RSS

Super Junior FanFiction: “Beautiful Housekeeper [Last Part]”

28 Feb

HYEO terus berlari. Air matanya tak mau berhenti. Dia berlari tanpa tujuan. Entah mau kemana, yang penting menjauh dari rumah Kyu. Dia menyebrangi jalan, namun dia tak melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang dari arah kanan.

CIIIITTTTT…

“KYAAAA~~”

Mobil itu berhenti tepat beberapa sentimeter dari tubuh Hyeo. Seseorang keluar dari mobil itu. “Hyeori-ah, gwaenchanayo?!” tanyanya panik.

“Oppa.. Oppa.. OPPA~~,” jeritnya sambil menangis.

__________

KIBUM menyerahkan sebotol air mineral pada Hyeo yang dengan senang hati langsung menerimanya. Cuaca siang ini sangat mendung, karena itu mereka lebih memilih untuk diam di dalam mobil di parkiran sebuah supermarket, daripada terkena resiko kehujanan.

Setelah Hyeo selesai menenggak habis air mineralnya, Kibum mulai menanyainya, “Ada apa ini?”

Hyeo tidak langsung menjawab. Ingatannya kembali melayang pada kejadian tadi.

“Hyeori-ah, jangan membuatku cemas! Ayo katakan, sebenarnya ada apa ini?”

“Oppa.. Kyuhyun-sshi mengetahui penyamaranku..”

Kibum terkejut, “Bagaimana bisa?!”

“Lee Yoon Kyung yang memberitahukannya. Dia membawa bukti-bukti lewat beberapa foto.”

“Lalu bagaimana reaksi Kyuhyun?”

“Entahlah. Tapi sudah pasti dia sangat kaget. Oppa, dia pasti sangat membenciku,” isaknya.

“Bagaimana bisa kau menyimpulkan hal itu?”

Hyeo menundukkan wajahnya, “Dia pernah mengatakan padaku kalau dia sangat benci dibohongi, dan aku sudah membohonginya.”

Kibum meraih tangan Hyeo dan menggenggamnya. Kemudian dia mengangkat wajah Hyeo dan menyeka air matanya.

“Mungkin ini balasan untukku karena telah melukaimu, Oppa…”

“Ssshhh!! Jangan berbicara seperti itu. Na gwaenchana. Kau tak melukaiku, kau kan berusaha jujur dengan perasaanmu. Jangan dipikirkan lagi!”

“Aku..aku tak bisa sekolah lagi di sana. Aku akan minta Eomma mengirimku ke rumah nenek saja,” ujarnya.

Andwae! Bagaimana denganku? Kau mau menghilang lagi?” protes Kibum, “Begini saja, kau tetap sekolah di Goojung High School. Tapi untuk beberapa hari ke depan kau boleh menenangkan pikiran di rumah nenekmu. Bagaimana?”

Hyeo mengangguk. Kemudian Kibum menyerahkan hpnya pada Hyeo. Hyeo bingung apa maksud Kibum.

“Teleponlah Kyuhyun! Dia pasti sedang mencemaskanmu. Dan katakan padanya kalau kau menyukainya. Oke?” perintahnya.

Hyeo menggeleng, “Shiruh. Aku takut…”

Kibum menekan nomor Kyu, setelah terdengar nada sambungnya, dia menyerahkan hp itu pada Hyeo.

“Oppa, shiruh!

“Yoboseyo?” sapa Kyu.

Kibum melototi Hyeo menyuruhnya untuk segera bicara.

“Yoboseyo? Kibum-ah?”

Hyeo mendekatkan hp itu ke telinganya. Dengan suara bergetar dia mulai bicara, “Ini aku.”

“Hyeori-ah?! Hyeori, kau dimana? Sedang bersama Kibum?” tanyanya panik.

“Kau diam saja! Sekarang biarkan aku yang bicara. Dengarkan baik-baik karena aku takkan mengulangnya,” Hyeo menarik napas dalam-dalam, “Maafkan aku telah membohongimu. Ini karena aku ingin sekali dekat denganmu. Kau cowok dingin yang sangat sulit untuk didekati. Hanya dengan menyamar inilah jalanku satu-satunya. Ini semua karena aku, Lee Hyeori, sangat mencintaimu, Cho Kyuhyun. Aku memang telah menipumu dengan penyamaranku, tapi untuk yang satu ini aku mengatakannya jujur dari dalam hati. Aku sangat mencintaimu. Maaf selalu merepotkanmu dan terima kasih telah memberikanku kebahagiaan dalam beberapa bulan terakhir ini. Annyeong…

TUT~

Hyeo memutus teleponnya sebelum Kyu sempat berbicara. Dia mengembalikan hpnya pada Kibum. Kibum menerimanya dan membuka penutup belakang hp untuk mengambil kartu sim dan membuangnya.

“Aku tak ingin diterornya terus-terusan,” ujarnya sambil tertawa memamerkan sederet gigi putihnya.

“Oppa, kamsahamnida. Ahh, lega sekali rasanya.”

“Itulah yang kurasakan waktu itu. Lega sekali telah menyampaikan beban yang selalu tersimpan di dalam hati untuk orang yang kita cintai. Baiklah, sekarang kita mau kemana?”

“Bawa aku ke pantai!”

“Oke.”

__________

SUDAH dua minggu Hyeo berada di rumah neneknya. Eomma mengizinkannya membolos, karena jika di rumah, Hyeo sudah seperti mayat hidup.

“Sampai kapan kau di sana? Cepat kembali! Apa kau tak kasihan padaku? Setiap hari aku diteror Kyuhyun,” ujar Kibum sewot lewat telepon.

Mwo?! Kyuhyun-sshi menerormu?”

Ne, dia terus-terusan menanyakan keberadaanmu. Dia juga hampir setiap hari mendatangi rumahmu.”

“Kyuhyun-sshi mendatangi rumahku?”

“Dia sangat ingin menemuimu sepertinya. Ayolah, cepat kembali dan temui dia!”

Shiruh! Aku belum siap menemuinya.”

“Kau ini keras kepala sekali! Oh iya, aku lulus ujian masuk universitas.”

“Benarkah? Cukhae, Oppa.”

“Mmm.. Gomawo. Pokoknya kau harus cepat pulang!

Ne, besok pagi aku pulang. Oke, sampai jumpa.”

Hyeo menaruh hpnya di meja. Dia menekuk kaki dan memeluk lututnya.

“Apa dia masih mau menemuiku?”

“Hyeori-ah, cepat keluar! Ada tamu,” panggil halmeoni.

“Siapa itu, Halmeoni?”

“Aku tak tahu. Kau keluar saja!”

Ne~

Hyeo bergegas keluar untuk menemui tamunya. Di kursi taman, orang itu duduk di sana. Dia menoleh saat mendengar suara langkah mulai mendekat.

Neo?!” Pekik Hyeo benar-benar terkejut. Dia berbalik hendak kembali masuk ke rumah, namun cowok itu menahannya.

“Hyeori-ah, ada yang ingin kubicarakan. Bisa kita keluar sebentar?” pintanya.

Hyeo berbalik dan melirik singkat wajah cowok itu, “Untuk apa? Bukankah kau benci dengan perempuan pembohong sepertiku, Kyuhyun-sshi?”

Kyu menggigit bibirnya kesal. Tanpa basa-basi dia langsung menarik lengan Hyeo dan menyeretnya keluar pagar.

“Lepaskan! Ahh, Halmeoni, tolong!” teriak Hyeo. “Sakit. Lepaskan!”

Kyu tak memedulikan keluhan Hyeo. Dia terus menyeretnya sampai tiba di sebuah danau yang membeku. Sebuah tempat yang indah walaupun semuanya tertutup hamparan salju putih.

Kyu melepaskan genggamannya. “Kenapa kau meninggalkan rumahku?”

Hyeo mengerutkan dahinya.

“Tak tahukah kau kalau saat itu aku sangat cemas dan takut?”

Mian..

“Jangan sebut kata itu lagi! Aku benci mendengarnya. Waktu itu kata terakhir yang kau katakan mianhaeyo ‘kan? Aishh…”

“Memang itu yang seharusnya kukatakan padamu…”

“Begini Hyeori, aku memang pernah bilang kalau aku paling benci dibohongi. Tapi entah kenapa aku tidak sedih saat kau bohongi. Sebaliknya, justru aku malah senang…”

Ne?!

Kyu mengangguk, “Aku senang karena kau bukan pembantu beneran.”

Ne?

“Aishh, Kenapa kau selalu mengulang kata yang sama?”

Waeyo?

“Entahlah, mungkin itu karena aku.. menyukaimu!”

Hyeo terperangah. Jantungnya berdebar keras. Mukanya memerah.

“Kenapa kau diam saja?”

Hyeo gelagapan. Ingin sekali rasanya dia berjoget-joget dan berguling-guling di atas salju.

“Aku..aku…”

“Kau mau bilang kalau kau senang. Begitu ‘kan?”

Hyeo tersenyum, “Itu salah satunya. Tapi bagaimana bisa?”

Kyu memutar bola matanya, “Haruskah memiliki alasan untuk mencintai seseorang?”

“Kyuhyun-oppa…,” panggilnya senang.

Hyaaa. Jangan panggil aku oppa!”

Hyeo mengerutkan dahinya, “Wae? Bukankah dulu kau merengek-rengek minta dipanggil begitu?”

“Itu dulu. Sekarang kau harus memanggilku ‘Jagiya’. Arasseo?

Hyeo tersenyum senang. “Cho Kyuhyun, saranghae.

“Aku juga mencintaimu, Lee Hyeori.”

Hyeo mengalungkan lengannya ke leher Kyu. Mereka berpelukan cukup lama. Sore itu terasa indah walau tanpa matahari. Inilah saat-saat yang Hyeo dambakan selama ini. Cho Kyuhyun, cowok dingin yang dipuja seluruh cewek di Goojung High School berhasil dia taklukkan.

“Aku akan menceritakan ini semua pada Kibum-oppa.”

“Ceritakan saja padanya lewat telepon.”

Hyeo melepaskan pelukkannya, “Memangnya kenapa?”

“Dia menyusul orang tuanya ke California dan kuliah di sana. Tadi pagi-pagi sekali dia menemuiku untuk pamit, sekaligus memberitahuku kalau kau ada di sini,” tutur Kyu.

Hyeo menggeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak mungkin. Aku bahkan belum menyampaikan rasa terima kasihku padanya. Kenapa tadi di telepon dia tidak memberitahuku?!”

“Dia bilang kalau dia tidak ingin melihatmu menangis saat mengantarnya pergi. Karena itu membuat hatinya semakin sulit untuk meninggalkan Korea. Selain itu, dia juga bilang kalau dia belum bisa melihat kita bersama.”

Mata Hyeo berkaca-kaca, “Aku sudah membuatnya terluka.”

Kyu kembali memeluknya, “Sudahlah jangan bersedih! Terkadang setelah kau mendapatkan apa yang kau inginkan, kau akan kehilangan apa yang kau miliki.”

Hyeo tersenyum dan melepaskan pelukannya. “Kau yang kuinginkan dan aku mendapatkannya.”

“Jadi,” Kyu memegang wajah Hyeo dengan kedua tangannya yang dingin, “Maukah kau kembali ke rumahku untuk merawat rumah, bunga milik noona, Popo, dan aku?”

Hyeo mengangguk semangat, “Dengan satu syarat…”

Kyu mengangkat kedua alisnya menanti kelanjutan omongan Hyeo.

“Aku ingin melihatmu tersenyum.”

Mwo? Hanya itu? Ahahaha,” Kyu tertawa geli.

“Kau..kau tertawa? Aigooo,” Hyeo kembali memeluknya. “Akhirnya aku melihatmu tertawa.”

“Baiklah, kita ke rumah nenekmu sekarang. Aku hampir mati kedinginan.”

“Akan kubuatkan cokelat panas untukmu.”

Kyu merangkul pinggul Hyeo. Mereka berdua berjalan pulang.

“Ah, sepertinya satu sekolah akan shok melihat penampilanmu yang berubah nanti.”

“Aku harus mengganti penampilanku?”

“Tentu saja. Tidak ada sejarahnya Cho Kyuhyun yang tampan memiliki pacar culun!”

“Kau ini…”

Kyu menarik pinggul Hyeo, mendekatkan tubuh gadis itu ke tubuhnya, “Meskipun kita sudah tidak satu sekolah lagi, kau tak boleh membiarkan dirimu didekati pria lain. Arasseo?

“Kau cemburu?”

Kyu menjitak kepala Hyeo.

Di bawah langit sore yang bertaburkan lebatnya hujan salju, langit itulah yang berhasil menyatukan keduanya.

..THE END..

 

Tags: ,

7 responses to “Super Junior FanFiction: “Beautiful Housekeeper [Last Part]”

  1. Mila

    February 28, 2010 at 10:36 PM

    Wew slese jg dy ni ff… Krn euy.. Ajari aq dy bkn ff,hhe

     
  2. cho_nun

    March 3, 2010 at 12:35 AM

    .diya chukhae!! T___T
    .km brhasil bkin ak patah hati ! T_____T

    *lngsung packing n nyusul kibum k california >,<*

     
  3. dinda ayuniar

    March 29, 2010 at 2:53 PM

    wi………. romantissss
    ada nggak cerita yg lain?

     
  4. chika

    May 15, 2010 at 11:14 PM

    kyaaaa >.< cute bgt! romantis bgt cerita kamu hoho bikin fanfict lagi dong🙂 aku tunggu..

     
  5. Rus Inriana (@Rhyrien_RhyHyun)

    August 17, 2011 at 10:39 AM

    kya….the end….><
    ya ampun romantisnya…..
    tp kasian kibum T_T

     
  6. nine

    January 16, 2012 at 10:33 AM

    ahh so sweet….
    tp ksian kibum…

     
  7. magnaelover

    July 21, 2012 at 5:01 AM

    Suka bgt suka suka suka …
    So sweet🙂 kurang panjang ceritanya !!! Daebak deh authornya !

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: