RSS

Super Junior FanFiction: “My Soul”

10 Jul

Ketika langit biru berjanji akan cerahnya hari,

angin kencang pun berhembus membawa sekumpulan awan mendung bersamanya kemudian menjatuhkan butiran kristal air bening nan sejuk yang dikandungnya.

Lantas… masihkan janji langit biru dipercaya?

+++++

Image and video hosting by TinyPic

Aku membaca ulang puisi yang baru saja kutulis itu. Hm… serasa ada yang kurang. Aku tidak tau kenapa bisa berpikir seperti itu. Kurasa aku belum membuat janji untuk siapapun, jadi aku masih bisa di percaya kan? Lagi pula aku bukan lah ‘sang langit biru’, juga bukan ‘si awan mendung’. Aku hanya menuliskan nya. Aku menuliskan nya tanpa tau maksud yang kutuju. Apa yang sedang kupikirkan itulah yang kutulis. Dan sekarang aku malah kebingungan untuk menulis apa. Aku kebingungan dan hanya menulis apa yang sedang muncul di pikiran ku, apa yang kutulis itu lah perasaan ku. Aku bingung. Sangat bingung.

Terlalu bingung dengan perasaan…

Terlalu bingung dengan apa yang ingin dituju…

Itulah aku, aku yang kebingungan ^^

Kemudian aku mencoba menulis fanfiction. Yah, fanfiction ini kubuat berdasarkan cerita yang dulu pernah dikisahkannya. Entah kenapa aku selalu memikirkan kisah ini sejak dia menceritakannya dulu dalam sebuah majalah. Aku selalu berpikir kisah nya bagaikan cerita dalam drama-drama yang selalu kutonton. Seorang pria tampan yang dingin dengan wanita nya gadis bodoh yang egois. Hahaha.., aku mencoba menuliskannya dan jadilah tulisan ini

Yak, silahkan membaca kisah  yang  bahkan belum kupikirkan judulnya -,-‘

+++++

18 years ago…

Anak laki-laki  itu berdiri menatapku. Dia menatapku dengan amarah. Kulihat tangan nya bergetar dan tak lama dihentakkan buku-buku jarinya ke meja dihadapannya. Membuat suasana kelas yang semula sangat riuh saat jam makan siang menjadi sunyi senyap.

Anak itu kemudian berteriak padaku, “Apakah yang kuat begitu hebat? Baik! Ambil makananku dan memakanlah sampai kamu berubah menjadi babi raksasa! Jadi, kau masih mau memukulku lagi?”

Aku tercengang ketika mendengar dia berani membantahku. Aku tau wajahku sangat merah sekarang. Dan jujur aku sangat marah dengan hinaan nya itu.

Kemudian anak itu memaki ku lagi, “Apa memasang wajah sedih, beat it! Pergi dan bermain dengan babi raksasa lain! Bisakah kamu berhenti berjalan seperti kau menginjak plastik? itu sangat berisik. Berisik! Bahkan tanah terguncang …”

Tepat pada saat itu, aku mulai menangis, melolong di lantai!Semua gadis-gadis lain menunjuk jari-jari mereka pada anak lelaki itu, tapi dia tidak peduli dan berjalan keluar dari kelas! Ketika dia kembali, makanannya tentu saja masih tak tersentuh, jadi dia berkata kepada aku lagi, “Em? kamu masih belum makannya? Aku akan meninggalkannya di sini sehingga kamu dapat memakannya nanti.”

Aku mulai menangis lagi dan sekali lagi anak itu dimarahi oleh gadis-gadis lain. Entah kenapa aku yang semula sakit hati dengan ucapannya menjadi iba dengan kondisi nya yang kini malah dimaki oleh gadis-gadis lain yang juga teman sekelas kami. Karena pada dasarnya aku lah sang pembuat masalah pada awalnya.  Yah, akulah yang pertama kali mengganggunya sejak beberapa hari yang lalu.

Anak lelaki itu adalah anak baru dikelas ku. Aku memperhatikan dirinya sejak awal. Anak itu terlihat sangat lemah dan terlalu cantik untuk tampang anak lelaki. Tubuhnya juga kurus ceking, dengan kulit putih yang mulus dan tanpa luka tanda kenakalan anak-anak lelaki pada umumnya.

Karena dia terlihat lemah, aku dan beberapa anak-anak gadis lainnya selalu mengerjainya. Dia hanya diam saat kami kerjai. Hal itu membuat kami semakin senang mengganggunya, apalagi ditambah fakta bahwa dia tidak mempunyai teman baik disekolah sehingga tak seorang pun membelanya. Selain karena dia yang lemah, aku mengerjainya juga karena ada rasa iri dihatiku. Dia seorang namja tetapi mempunyai tubuh seperti yeoja. Sementara aku, seorang yeoja yang bertubuh seperti beruang. Tampangku pun kasar seperti lelaki. Aku sangat iri dengannya.

Sejak hari itu, aku tidak berani menggertak dan mengganggunya. Dan dia tetap dengan kesendiriannya. Tak seorangpun dari kami yang menjadi temannya. Yah, tentu saja. Itu karena dia memang bukan tipe anak yang suka berteman. Lagi pula dia tak lama bersekolah di tempat kami, 2 bulan setelah kejadian itu dia  pindah sekolah.

+++++

Pernahkah kalian membaca kisah itu?

Itu salah satu kisah masa lalu Kim Heechul yang pernah diceritakannya di majalah EPOP Magazine edisi Malaysia yang dipublish pada bulan maret 2010. Entah itu terjadi saat kapan, aku hanya menuangkannya sedikit (mungkin secuil malah hehe) menjadi sebuah fanfiction yang sepertinya menarik. Aku selalu membayangkan, bagaimana perasaan sang gadis saat membaca majalah itu. Mungkin saja dia sangat malu atau malah dia sudah lupa. Tapi ada juga pikiran lain yang muncul yaitu sang gadis mungkin malah tidak tau bahwa anak lelaki yang dulu memakinya sudah menjadi seorang bintang besar , hahaha~~.

Bahkan ketika diwawancara Heechul berkata seperti ini, ‘mungkin gadis itu akan membaca ini, dan aku memohon maaf. Tapi itulah aku. aku tidak mudah digertak.’

Yeah, mungkin saja juga gadis itu juga membacanya. Bisa jadi malah gadis itu seorang ‘Petals’ hal yang mungkin saja terjadi sebab bagaimanapun juga Kim Heechul telah meninggalkan kesan yang sangat kuat bagi hidupnya. Aku sendiri tidak bisa membayangkan di saat masih anak-anak, ada seorang anak lelaki yang memaki ku dan mengatakan diriku ‘babi raksasa’. Harga diriku mungkin hancur saat itu juga. Tapi ada hal lain yang bisa juga terjadi, ‘mungkin saja aku akan menjadikan anak itu sebagai cinta pertamaku’. Karena itulah aku pun melanjutkan lagi fanfiction ku itu menjadi kisah seperti ini.

+++++

5 years ago…

Aku tersentak dari duduk ku saat melihat sebuah iklan di KBS TV yang menayangkan sebuah drama baru berjudul Banolim. Yah memang sudah 13 tahun berlalu saat terakhir kali aku melihatnya, tetapi aku bisa mengenali wajah itu. Wajah anak lelaki yang dulu pernah memaki ku, yeah walau itu karena salah ku . Tapi aku tidak menyangka dia akan menjadi seorang aktor. Wajah cantiknya masih tidak berubah, walau aku tau dia juga sangat tampan dan menjadi seorang aktor memang pantas untuknya. Tetapi masihkan dia seperti dulu? Masih seorang anak yang pemalu dan tidak suka berteman?

Aku lalu iseng mengetikan namanya di situs Naver. Ku temukan banyak foto nya disana. Ternyata sebelum menjadi aktor, dia terlebih dulu menjadi model beberapa produk pakaian. Aku sangat menyukai semua foto dirinya yang berhasil kutemukan.  Lalu tidak hanya mengumpulkan foto-fotonya, aku pun mencari informasi tentang dirinya. Ternyata walau baru debut dia sudah memiliki sejumlah fans. Hal yang tidak disangka mengingat dulu dia sangat tidak popular.

Aku lalu menemukan alamat cyworldnya dan kemudian pelesir disana. Aku tertawa melihat foto-foto yang dipost kannya. Dibeberapa foto dia benar-benar terlihat seperti seorang yeoja. Apalagi dia sangat narsis. Aku membaca semua curhatan yang ditulisnya di cyworldnya dan aku tau sifat pemalunya sudah tidak ada lagi diganti dengan sifat begitu percaya diri. Yang tidak hilang darinya hanyalah sifat suka menyendiri dan tidak terbuka. Tapi aku senang saat melihat foto-fotonya dengan teman-teman trainer nya. Aku senang karena ternyata dia memiliki teman-teman disampingnya. Ingin rasanya mengontaknya, aku lalu meninggalkan pesan atas namaku di cyworldnya dan meninggalkan alamat cyworldku disana agar dia membalas. Dan syukurlah, dia membalas pesan ku. Dia mengajak ku untuk bertemu yang tentu saja kusambut dengan hangat.

Beberapa hari kemudian kami bertemu disebuah coffe shop. Jujur aku sangat gugup dengan pertemuan ini. Aku takut dia masih membenci ku. Tetapi dia malah menyambutku dengan senyuman hangat yang membuat perutku bergejolak saking senangnya.

“Annyeong Heechul-sshi,” sapaku.

“Annyeong Park Chae ri,” sahutnya dengan senyuman yang masih mengembang dibibirnya yang membuatku membeku. “Silahkan duduk.”

Setelah dipersilahkan, aku pun duduk di kursi yang ada dihadapannya. Aku masih tidak bisa menghentikan rasa gugup ku. sehingga dia berbicara lagi, “aku tidak menyangka kau masih mengingatku.”

“Ne, tentu saja. Kau kan orang yang pertama membentak ku,” sahutku. Kemudian kulanjutkan lagi, “justru aku yang tidak menyangka kau masih mengingatku.”

“Keke~ tentu saja. Itu hal yang tidak akan mungkin kulupakan. Itu pertama kalinya aku membentak seorang yeoja,” ujar Heechul.

“Mianheyo, aku sudah sangat jahat padamu saat itu,” sahutku lagi.

“Tak masalah. Saat itu kita masih anak-anak.”

“Heechul-sshi, selain meminta maaf aku juga ingin bilang kalau aku akan mendukungmu. Aku akan menjadi salah satu fans mu. Jadi, semangatlah dalam menempuh karir mu sebagai aktor. Kau pasti akan jadi aktor sukses kelak,”ujarku penuh semangat yang membuatnya terbahak-bahak, “Heechul-sshi, kau mengejek ku?”

“Aniya, aku tidak bermaksud begitu. Tapi semangat mu itu yang membuat ku geli. Baiklah, kalau begitu kau akan menjadi ‘petals’. Dukunglah aku apapun keputusan karir ku kelak, setuju?”

“Ne,” angguk ku mantap.

Setelah pertemuan itu, kami pun cukup sering berjumpa. Aku bahkan pernah diajak ke dorm tempatnya tinggal bersama traine yang lain. Tetapi dia tidak hanya mengenalkan ku dengan teman-temannya. Dia juga mengenalkan ku dengan kekasihnya. Aku tidak menyangka diam-diam Heechul berkencan dengan seorang entertainer juga. Dia mengenalkan ku pada gadis itu dengan alasan tidak ingin kekasihnya cemburu. Dia bilang dia sangat mencintai kekasihnya itu, dia juga bilang kalau gadis itu adalah cinta pertamanya. Sebenarnya, aku merasa sedih ketika mengetahui kalau dia sudah memiliki kekasih, karena secara diam-diam aku telah jatuh cinta padanya.

Ketika aku menyadari perasaan ku, secara perlahan aku mundur. Aku mulai menjauhinya, walau itu sangat menyakitkan. Keputusan tersebut kubuat karena saat bersamanya perasaan ku jauh lebih sakit. Aku memutuskan untuk pindah ke provinsi Gyeongsangnamdo tepatnya di kota Ulsan karena memang kantor tempatku bekerja membuka cabang disana. Aku berpikir mungkin dengan menjauh perasaan ku padanya akan memudar. Tetapi walau pun aku menjauh bukan berarti aku berhenti mendukung karir nya. Aku tetap berada pada barisan pengagumnya. Pengagumnya sebagai seorang aktor.

+++++

Yak bagaimana? Apa kisah nya cukup menarik?  Mungkin akan ada beberapa readers yang kesal padaku karena membuat cerita yang hanya sepotong-potong. Maafkan aku, jujur saja aku belum mendapat ide untuk kelanjutan kisah ini padahal aku sudah memikirkannya selama 2 bulan ini hehe..

Awalnya aku hanya ingin ‘sang gadis’ tidak disebutkan namanya. Tapi, seiring dengan berjalannya alur cerita  tergelitik sekali rasanya ingin menampilkan diriku disana. Aku sebagai ‘sang gadis’, hahaha. Tapi setelah itu aku malah merasa ‘kosong’. Aku sama sekali tidak bisa melanjutkan cerita ini, padahal aku sudah lama mengidamkan menuliskannya ketika diberi kesempatan. Aku sudah berpikir keras. Tapi yang ada malah aku mengacaukannya. Aku tau kisah seperti ini tidak akan berakhir bahagia, sebab apa? Kim Heechul sama sekali tidak mempunyai perasaan cinta pada sang gadis. Walau hanya sekedar fanfiction tapi cukup sakit rasanya menuliskan sebuah kisah cinta yang tidak akan terwujud, apalagi memajang namaku sebagai ‘sang gadis yang ditolak’ hiks~ T.T

Selain  alasan aku belum siap ditolak cintanya, alasan lainnya adalah aku memikirkan ‘sang gadis’ yang sebenarnya. Bagaimana keadaanya sekarang? Hal bodoh memang memikirkan orang lain yang bahkan belum pernah kulihat bentuk fisiknya bahkan namanya. Tetapi jujur kukatakan aku selalu memikirkan ‘gadis itu’.

Mungkin akan ada beberapa readers yang bisa melanjutkan kisah ini. Aku tidak keberatan justru aku akan sangat senang. Aku sangat penasaran apabila kisah ini bisa dikembangkan kearah lain yang bukan seperti dipikiranku. Kalian juga bisa mengubah nama ‘sang gadis’. Aku memberikan fanfiction ini bukan karena aku menyerah untuk melanjutkannya tetapi karena aku berpikir terlalu berlebihan. Coba saja baca bagian ini,

+++++

Perjalanan waktu memang tidak bisa dihentikan. Perjalanan hidup sesorang juga tidak mudah diterka. Dulu aku selalu mengira Kim Heechul akan hanya menjadi seorang aktor. Tetapi aku salah. Tak lama setelah aku pergi ke Ulsan, Heechul justru malah menjadi penyanyi dengan bergabung di grup Super Junior 05. Saat itu aku sama sekali tidak mendukung keputusan karirnya. Aku termasuk petals yang tidak terima dia digabungkan dengan 11 pemuda lain dalam satu grup. Mereka seperti anak buangan saja. Alasan lain ketidak setujuan ku adalah aku merasa grup itu mendompleng nama Heechul dan beberapa member yang lain yang sudah punya nama terlebih dahulu. Aku juga tidak suka dengan style rambut Heechul saat itu yang seperti model rambut ‘candy-candy’. Aku sudah melanggar janjiku padanya. Janji bahwa aku akan selalu mendukung keputusan karirnya.

Tetapi, itu dulu. Sekarang aku sudah kembali menepati janji ku. Aku mendukung segala pilihan karir yang dijalaninya. Walau tinggal di Ulsan, tapi aku menyempatkan diri menonton drama musical ‘Xanadu’ yang dimainkannya. Selain itu aku juga selalu membeli album Super Junior dan menonton konser Sushow mereka saat di Seoul. Yah, sekarang aku bukan hanya seorang petals, tetapi juga seorang Elf. Walau tetap saja hanya Kim Heechul yang kupuja. Dan tentang perasaan cintaku padanya, hal itu masih belum berubah. Aku masih tetap mencintainya. Tetapi rasa itu tampaknya bisa dialihkan menjadi rasa sayang seorang sahabat karena bagaimanapun aku tidak bisa berharap lebih. Aku merasa aku hanya akan menjadi sahabatnya. Tidak mungkin dia akan membalas cintaku, sehingga perasaan itu pun hanya bisa kupendam

Saat ini, aku sedang dalam perjalanan dari Ulsan menuju Seoul. Aku sengaja mengambil cuti beberapa hari karena selain untuk melepas rindu dengan keluarga juga untuk menyiapkan pesta spesial untuk ulang tahun Heechul yang ke- 28.

Tidak biasa aku melakukan hal ini. Biasanya setiap tahun saat ulang tahunnya semenjak aku pindah ke Ulsan, aku hanya mengirimkan kado dan menelponnya jika dia tidak sibuk. Tapi tahun ini menjadi berbeda karena mungkin inilah kesempatan terakhirku.  Aku berusia setahun lebih tua dari nya dan keluarga ku sudah mulai mendesak ku untuk segera menikah. Memang belum ada calon untuk pasangan hidup ku kelak, tetapi mereka tidak henti-hentinya menyuruhku untuk mengakhiri masa lajang. Jika aku menikah di akhir tahun ini,itu artinya aku sudah tidak bisa dengan bebas bertemu dengan Heechul lagi. Oh, aku sungguh tidak siap jika itu terjadi.

+++++

Ketika dilanjutkan, aku malah seperti membuat sebuah biography yang sangat tidak otentik lol~. Perasaan ku juga terlalu nampak disana dan aku tidak suka bila itu terjadi. Mungkin terlalu berlebihan buat ku untuk memuat sebuah fanfiction yang tidak jelas ke mana arah dan tujuannya. Tapi aku sangat ingin membaginya. Kalian mungkin akan mengerti perasaanku, perasaan dimana ingin saling berbagi kisah. Kisah yang sangat ingin kita buat tetapi ketika dalam proses yang ada ‘kebuntuan’.

Jadi bagaimana? Apakah kisah ini harus diteruskan? Atau aku hancurkan? Atau kalian lah yang melanjutkannya?

Kalian bisa menghubungi ku tentu saja jika ingin mengambil cerita ini, tapi jangan cap aku ‘ke PD-an’ karena mempunya pikiran ‘ada yang mau mengambil kisah ini’,ini bukan karena tingkat percaya diri ku yang sudah melampaui batas sehingga dengan bangganya memberi sebuah ide fanfiction. Bukan itu maksud ku. Aku hanya ingin membaca kisah ini jika berjalan ke arah lain. Membaca kisah ini jika dibuat versi lain selain yang kupikirkan.

Adakah yang mau melakukannya untuk ku? Aku tidak peduli kisah ini akan berakhir seperti apa di versi kalian. Terserah, tapi aku sangat ingin membacanya.

Ku kira cukup sampai disini, gomawo buat semunya yang menyempatkan diri untuk membaca. Jangan kesal padaku karena menuliskan hal yang ‘aneh’ dan mungkin tidak biasa dan malah mengklasifikasikan sebagai sebuah ‘fanfiction’. Karena bagiku sebuah fanfiction bukan hanya sebuah kisah khayalan dari seorang fans untuk idolanya, tetapi dalam fanfiction terdapat cinta yang tulus yang sangat diharapkan dari sang penulis. Fanfiction memuat keinginan yang mungkin saja tidak dapat diwujudkan. Membayangkannya tetapi tidak ingin terjatuh dalam khayalan saja. Meluangkan nya agar tidak menjadi sebuah beban yang mengganjal. Itulah fanfiction menurut definisiku. Dan kurasa semua yang kutuangkan di tulisan ku ini memang sudah pantas masuk dalam kategori fanfiction. Benar ‘kan?

By: Mythyun Chullie/mitmit babo

 

8 responses to “Super Junior FanFiction: “My Soul”

  1. mirsakyu

    July 10, 2010 at 10:57 PM

    mit, aku ga ngerti sastra2an, tp bahasa kamu keren… aku suka…
    gaya penulisan dan ide cerita bikin ff *ato postingan*, aku suka…
    simpel ga lebay dan mengandung makna… bingung mo ngomong apa… lanjutin lah mit… ga ada rencana lanjutin sendiri? bagus loh… ^^

    saengil chukhae heechul-ssi… ^________^

     
    • mythyun chulie

      July 10, 2010 at 11:18 PM

      masalahnya aku ‘buntu onn’
      udah lama nih ff ku buat tp pasti aq delete lanjutannya..T___T
      klo versi aq mah gak bakalan happy end nih kisah…
      aq kagak mw onn…
      sedih rasanya klo di ff az kisah cinta ku ma chullie gak mulus…
      hiksss

       
  2. diyawonnie.sungie

    July 11, 2010 at 6:39 AM

    ASTAGA…
    si mitmit…
    gantung bgt. jadi penasaran deh ah…
    haduh sapa yg mau lanjutin hayoooo!!!
    aku penasaran!

     
  3. rin

    July 31, 2010 at 5:15 PM

    lanjutin dong ceritanya….aq penasaran bgt…

     
  4. riev

    October 16, 2010 at 12:15 AM

    Hua…keren banget2…sayang ngegantung…
    kalo boleh saran, biarkan sang gadis (jadi ikutan nyebutnya gitu) bahagia dengan laki-laki lain. jadikan ultah ke-28 itu menjadi semacam pintu menuju kebahagian nyata sang gadis. kebahagiaan untuk mencintai dan dicintai…
    hmm, senangnya kalo bisa mencintai dan dicintai…sang gadis harusnya menyadari itu…

     
  5. Kim_hankyu

    December 26, 2010 at 10:53 AM

    jangan gantung pleaseeee TT–TT

    huaaaaaaaaaaaaa !!!! ayolah lanjutiiiin
    bagus bangeeeeet

     
  6. hyukbumnik

    March 20, 2011 at 1:18 PM

    ah sumpah ini mit eon, haduh ada lanjutannya ga nh?

     
  7. Hani Emang Love Jepkor

    January 1, 2012 at 5:50 PM

    LANJUT LANJUT!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: