RSS

Super Junior Fanfiction: “Happy Ghost [Part II]”

21 Feb

SM Entertainment, Korea – Morning
Saat sampai di SM, semua member Super Junior heran melihat sikap Hankyung yang berubah drastis. Sejak tiga bulan lalu, baru kali ini lagi mereka melihatnya tersenyum dan mengobrol riang. Biasanya dia selalu terlihat murung dan sedih.
“Ada peristiwa apa, Hyung? Kelihatannya senang sekali,” sapa Yesung.
Hankyung tersenyum, “Ada peristiwa hebat tadi malam.”
“Oya? Apa itu?”
“Ah, kalau aku bilang pasti kamu nggak bakalan percaya. Males banget deh dari kemarin semua orang nganggap aku gila. Apalagi si Donghae tuh, bener-bener udah anggap aku sinting!”
“Orang yang selalu dianggap sinting sepertiku ini tidak akan menyebut orang lain sinting. Jadi ayo, ceritakan!”
“Hahaha~ Babo! Baiklah, begini…”
“Hankyung-ah~~~,” panggil Heechul riang seraya melayang-layang centil di udara.
Yesung mendongak, “HEECHUL-HYUNG???!” teriaknya syok seraya terjungkir dari kursinya.
Hankyung menoleh heran, “Kau bisa melihatnya?”
“Bu…bu…,” ucap Yesung terbata-bata.
“Buta ijo? Bukan! Dia hantu. Hantu gila!” sahut Hankyung dan… PLAK! Heechul menggeplak kepalanya.
“SAKIIIITTT!!!” teriak Hankyung.
“Rasakan!”
“Bu…bu…”
“Buruk? Setelah jadi hantu wajahnya memang memburuk. Lingkaran hitam di kantung matanya membuat penampilannya memburuk… Oke, oke, ampun! Aku takkan bicara apapun lagi,” Hankyung menghentikan kata-katanya setelah dilihatnya Heechul mengangkat sebuah pot besar pohon palem yang siap dilemparkannya pada Hankyung.
“Bu…bukankah Heechul-hyung sudah meninggal?” akhirnya Yesung kembali normal.
“Kampungan banget sih kamu! Cih~ Ini nih alasan kenapa aku tak memasukkanmu ke club chocoball-ku. Heh, Jongwoon, kamu belum pernah lihat hantu, ya?” ejek Heechul.
“Kenapa bahas itu?! Aku dendam sekali padamu karena tak mengajakku! Malah si Hongki itu yang kau ajak. Huh!”
“Dia nggak kampungan, sih.”
“Hentikan!” Hankyung berusaha melerai. “Heechul, kenapa Yesung bisa melihatmu?”
“Mungkin karena golongan darah kita sama,” Heechul berhenti sejenak berpikir, “HAH? Berarti Hongki juga bisa melihatku? Kyaaa~ Aku mau bertemu dengannya. Annyeong…” Heechul melayang dengan cepat.
“HYAAA, KIM HEECHUL! Tadi kau kemari mau apa?” teriak Hankyung.
“Nanti saja kuceritakan di dorm!”
Yesung menundukkan kepalanya kecewa. “Dia lebih menyayangi bocah itu dibandingkan aku,” gumamnya.
“Kamu ketuaan, sih,” celetuk Hankyung seenaknya.
“Dia juga tua. KAU JUGA TUA!!!” teriak Yesung kesal, lalu berdiri bergegas meninggalkan Hankyung yang cekikikan sendirian.

__________

Super Junior’s Dorm – Evening
Heechul menjatuhkan dirinya ke kasur, tepat di samping Hankyung yang sedang berbaring sambil membaca buku. Wajahnya sarat dengan rasa kecewa.
“Kau kenapa?”
“Hongki tidak bisa melihatku. Seharian ini aku mengikutinya, berteriak-teriak seperti orang gila memanggil namanya.”
“Tenang, tak ada yang melihatmu!”
“Siapa bilang? Teman-teman seperhantuan banyak yang menertawaiku tahu!”
Hankyung mengalihkan pandangannya dari buku ke wajah Heechul yang berjarak hanya beberapa senti dari wajahnya, “Wow! Kau sudah punya banyak kenalan hantu rupanya!”
“Cih~ Noh, di sebelahmu ada tuyul yang lagi memasukkan tangannya ke saku celanamu,” ujar Heechul enteng.
Hankyung bergidik. Ia memandang ngeri saku celananya, “Chullie, kumohon usir dia!”
“HYAAAISSSHHHH,” teriak Heechul tiba-tiba pada saku celana Hankyung.
“Wae?” Tanya Hankyung bingung.
“Berengsek benar kamu, tuyul! Berani-beraninya menjulurkan lidah padaku!” Heechul melayang untuk pindah ke sisi Hankyung yang satunya. “Kau memang sunbaenim jika dilihat dari sisi debut sebagai hantu. Tapi jika dilihat dari ukuran fisik, akulah hyungmu! Dasar tuyul tengik!” umpat Heechul kesal.
Heechul menendang tuyul itu.
“Hya, kenapa ditendang keluar kamar? Bagaimana kalau dia mencuri uang member yang lain?”
“Ah sebodo amat! Yang penting dia tidak menganggu kekasihku ini!” ujar Heechul genit sembari memeluk Hankyung.
“Andwae! Lepaskan aku, Heechul-ah…”
“Aaaaaahhhhh,” teriak seseorang di luar.
Hankyung serentak keluar kamar dengan Heechul yang masih gelantungan di badannya, “Wae?”
Donghae tengah menelungkup di lantai. Tubuhnya lemas dengan napas terengah-engah. “Hyung, entah kenapa punggungku tiba-tiba sakit dan berat sekali.”
“Aish,” Heechul melepaskan diri dari tubuh Hankyung dan melayang menuju Donghae, “Heh tuyul kagak tahu manner! Dibilang keluar dari apartement ini, malah gelayutan di punggung dongsaengku. Kamu tuyul homoan, ya? Pergi sana! Jangan pernah injakkan kakimu di apartement ini lagi! Kalau mau nyopet, pergi aja ke rumahnya Lee Soo Man songsaengnim!” Heechul mencomot kepala botak tuyul itu dan melemparnya keluar jendela.
“Apa nggak keterlaluan?” Tanya Hankyung. “Nggak baik menganiaya anak kecil.”
“Dia lebih tua dari umur buyutmu tahu!”
“Ah, sudah sembuh. Syukurlah tidak perlu ke rumah sakit,” ucap Donghae semangat.
“Heechul sudah menolongmu, Donghae-ah!”
“Mwo?! Hyung, sudah dibilang kalau Heechul-hyung sudah meninggal. Ih keukeuh banget deh!”
“Bocah ikan! Nggak tahu rasa terima kasih banget nih anak,” gumam Heechul kesal.
Donghae berdiri dan berjalan menuju kamarnya, “Oke deh, Hyung. Kalau hyung tetap ngotot dia ada, selamat bercinta aja dengannya malam ini. Hehe~”
Hankyung melempar bukunya ke arah Donghae, sedangkan Heechul senyam-senyum sendiri.
“Kenapa kamu?” Tanya Hankyung yang sudah mencium firasat buruk.
“Kupikir apa yang dikatakan bocah Mokpo tadi ada benarnya.”
“MWO?! ANDWAEEE~~~” Hankyung berlari masuk ke kamarnya dan menutup pintu.

__________

Hankyung terbangun tengah malam. Ia terbangun karena suara berisik Heechul. Ia menyingkap selimutnya dan berjalan menuju Heechul yang sedang duduk memunggunginya menatap jendela.
“Heh, ngapain kamu nyerocos sendirian?” tanya Hankyung.
Heechul menoleh, “Aku lagi buat lagu tahu!”
“Mwo? Lagu buat Super Junior? Ah, gomawo…”
“Bukan! Ini untuk gadis yang aku temui di kantor tadi siang. Huwaaa… Cantik sekali! Aku langsung jatuh cinta nih.”
Hankyung menaruh punggung tangannya ke dahi Heechul, “Dingin!”
“Kalau hangat, itu namanya aku masih manusia. Dasar Babo!” Heechul mendelik sebal, “Tapi ada satu kendala. Dia berbahasa Mandarin.”
“Oya? Ayo kenalkan padaku!”
“Ogah! Nanti dia kau ambil.”
“Hahaha~ Ya nggaklah. Masa aku jatuh cinta sama hantu,” Hankyung membelai rambut Heechul, “Jadi ini yang ingin kau bicarakan tadi siang?”
Heechul mengangguk, “Sepertinya dia memperkenalkan dirinya. Tapi aku nggak tahu namanya apa. Habis dia itu nyebutin nama atau ngomong apaan. Aku kan nggak ngerti bahasa planet!”
“Bahasa planet katamu?” Hankyung mengertakkan giginya kesal.
“Hahaha~ Anak emas China ngamuk!”
Hankyung berjalan kembali ke kasurnya. Saat akan naik ke kasur, handphonenya berbunyi. Hankyung segera mengangkatnya.
Heechul menoleh melihat Hankyung, “Siapa? Tengah malam begini menelepon.”
Tangan Hankyung bergetar. Jantungnya berdegup kencang, “Iya, aku mengerti. Xie xie…”
“Siapa?”
“Ibuku,” Hankyung menghela napas, “Dia bilang kalau Xiao You menyusulku kemari dan menanyakan apakah dia sudah menemuiku apa belum.”
“Sepupumu yang kau bilang cantik itu?”
Hankyung mengangguk, “Dia pergi kemarin. Seharusnya dia sudah menemuiku, kan?”
“Mungkin besok,” hibur Heechul.
“Ya, semoga.”

..to be continued..

 

Tags: , , , ,

3 responses to “Super Junior Fanfiction: “Happy Ghost [Part II]”

  1. CunilSyalala

    February 24, 2010 at 4:56 PM

    woalah…lucu banget deh!!!
    hahahaha

     
  2. Pipit

    March 7, 2010 at 6:52 PM

    Lanjutan nya mana???Seru nih

     
  3. dinda ayuniar

    March 20, 2010 at 4:38 PM

    iya nih lanjutan cerita.a mn?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: