditambah lagi saat dia menyadari kalau tangannya masih menggenggam tangan Hyeo. Buru-buru dia melepaskan genggamannya dan hal itu membuat Hyeo terbangun.

“Kau sudah bangun?” tanyanya dengan suara parau.

Kyu mengangguk kaku.

“Apa yang kau lakukan semalam? Kenapa bisa demam begini?”

“Aku.. Menemani Yoon Kyung berjalan-jalan..”

“Semalaman?!” pekik Hyeo.

Kyu meringis, “Hya~ Bisa tidak berbicara sedikit lembut? Telingaku sampai sakit begini.”

Hyeo yang sedari tadi bersusah payah menahan air matanya jatuh, pertahanannya kini sudah goyah. Air matanya meleleh juga. Kyu terkejut dan merasa tak enak. “Kenapa menangis?”

“Jangan seperti itu lagi! Jangan meninggalkanku dengan tiba-tiba, jangan pergi tanpa meninggalkan pesan, jangan membuatku menunggu lama, jangan membuatku mencemaskanmu, jangan menginap di luar lagi! Walaupun aku hanya seorang pelayan, tapi aku benar-benar tak ingin kau sakit. Lagipula aku sudah berjanji pada eonni untuk menjagamu. Kumohon jangan lakukan hal itu lagi!”

Kyu bangun dan duduk bersandar ke bantal. Lantas dia menarik tangan Hyeo dan menggenggamnya. “Hyeori-ah, mianhae. Aku tak tahu kalau kau menderita karena aku. Aku benar-benar minta maaf. Aku menyesal. Kelak aku takkan berbuat seperti ini lagi. Dan perlu kau ingat.. Aku tak pernah menganggapmu sebagai pelayanku. Kaulah satu-satunya teman perempuanku..”

“Yoon Kyung-sshi?”

“Oh ya, dia juga.”

“Apa yang terjadi dengannya?”

“Dia sedang dalam keadaan sulit. Dia ke Korea seorang diri. Orang tuanya memutuskan untuk bercerai, selain itu saat kami bertemu waktu itu, aku menolaknya ketika dia memintaku menjadi pacarnya lagi..”

Mwoyaaa???” pekik Hyeo kaget.

Kyu mengangguk, “Aku masih trauma. Itu wajar ‘kan? Ditambah lagi kejadian kemarin saat aku mengaleng bahumu. Dia mengira kita pacaran. Ahh~ Pelik sekali!”

“Kau..kau masih mencintainya?”

Kyu mengangkat bahunya, “Entahlah. Kalau boleh jujur, aku masih ingin bersamanya. Tapi bukan dalam konteks pacaran. Dan anehnya, keinginan itu selalu hilang jika aku sedang bersamamu.”

Waeyo?”

Kyu menggeleng, “Aku juga tak tahu. Kau selalu membuatku bahagia. Belum pernah aku merasakan hal ini sebelumnya. Sekalipun saat masih bersama Yoon Kyung dulu. Dia memang suka membuatku senang, tapi dia terlalu lembut, aku jadi agak sulit mengimbanginya. Sedangkan kau? Polos, galak, bawel, kadang menyebalkan, tapi kadang menyenangkan. Dan yang terpenting, aku bisa mencaci makimu sesukaku.”

“Cih. Geure~ Caci maki-lah aku sesukamu! Kazha..

Kyu tak mendengarnya, dia malah mendekatkan wajahnya ke wajah Hyeo. Hyeo membeku, benar-benar tak bisa bergerak. Kini Hyeo bisa melihat dengan jelas kalau bulu mata Kyu itu sangat lentik, warna matanya indah dan bentuk bibirnya bagus sekali.

Kyu mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi ke wajah Hyeo. Dia menatap lekat bibir gadis di hadapannya itu yang tinggal beberapa senti lagi. Jantung Hyeo berdebar keras. Dia tak bisa berbuat apa-apa kecuali membiarkan hal ini mengalir.

Wajah mereka benar-benar sangat dekat, bahkan ujung hidung mereka sudah bersentuhan. Kyu memejamkan matanya. Melihat hal itu, Hyeo pun ikut memejamkan kedua matanya dan…

TING~ TONG~ TING~ TONG~

Bel rumah berbunyi, mata keduanya serentak terbuka. Melihat wajah mereka begitu dekat, Kyu spontan menarik tubuhnya dan duduk menjauh. Wajahnya merah dan mulai salah tingkah, sedangkan Hyeo masih berada di posisinya. Dia shok dengan kejadian barusan. Wajahnya memerah, panas!

“Ada tamu,” ujar Kyu mencairkan suasana. “Biar kubuka. Kau buat makan siang saja!”

Mendengar suara parau Kyu, jiwa Hyeo yang sempat terbang ke awang-awang itu mulai kembali ke tubuhnya.

Ne,” sahut Hyeo yang juga bergegas ke keluar kamar.

Howaaaa~ Apa itu tadi?! Kyu medekatkan wajahnya ke wajahku. Bukankah itu artinya dia mau menciumku? Ahh, Tidak mungkin. Ahhh, naega micheo!!!

Saat sampai di anak tangga terakhir, Hyeo mendengar suara seorang wanita. Karena penasaran, dia mendekat ke ruang tamu. Memang benar, di sana ada Yoon Kyung.

“Bagaimana?” tanyanya.

Kyu tak menyahut. Dia mematung sambil memelototi amplop cokelat yang dipegangnya.

“Kyunnie, sekarang kau tahu kan siapa dia sebenarnya?”

Hati Hyeo mencelos ketika Kyu menjatuhkan selembar foto dari amplop itu. Ia melihat gambarnya sendiri di sana. Gambar ketika ia keluar dari rumah ini dengan dandanan culunnya.

Ketahuan! Batinnya. Seketika wajahnya langsung pucat dan keringat dingin jatuh ke pelipisnya. Karena panik, ia tak sengaja menyenggol vas bunga di sampingnya.

PRANGG!

Kyu dan Yoon Kyung saling pandang. Yoon Kyung mengedikkan kepalanya mengisyaratkan kalau Kyu harus mendatangi asal suara. Kyu menurut dan bergegas menghampirinya. Setelah sampai di ruang tengah, dia melihat Hyeo yang matanya sudah berkaca-kaca.

“Hyeori-ah?” panggilnya.

Hyeo tak menyahut. Dia menundukkan wajahnya karena takut.

“Jadi, selama ini kau menyamar?”

Mianhaeyo.. Mianhaeyo..” ujarnya sambil berlari keluar rumah.

“Hyeori! Lee Hyeori! LEE HYEORI,” panggil Kyu yang berniat mengejarnya, namun ditahan oleh Yoon Kyung.

..to be continued..

 
6 Comments

Posted by on February 12, 2010 in Fanfiction, 조규현 — Kyuhyun, Super Junior

 

Tags: ,

6 responses to “Super Junior FanFiction: “Beautiful Housekeeper [Part VI]”

  1. masitah

    February 15, 2010 at 8:38 AM

    fighting…. lanjutkan…. seru banget ni cerita…. wakakakak…..

     
  2. mythyun chulie

    February 15, 2010 at 8:31 PM

    gak sabar nunggu part 7..
    ahjumma…cepet2 dipublish dunks

     
  3. mythyun chulie

    February 15, 2010 at 8:33 PM

    oya…aq baru sadar
    klo part 6 ini….pendek az critanya….huaaaa..
    ahjumma…..

     
  4. AyuHangeng

    February 26, 2010 at 5:11 PM

    Crita x bgus bgt. . .
    Diya lanjutin terus xa!

     
  5. Rus Inriana (@Rhyrien_RhyHyun)

    August 17, 2011 at 9:23 AM

    waw…..konflik sesungguhnya….^^

     
  6. nine

    January 16, 2012 at 10:22 AM

    ahh yoon kyung kejam!!!!
    lgpula dy diskul nyamar kn jg ada tjuannya!!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: