RSS

Super Junior FanFiction: “YOU ONLY LOVE”

02 Aug

This ff by: Ayun Puji lestari

“Jungsoo~ahh..” aku berteriak memanggilnya sambil setengah berlari.“Jungsoooo~aaahhh” teriakku sekali lagi dengan lebih kencang hingga semua orang melihat kearahku. Aku tak peduli, karena bukan mereka yang aku cari. Akhirnya orang yang aku cari menghentikan langkah kakinya dan menengok, dia kaget melihatku berlari-lari di bandara seperti itu.

“Jung jin rin, apa yang kau lakukan? Berteriak-teriak seperti preman pasar saja,” omelnya ketika aku berhenti tepat di depannya dan mengatur nafas. “Sudah jangan komplain, atau kau tidak akan berangkat ke London!” Ancamku sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam kantongku dan memamerkan di hadapannya.

“Tiketku??” Jungsoo tak percaya dengan yang dilihatnya, ia merogoh tasnya mencari sesuatu, namun nihil, ia tak menemukannya. “Itu?? Kenapa bisa ada padamu??” tanyanya kebingungan.

“Yah, kau itu gak pernah berubah. Kau selalu pelupa. Lupa pada tiket ini dan juga lupa mengucapkan selamat tinggal padaku. Tadi eommamu yang memberikan padaku saat aku datang ke rumah hendak mengantarmu ke bandara. Kau ini.. mau pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku. Hah?? Untung saja pesawatmu belum berangkat.” Omelku padanya, Jungsoo hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya. “Lain kali periksa semuanya sebelum kau pergi. Nihh…” aku serahkan tiket itu padanya.

“Pesawat Asia airlines dengan no penerbangan 13SJ1 jurusan London akan segera diberangkatkan. Para penumpang diharapkan segera memasuki pesawat melalui gate A2.” Terdengar peringatan itu menggema di seluruh penjuru bandara.

“Itu pesawatmu” aku mengingatkan. “Ingat, jangan lupakan aku atau aku akan melupakanmu juga. OK?” aku menggenggam tangannya sambil menatap matanya dalam-dalam. Dia mengangguk, “Aku pergi dulu, titip ‘tiger’ku ya!” dia mengecup keningku dan sempat-sempatnya disaat seperti itu dia mengacak-ngacak rambutku. Aissshhh.. tapi biarlah.

Sosoknya kemudian perlahan pergi meninggalkanku sendirian di tengah keramaian bandara. Aku mendengus, sebagai pacarnya aku paham akan kebiasaannya yang pelupa itu sejak kecil, tapi perihal rencana studinya ke London sehingga dia melupakan janjinya untuk mendaftar di universitas yang sama, membuatku membenci sifat pelupanya itu. Sebenarnya aku ingin dia selalu ada disampingku, melindungi dan menjagaku. Tapi aku tak ingin egois, hanya memikirkan diriku sendiri, aku juga harus memikirkannya, memikirkan kebahagiaanya. Aku ingin melihat dia bahagia dengan pilihannya.

“Jungsoo.. saranghaeyo!!” Kataku dalam hati sampai pesawat itu hilang dibalik gumpalan awan.

###########

“Jin rin.. kau yakin tak mau ikut denganku?” tawar Yonghwa lagi ketika mobilnya berhenti di depan jalanku. Ini sudah kesekian kalinya dia menawari ku tumpangan untuk pulang. Tapi jawabanku dari dulu sampai sekarang tetap sama, “Anio.. gomawo.” aku tersenyum agar tak membuatnya tersinggung. Dia tersenyum kecut, “ya sudahlah, kalau begitu aku duluan ya!!” pamitnya kemudian melajukan mobilnya.

“Jungsoo.. Jungsoo.. Jungsoo..” Setiap Yonghwa mendekatiku, nama Jungsoo selalu terngiang di telingaku. Seolah tak akan ada pria lain yang bisa menggantikan posisinya di hatiku.

“Sudahlah.. Jin rin.. lebih baik kau terima saja si Younghwa itu.” Saran Chae ri sambil menepuk pundakku. “Kau tidak melihat usahanya sejak semester satu? Dia berjuang mati-matian agar bisa dekat dengamu. Apa sih kurangnya dia? Dia tampan, baik hati trus popular lagi dan yang jelas dia ada di depan matamu. Sedikitpun kau tidak suka padanya? Sediii-kit saja??” Chae ri coba memanasiku.

“Anio.. Chae ri, aku hanya bisa menjadikan Yonghwa temanku, cintaku hanya untuk Jungsoo. Lagipula aku tak pernah meminta Yonghwa mencintaiku. Bahkan aku berkali-kali menolak semua ajakannya. Tadi kau lihat sendiri kan.” Tegasku.

“Aigoo.. kau ini.. kau yakin, masih ingin menunggu Jungsoo. Ini sudah 2 tahun sejak dia berangkat studi. Sebenarnya kapan sih pangeranmu itu datang, Hah??”

“Aku akan menunggunya, entah sampai kapan, yang jelas selama aku bisa bertahan, aku akan selalu menunggunya.” Tegasku lagi, “kalau kau mau, dekati saja si Yonghwa itu.”

“Ani.. Ani.. bisa-bisa Kyu bunuh diri kalau tahu aku selingkuh ma Yonghwa. Kau tahu kan, makhluk kayak Kyu itu langka. Susah payah aku mendapatkannya, masa sekarang mo aku lepasin hanya demi Yonghwa. Gak lah.. makasih.. Hahahaha..” canda Chae ri sambil terus menjajari langkahku menuju rumah.

##########

Kata-kata Chae ri tadi siang membuatku merenung, kembali memikirkan apa yang sudah selama 2 tahun ini aku lakukan. Sebenarnya aku menunggu siapa? Apakah dia benar-benar akan kembali untukku? Apakah dia merindukanku?

Sejak Jungsoo berangkat, dia tak pernah mengabariku. Menelpon atau bahkan mengirim suratpun tak pernah. Dia hanya mengirimkan kabar pada eommanya, itupun singkat dan tak terselip kata rindunya untukku. Mungkinkah dia telah memiliki orang lain yang spesial disana dan menertawakan kebodohanku?

“Tidak.. aku tidak bodoh.. kalau aku bodoh mungkin sejak dulu aku lebih memilih untuk tidak menunggunya.” Yakinku dalam hati.

“Tiger, aku rindu pada tuanmu.” Aku mengelus kepalanya sambil duduk di jendela menatap langit, “kau rindu padanya tidak?” tanyaku. Kucing itu hanya bergeliat malas di pangkuanku, mencoba mencari posisi yang nyaman, aku tersenyum melihatnya. Selama ini ‘Tiger’lah satu-satunya yang bisa mengobati rasa rinduku dan selalu menguatkanku.

#########

Tak terasa hampir 3,5 tahun aku habiskan untuk menyelesaikan studiku dan hampir selama itupula aku menunggunya, masih terus menunggunya. Besok adalah hari yang aku tunggu. Kurapikan lagi pakaian yang besok akan aku kenakan, aku pandangi untuk beberapa saat sambil membayangkan wajah eomma dan appa serta wajah Jungsoo ada disana, menatapku dengan tersenyum bangga. Aku menangis. Aku benar-benar merindukan Jungsoo, tapi batas kesabaranku hampir habis, aku mulai lelah menunggunya.

Keesokan harinya,
Aku mematut diriku di cermin, wajah di pantulan cermin itu tampak cantik namun tersirat rindu dan lelah disana. “merindukanmu benar-benar melelahkanku, Jungsoo,” hatiku sesak. Aku ingin menangis, tapi aku mencoba menahannya, aku tak ingin susah payah eomma sejak pagi meriasku, hancur berantakan. Namun, air mata itu tetap saja menggenang di pelupuk mata.

“Jin rin, ayo cepat.. nanti kita terlambat!” Teriak appa mengingatkan.

“Iya, appa, sebentaaaaarrr lagi,” sahutku sambil mengelap airmata dengan hati-hati agar riasanku tidak rusak.

Aku sudah meninggalkan pesan untuk Jungsoo, mengundangnya untuk datang di hari spesialku dan dia harus datang. Kalau tidak..

“Hari ini.. hari terakhir aku menunggumu, Jungsoo.”

#########

“Ini.. untuk appa dan eomma serta orang spesial buat hidupku!!” aku memulai pidato kelulusan dengan air mata bahagia, sambil mengangkat gulungan surat kelulusanku, aku sesekali mengedarkan pandangan ke penjuru gedung mencari sosok Jungsoo. Tapi nihil, bahkan bayangannya tak dapat aku temukan.

“Gamsahamnida.. Jeongmal gamsahamnida atas semuanya. Appa, eomma, jeongmal mianhae kalau selama ini selalu merepotkan kalian berdua dan kadang mengecewakan kalian. Mianhae!! Aku menyayangi kalian. Saranghae!!” Mereka tersenyum sambil sesekali menyeka air matanya. Melihat mereka membuatku kembali terharu. Tapi disisi lain aku sedih, orang spesial itu tak ada disini. Dia tampaknya benar-benar telah melupakanku.

Dalam perjalanan pulang,

“Appa, maukah kau antarkan aku ke bandara!”

“Wae?” tanya appa sambil tetap konsentrasi pada jalan di depannya. “Kenapa? kau mau memesan tiket? Bukankah rencanamu untuk melanjutkan studi masih lama?” tanya eomma menambahkan.

“Ada hal lain yang harus aku lakukan. Aku mohon, appa, eomma.” Bujukku.

“Baiklah.” Appa mengabulkan, kemudian membelokkan mobilnya ke arah bandara

Sesampainya di bandara

”Aku tidak akan lama!” Pamitku pada mereka.

“Di tempat ini, awal aku menunggumu, maka disini juga aku akan mengakhirinya. Aku akan berhenti menunggumu, Jungsoo. Berhenti merindukanmu. Berhenti memikirkanmu. Aku lelah, benar-benar lelah, Jungsoo. Padahal, masih banyak hal yang ingin ku kejar bersamamu, tapi aku tak sanggup kalau harus menunggumu lebih lama lagi.” pikirku sambil berjalan memasuki bandara, sementara appa dan eomma menungguku di tempat parkir.

Sesampainya di pintu kedatangan penumpang internasional, tempat aku selama ini menunggu kedatangannya, aku kerahkan semua kemampuanku dan berteriak, “JUNGSOOOO~AAHHHH, KAU JAHAT!!! KAU MENGINGKARI JANJIMU LAGI DAN SEPERTI KATAKU DULU, JIKA KAU MELUPAKANKU MAKA AKU AKAN MELUPAKANMU JUGA. DAN MULAI HARI INI, AKU AKAN MELUPAKANMU. KAU DENGAR… A-KU AKAN MELUPAKANMU!!!” saat mengatakannya hatiku berontak. Mengapa harus berakhir seperti ini? Sesalku.

“Ya, aku akan melupakanmu.” ucapku lirih hingga terduduk dilantai, mendekap kedua lututku dan terisak.

Kemudian..

“Dasar kau ini. Sudah dandan cantik-cantik begini tapi kebiasaanmu teriak-teriak seperti preman pasar gak hilang-hilang.” komentar seseorang. Aku mendongak. Dia mengulurkan tangannya membantuku berdiri, “mianhae.. membuatmu menunggu! Mianhae.. aku terlambat. Mianhae. Jeongmal mianhae, Jin rin!!! Aku mohon maapkan aku!!” dia memelukku erat sekali.

“Kau jahat, Jungsoo!!” ucapku sambil terisak di pelukannya.

“Iya, aku tahu! Makanya aku cepat-cepat menyelesaikan studiku dan pulang untuk meminta maaf padamu. Aku ingin menebus semua waktu yang telah kau habiskan untuk menungguku.”

“Tapi waktumu sudah habis, aku sudah mengatakannya, Jungsoo. Aku sudah mengatakan bahwa aku akan melupakanmu.” Terangku sambil terus terisak di dadanya.

“Tapi aku tahu, di dalam lubuk hatimu kau takkan pernah bisa melupakanku, karena apa? Karena Jung jin rin adalah bulan yang takkan bisa lari dari bintang yang bernama Jungsoo.”

“Aigoo.. Jungsoo gak kreatif..” pikirku.

Aku mendongak melihatnya. Dia hanya tersenyum sambil menghapus air mataku. Aku tahu banyak pasang mata yang mengamati kami, tapi aku tak peduli, aku kembali memeluknya, kali ini aku tak ingin dia pergi lagi. Dan dia benar, Jung jin rin takkan pernah bisa lari dari bayangan seorang Park Jungsoo.

The End

 

5 responses to “Super Junior FanFiction: “YOU ONLY LOVE”

  1. vanny

    August 24, 2010 at 4:23 PM

    keren……
    ga nyangka kata2 jung pyo di contek ama jungsoo hahahha

     
  2. kapokay

    September 5, 2010 at 2:44 AM

    hiks .
    Jungsoo !
    *nangis*

    suka bgd sama kata2 ny . Dalem

     
  3. kyualways

    December 19, 2010 at 8:23 PM

    kerenn………!!!!!!!!

    nice ff

     
  4. hyukbumnik

    March 20, 2011 at 12:57 PM

    haha kirain jungsoonya selingkuh.

     
  5. anggie key:)

    February 4, 2012 at 12:49 PM

    keren…:)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: