RSS

SHINee FanFiction: “Poor Relationship Between Taemin & Key”

19 Jul

Key : Annyeong, Almighty Key imnida^^/

Taemin (TM) : Annyeong, Taemin imnida^^/

Key : Aku ingin bercerita mengenai sesuatu. Kalian mau mendengarkannya, kan? Ceritanya tentu saja mengenai aku dan Taeminnie. Aku ingin mengaku dosa bahwa dulu aku hampir saja membunuhnya.

TM : Aaahhh… Tentang itu? Hyung, jika aku mengingatnya, rasanya aku juga ingin membunuhmu.

Key : Aku kan sudah minta maaf. Aku juga sudah dihukum Taeyeon-eomma dan Onew-appa. Takkan kuulangi lagi. Lagipula karena hal itu kita bisa sedekat ini, kan?

TM : Aigoo, terserahmu saja. Ayo, sekarang ceritakan! Mereka mulai mual mendengar ocehanmu.

Key : Baiklah. Kalian, dengarkan baik-baik, ya!

+++++++

AKU sangat menyayangi adikku, Taemin. Namun dia amat sangat membenciku. Dia membenciku jauh sebelum aku hampir membunuhnya. Saking bencinya, sekali pun ia tak pernah memanggilku dengan sebutan ‘hyung’.

Dulu aku masih kelas tiga SMA, sedangkan dia kelas satu SMA. Kami satu sekolah, karena appa dan eomma menginginkanku menjaga Taemin yang sering sakit-sakitan.

Karena sifat over protective-kulah ia membenciku. Benci untuk selalu kuikuti. Ia juga membenciku yang terlalu lebay. Walaupun ia jauh lebih sering jatuh sakit, tetapi sikap tubuhnya sangat lelaki sekali. Sedangkan aku, bersikap sangat ceria atau lebih tepatnya terlewat over-akting terutama di hadapan banyak orang. Maka dari itu ia malu memiliki hyung sepertiku. Terlebih lagi aku menyukai hal-hal yang anak gadis sukai, salah satunya memasak!

TM : Hyung, kau bicara terlalu banyak!

Key : Ahahaha, baiklah… Langsung ke point-nya kalau begitu…

Aku senang sekali memasak dan mencoba berbagai resep baru. Suatu hari, aku mencoba membuat ddokbokki. Ingin sekali membuat yang spesial untuknya, karena tujuanku adalah meluluhkan hati Taemin, maka aku campurkan seluruh bahan yang ada di kulkas ke dalam masakanku.

Saat itu aku ingin sekali ia memuji keahlianku dalam memasak dan bisa menerima hobiku ini. Tapi…

TM : Tapi kau hampir saja membunuhku! Nappeun!!!

Key : Hyaaa! Biarkan aku saja yang bicara. Kau diam!

“Taemin-ah, bermain games  lebih enak sambil ngemil. Akan kubuatkan ddokbokki,” ujarku riang.

“Tak perlu!”

“Kau harus mencobanya! Ini spesial kubuatkan untukmu.”

Aku pun mulai memasak. Saat itu rasanya bahagia sekali, karena ia tetap berada di ruang tengah bermain game. Biasanya ia selalu saja menghindar bersembunyi di kamar. Jadi kupikir, ia ingin mencicipi masakanku.

TM : Hey, hey, hey. Saat itu hyung yang memaksaku makan…

Key : Aku tak peduli. Sepertinya kau memang tergoda dengan ddokbokki-ku.

TM : Aku takkan pernah tertarik dengan racun yang kau buat.

Key : (Menutup telinga) Nanana… Tak dengar, tak dengar…

“Sudah jadi. Ayo, cepat dimakan!”

“Apaan, nih? Ddokbokki kan berwarna merah. Kenapa ini hijau lumutan seperti ini?”

“Kumasukkan sedikit jus bayam dan paprika. Rasanya pasti enak. Ayo, cepat dimakan!”

“Tak mau! Aku hanya ingin makan masakan eomma.”

“Eomma sedang sibuk mencuci baju. Sini kusuapi,” aku menyendok ddokbokki-nya, “Aaaa~”

Taemin mati-matian menolak. Ia berlari mengelilingi meja dan aku dengan setia mengejarnya dengan sesendok ddokbokki yang ada di tangan kananku. Ia berteriak-teriak mengancamku jika berani mendekatinya. Dan aku masih tak menyerah. Hingga akhirnya ia terjatuh.

“Kibum, jangan mendekat!” ia menggerak-gerakkan kakinya bermaksud menendangku, “Aku tak bisa makan bayam. Kumohon jangan paksa aku!”

“Sayuran sangat baik bagi tubuhmu,” kakinya berhasil kutaklukan dengan cara mendudukinya, “Buka mulutmu! Aaaaa~”

“Andwae! Eommaaa, appaaa…”

Key : Ekspresimu saat itu buruk sekali -___-

TM : Hentikan komentarmu itu dan lanjutkan saja ceritanya!

Aku menutup hidungnya agar ia tak bisa bernapas dan membuka mulutnya sebagai pengganti meraup oksigen. Tapi ia tetap menutup mulutnya. Ah, aku lupa kalau ia bisa bertahan menahan napas hingga satu menit lebih. Jadi, sudah kuputuskan untuk menunggunya membuka mulut.

Satu menit berlalu…

“Hyaaa, Kunciii!” teriaknya dan secepat kilat menutup mulutnya lagi.

“Taemin-ah, buka mulutmu! Aku ingin kau memakan sayuran. Aku takkan seperti eomma yang pasrah saja melihatmu menghindari sayuran.”

“Ku…,” ujarnya dan menutup mulutnya lagi, tak lama kemudian membukanya lagi, “…mohon jangan…,” menutup lagi lalu, “…bayammm!”

HAP!

Ddokbokkinya kini sudah berada di dalam mulutnya. Aku berhasil! Setelah itu, kututup mulutnya rapat-rapat menggunakan tanganku agar ia tak bisa memuntahkannya. Taemin-ah, setelah ini kau pasti akan menyembahku berterima kasih karena baru merasakan kalau bayam itu rasanya luar biasa enak.

“Mmmhhh…,” gumamnya tak jelas seraya mengangkat tangan kanannya. Itu kebiasaannya jika sedang memanggil eomma.

TM : Saat itu wajahku pasti sudah membiru. Apa kau tak dapat membedakannya?

Key : Sama sekali tidak. Oh, Taem… Kau pasti sangat menderita saat itu.

TM : Bayi baru berojol gejrot juga tahu, Hyung!

“Enak, kan? Kuambil lagi ya,” aku beranjak menjauhinya menuju piring yang berada di meja, namun ketika aku berbalik, “TAEMIN-AH!!!”

Ia tergeletak pingsan dengan wajah membiru. Aku berteriak-teriak kesetanan meminta bantuan. Eomma muncul dari halaman belakang dan ikut-ikutan menjerit. Aku segera menelepon rumah sakit meminta agar ambulans segera datang.

Taemin dilarikan ke rumah sakit ditemani appa yang sebelumya kutelepon untuk segera pulang. Aku diam di rumah untuk menemani eomma yang masih menggigil ketakutan.

“KAU APAKAN DONGASENGMU, HAH?!” jeritnya.

Aku ditampar berulang kali oleh Taeyeon-eomma. Ternyata Taemin alergi tingkat tinggi dengan bayam dan aku tak pernah mengetahuinya. Aku benar-benar merasa gagal menjadi seorang hyung. Sejak hari itu, sebagai hukuman, selama seminggu aku tidur di halaman luar di kandang anjing.

Beberapa minggu kemudian Taemin pulang dari rumah sakit. Aku menyambutnya dengan gembira, namun ia malah semakin membenciku. Dan parahnya lagi, ia selalu menampakkan mimik ketakutan saat melihatku. Sejak saat itu, terbentang jurang yang sangat dalam di antara kami.

TM : Kata-katamu lebay!

Key : Diam!

“Taemin-ah, aku baru saja membuat puding. Kau mau mencoba?”

Ia berlari ketakutan saat mendengarnya dan mengadukan hal tersebut pada eomma. “Jangan kauberikan masakanmu pada Taemin!” teriak eomma.

Ohhh Taengoo-eomma… Perkataanmu benar-benar menghancurkan hatiku. Padahal aku hanya ingin membuat dongasengku gembira karena puding buatanku.

+++++++

Di sekolah…

“Taemin-sshi, kau pasti senang sekali memiliki hyung seperti Key-oppa. Ia pandai sekali memasak. Kau pasti sering mencicipi masakannya. Ia juga selalu membantuku ketika aku sedang ada kelas memasak,” ujar seorang gadis bernama Song Yukka. Dialah salah satu penyebab mengapa Taemin membenciku. Yukka adalah cinta pertamanya sejak TK, dan ia sangat dekat denganku. Taemin mengira Yukka menyukaiku. Ah, babo!

“He? Sama sekali tak enak! Dia bawel sekali mirip ibu-ibu PKK, dan hobi memasaknya itu membuatku muak! Dia selalu memaksaku mencicipi masakannya.”

“Benarkah? Kalian akrab sekali kalau begitu?”

“Mwo? Ani…” sergah Taemin.

“Key-sunbae orangnya baik sekali. Ia selalu membantu kami ketika kesulitan dalam kelas memasak. Dia hebat sekali juga sangat tampan. Ah, Key-sunbae…,” ujar Kim Ye Bin dengan mata amat berbinar.

Kemudian pria besar bernama Choi Minho mendekati kami, “Apanya yang hebat? Badannya kurus, kecil, penakut, feminin, dan seperti bocah ingusan saja kalian puji sampai seperti itu. Hanya memiliki wajah tampan saja tetapi pengecut. Ya kan, Taemin-sshi?”

“Minho-sshi, kau berisik sekali! Aku tahu kalau kau cemburu mendengar Yukka memujinya. Iya ‘kan?” sungut Ye Bin.

“Bu-bukannya begitu! Maksudku, kalau dia jelek ya jelek saja. Kenapa harus dipuji sampai segitunya?”

Saat itu aku sedang berada di sekitar mereka. DAN AKU MENDENGAR SEMUANYA. Membuatku muak saja!

TM : Hahaha… Ini bagian yang kusuka.

Key : Ini bagian yang kubenci!

Minho mulai berteriak, “Hyungnya Taemin itu sama sekali nggak ada bagusnya. Feminin, cempreng, suka menggosip, liar, kejam…”

BUK!

Key : Ini baru bagian yang kusuka^^

TM : Aku terpaksa!-_-

Key : Karena kau menyayangiku.

TM : Hyung apaan, sih? Bikin aku mual saja!

Taemin menendang perut Minho dan membuatnya tersungkur jauh. “JANGAN SEKALI-SEKALI MENJELEKKAN HYUNG-KU!”

“Kau juga menjelekkannya tadi.”

“Tapi kalau orang yang bilang, aku marah!”

“Kau…” Minho menendang balik Taemin. Ia melemparnya ke ujung lapangan sekolah.

Kulihat Taemin bangkit, menyeka sudut bibirnya yang berdarah. Napasnya memburu karena marah. Ia berlari menghampiri Minho, namun aku memeluknya dari belakang. Kucegah ia untuk melakukannya.

“Key-Keybum?!”

Aku menyingkirkannya ke samping lapangan, lantas berjalan menghampiri Minho.

BUK!

Kupukul dia tepat di wajah tampannya, “Kalau berani melukai dongsaengku lagi, akan kubalas seratus kali lipat!”

Minho mengusap pipinya dan balas memukulku. Aku memang nekat memukulnya. Padahal aku sama sekali tak pandai bela diri. Minho menendangku, melemparku ke ujung lapangan. Hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Taemin. Dia juga menginjak kakiku.

“Sunbae-ku yang terhormat, karenamulah wajah tampanku ini ternoda. Kali ini kumaafkan. Jangan pernah berani melawanku! Arasseo?!”

+++++++

“Sudah tahu tak bisa berantem masih saja nekat,” protes Taemin. Saat itu kami sedang dalam perjalanan pulang. Ia menggendongku di punggungnya.

“Aku tak suka melihatmu dianiaya olehnya…”

“Kaupikir aku juga suka melihatmu diperlakukan seperti itu?” Taemin menghela napas sejenak, “Aku kesal kau diejek olehnya. Makanya aku memukulnya.”

“Benarkah?”

“Ne… Hyu-Hyung…”

Aku tak percaya dengan apa yang kudengar. Dia memanggilku dengan sebutan ‘hyung’? Oh Tuhan, aku tak salah dengar ‘kan?

“Kau menyebutku ‘hyung’? Taemin-ah, katakan sekali lagi!”

“Shiro!”

“Cih, pelitnya. Oh ya, harus kuluruskan kalau pria yang disukai Yukka itu adalah kau, bukan aku.”

“Benarkah? Ah, gomawoyo, Hyung!” Taemin berlari sambil menggendongku dan tak henti-hentinya meneriaki kata ‘hyung’.

TM : Kau berlebihan. Nyatanya tak seperti itu.

Key : Oh ya, kau melakukannya.

TM : Aniyo!

Key : Taemin, kau melakukannya.

TM : Cih… Hyung, sebaiknya kau minum dulu! Mulutmu sudah mulai berbusa karena kebanyakan bicara.

Key : Baiklah aku akan menutupnya. Ehm…ehm… Cerita tadi adalah sejarah yang perlu kucatat sebagai hari yang paling membahagiakan bagiku…

TM : Aku tidak…

Key : Aku tak bicara padamu.

TM : Kau bicara saja sendiri! (Balik badan ngambil PMP-nya)

Key : Terima kasih sudah mendengarkan. Aku senang kalian masih setia sampai akhir. Semoga terhibur. Have a great day, annyeong^^/ (noleh ke belakang) Hyaaa, Taemin-ah, kau tak ingin pamit pada mereka?

TM : Jamkkaman-yo (nge-pause gamenya) Annyeong… Terima kasih semuanyaaa^^/

The End

 
10 Comments

Posted by on July 19, 2010 in Fanfiction, SHINee

 

Tags: , , , , ,

10 responses to “SHINee FanFiction: “Poor Relationship Between Taemin & Key”

  1. Hana

    July 19, 2010 at 7:55 PM

    i didn’t understand cant you pste it in english

     
  2. kyukyu_Hyunrin

    July 20, 2010 at 9:57 AM

    ini kya’a sdh prnh d’post ya . .
    lo ga slh cast’a kyuhyun ma wookie . . .
    :DD

     
  3. diyawonnie.sungie

    July 20, 2010 at 12:41 PM

    Iya…
    di sjff…
    sengaja beda cast

     
  4. faza

    July 21, 2010 at 11:47 AM

    nice………………………………………..^_^b

    nice………………………………………..^_^b

     
  5. nandz

    July 23, 2010 at 2:49 PM

    versi taeminniiie >.<
    mwahaha klo kyumin berasanya kyu bandel :p
    klo baca yg taemin aih, mo nakal segimana tetep aja imut xD

     
  6. Neno

    July 31, 2010 at 6:17 PM

    hahaha…
    key segitu sukanya sama taemin..

    btw mirip Baby Love yak? cuman disini keynya brother complex..

     
  7. Diya.wonnie.minhonew

    August 1, 2010 at 4:32 AM

    Yoa..
    emang diadaptasi dr komik itu..

     
  8. ryeohanteukichulKYUMIN oppa

    August 30, 2010 at 2:41 PM

    wahaha kasian key nya ……….
    tidur diluar kandang anjing

     
  9. choi rheena

    September 23, 2010 at 3:11 PM

    HUUUAAAA…
    KEY OPA KAU MEMANG BAEK,pinter msak pula…
    oh oppa…….

     
  10. vivia

    June 23, 2011 at 10:33 AM

    eonnii, ceritaya lucuuu
    huahhhh key dodol dehh
    masa taemin hampir mati,, ckckck
    akhirnya aku mampir ke blog eonni..
    berhubung aku suka bgt ama shinee jd aku ngubek2 ff SHINee dlu ya eonni,,
    selanjutnya ntar aku baca yg lain…
    oke oke
    ^^

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: