RSS

Super Junior FanFiction: “My Confession”

10 Sep

“Cho Kyuhyun!! Saranghae…” ucapku mantap dan tanpa ragu. Kalau aku tidak menyatakan perasaanku sekarang, kapan lagi aku bisa. Jadi aku harus semangat dan percaya kalau aku pasti bisa mengucapkannya.

Pria itu tersenyum padaku. Oh~ manis sekali. Aku hampir ambruk karena senyumannya itu.

“Mianheyo. Aku tidak suka gadis yang lebih tua. Noona,” sahutnya.

Jlebb… Kyaaa~~ aku DITOLAK!!!

Mendengar jawabannya membuatku duduk tersungkur karena lututku sudah terlanjur lemas dan kecewa. Aku menangis sejadi-jadinya sementara dia pergi saja tanpa memperdulikanku. Tangisanku sangat deras sampai-sampai bajuku basah dan kenapa tiba-tiba disekelilingku jadi banjir begini?

Byurr~. Ada air yang menyiram wajahku. KYaa~~ orang bodoh mana sih yang menyiram gadis yang sedang patah hati begini? Aku lagi patah hati bukannya kerasukan!

“Dasar babo! Sudah disiram air masih tidak bangun juga. Ya sudahlah. Aku berangkat ke sekolah duluan,” ujar suara orang yang menyiramku itu.

Ku kejap-kejapkan mataku dan melihat ruangan tempat ku berbaring sekarang. Ternyata tadi aku hanya bermimpi.

“Ya~ Lee Donghae! Tidak bisa kah kau membangunkanku dengan cara yang lebih sopan!” bentak ku pada orang yang menyiramku tadi.

“Lebih baik kau lihat jam sebelum marah-marah. Cepat siap-siap!

Aku menuruti anjurannya dan setelah melihat jam, aku pun meloncat dari tempat tidurku menuju lemari pakaian untuk berganti.

“Hei~ biarpun tidak mandi, paling tidak kau cuci muka dan berkumur dulu ‘kan? dan OH Tidak! Kenapa kau mengganti pakaianmu dihadapanku?!” tegurnya sambil berlari keluar dari kamarku.

#$%#$%#$%

“Huftt~ hampir saja kita tertinggal kereta,” ujarku lega.

“Kalau kita sampai tertinggal, berarti ini hari terakhir aku berangkat ke sekolah denganmu!”seru Donghae kasar padaku kemudian teredengar suara menyapa kami.

“Hae-oppa, Myu ra onnie! Annyeong,” sapa gadis bernama Kim Seera itu.

“Rara, annyeong,” sahut Donghae dengan senyum sumringah.

Cih~ anak itu memang berubah drastis jika di hadapan Seera, kekasihnya. Kalau dihadapanku dia menjadi pria yang banyak protes dan cerewet. Tetapi jika dihadapan Seera berubah menjadi romantis. Menyebalkan.

Lee Donghae adalah saudara sepupuku yang lahir pada hari dan tahun yang sama denganku. Eommaku dan eommanya bersaudara. Orang-orang sering mengira kami saudara kembar padahal kami tak mirip sedikitpun. Dia tinggal dirumahku sejak kami di sekolah menengah pertama. Dan setiap hari memang dia yang selalu membangunkan ku. Dia dan Seera sudah berpacaran semenjak mereka duduk dibangku menengah pertama. Sudah sekitar empat tahun mereka berpacaran. Seera sendiri adalah hoobae ku dan Donghae. Dia lebih muda setahun dari kami dan yang lebih penting lagi, dia merupakan teman sekelas Cho Kyuhyun, pria yang selama satu tahun ini mengisi hatiku.

Kulihat Donghae sudah duduk manis disamping Seera tanpa mengajakku sama sekali. Syukurnya masih ada bangku kosong dihadapan mereka. Aku lalu duduk disana disamping seorang pria yang sedang asyik mendengarkan musik lewat ipod nya.

“Lagi-lagi kau disisihkan,” ujar pria itu sambil tersenyum padaku.

“Chulie-oppa, kau selalu mengatakan itu setiap hari padaku. Menyebalkan! Cobalah mengatakan hal lain padaku,” sahutku ketus.

Kim Heechul adalah kakak lelaki Kim Seera. Dia adalah sunbae ku yang sudah berada ditingkat akhir. Sangat pintar dan tampan. Banyak sekali gadis yang tergila-gila padanya. Menurutku dia seorang playboy, karena dalam empat bulan ini dia sudah berpacaran dengan dua orang gadis. Pertama Heebon tetapi hanya bertahan satu bulan. Kemudian tak lama setelah putus dari Heebon, dia berpacaran dengan Park Chaeri yang juga teman sekelas Seera dan Kyuhyun. Dia berbeda sekali dengan adiknya yang hanya setia dengan sepupuku.

Kemudian kereta berhenti untuk menyambut penumpang baru. Inilah yang kunantikan. Kyuhyun akan muncul dari stasiun ini. Setiap hari kami memang selalu satu kereta hanya saja beda stasiun. Dan dikeretalah menjadi tempat ku dengan puasnya memandangi secara diam-diam wajah Kyuhyun. Selain di kantin dan aula sekolah tentunya. Di mataku, ketika dia muncul aura yang ditimbulkannya berbeda dari anak lelaki lain padahal mereka sama-sama menggunakan seragam sekolah. Tetapi Kyuhyun lebih menawan. Mungkin inilah yang namanya disebut jatuh cinta. Hanya si ‘dia’ yang terlihat indah dimata.

Aku yang sedang asyik mengamati Kyuhyun dikagetkan oleh sebuah suara, “Onnie, bisakah kau pindah tempat duduk? Aku ingin duduk disamping Chullie-oppa,” seru suara manja itu tapi ada nada perintah didalamnya, dan suara itu milik Chaeri.

Awalnya aku tidak mau menurutinya karena kulihat kereta sudah penuh. Jika aku menurutinya pasti aku tidak akan mendapat tempat duduk lagi. Tetapi kulihat lirikan tajam dari Heechul yang seakan mengusirku sehingga aku pun akhirnya menurut. Terlihat senyum gembira dari keduanya saat aku bangkit dari duduk ku. Dasar pasangan kekasih yang egois.

Karena belum menemukan bangku yang kosong, aku terpaksa berdiri. Kulihat couple DongRa dan ChulRi cuek saja ketika melihatku tak kebagian tempat duduk. Mereka asyik-asyik saja bermesraan. Dasar pasangan-pasangan tak tau diri. Mereka anggap kereta ini milik mereka saja apa? Kita ‘kan sama-sama penumpang.

Kereta kembali berhenti, masih 2 stasiun lagi untuk ke sekolah dan aku tidak rela jika masih harus berdiri. Ku edarkan pandanganku mencari bangku yang kosong karena ditinggalkan penumpang yang turun. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ada bangku kosong. Yang lebih membahagiakan lagi, bangku itu disamping Kyuhyun. Dengan cepat aku melesat menduduki kursi itu. Kyuhyun terbengong-bengong melihat tingkah abnormal ku itu. Tapi masa bodoh! Kapan lagi aku bisa duduk berdua dengannya. Tuhan terima kasih karena telah memberi ku hari yang sangat indah.

#$%#$%#$%

“Onnie-ya, sudah sebulan sejak kau duduk berdua dengan Kyuhyun dikereta. Tapi masih saja kau tidak bosan menceritakan hal itu,” seru Seera padaku.

Hari itu Seera datang ke rumah ku untuk belajar bersama. Lebih tepatnya meminta bantuan Donghae untuk mengerjakan PR-nya. Begitulah jika kau punya kekasih yang merupakan seniormu, apalagi jika punya otak yang sangat pandai seperti sepupuku. Seera tidak pernah ikut bimbingan belajar karena dia sudah memiliki pengajar yang setia membantunya. Seera benar-benar mengandalkan Donghae dalam pelajaran, tidak heran saat dulu mereka bertengkar nilai Seera anjlok karena tidak ada yang membantunya. Jadi nilai plus dari Donghae sebagai kekasih selain sikap romantisnya juga karena kerelaannya menjadi tutor gratis bagi Seera.

“Rara, bagaimana aku bisa bosan menceritakannya. karena pengalaman itu pengalaman terindah dalam hidupku. Aku duduk disampingnya, mencium aroma tubuhnya dan mendengar suaranya jelas dikupingku. Betapa indahnya…” sahutku sambil menerawang mengingat kejadian itu.

“Ya, mungkin kata-katanya saat itu juga sangat indah bagimu ‘kan?” timpal Donghae. Kemudian dia melirik Seera sambil tersenyum dan dengan serentak mereka berkata, “Noona, Sweater yang kau kenakan sangat manis. Cocok sekali denganmu.”

“Oh..So sweet banget deh ucapannya, aku tidak menyangka dia memperhatikan diriku sampai seperti itu, benar-benar pria yang manis,”sahutku lagi dengan wajah memerah.

“Ya, saking manisnya dia juga tidak lupa menyapamu dengan sebutan ‘noona’ haha~” balas Donghae dengan tawa yang membludak.

Aku memanyunkan mulutku mendengar ucapannya itu. kata-kata Kyuhyun padaku saat itu memang manis, tetapi andai saja dia tidak memanggilku dengan sebutan ‘noona’. Tapi, itulah dia. Selalu sopan padaku. Andai saja kami sebaya, aku sangat ingin dia memanggiku dengan namaku saja.

“Kapan kau akan menyatakan perasaan mu padanya?” tanya Seera secara tiba-tiba padaku.

“Entahlah, aku takut,” jawabku.

“Onnie-ya, kalau kau tidak nyatakan bagaimana dia akan tau? Lagipula banyak gadis yang suka padanya,”

“Ra, kalau begitu bantulah aku,” pinta ku padanya dengan tatapan memelas.

“Aku tidak dekat dengannya. Tapi, mungkin Chaeri bisa, mereka sudah berteman sejak sekolah dasar.”

“Benarkah? Tapi, aku tidak suka dengan gadis itu. Dia selalu memandang tajam ke arahku sejak dia melihat aku duduk disamping Heechul saat dikereta dulu.”

“Dia memang pencemburu. Lagipula cukup sulit mendekatinya sekarang. Dia dan kakak ku lagi perang dingin.”

“Mwo? Perang dingin lagi?” seru Donghae yang dibalas anggukan oleh Seera.

“Padahal dulu saat Chaeri menyatakan cinta pada Chullie-oppa, seluruh sekolah dibuat heboh. Tapi, tampaknya sekarang mereka akan benar-benar putus,” lanjut Seera. Ada nada sedih di suaranya.

“Aku harap mereka bertengkar bukan karena aku,” sahutku.

“Tentu saja bukan. Gadis itu memang babo. Dia masih saja tidak percaya dengan perasaan oppa ku padanya. Dia sangat takut jika oppa ku dekat dengan gadis lain. Itulah yang selalu membuat mereka bertengkar, tapi bukan dengan Onnie dia cemburu. Tapi dengan Heebon.” Jelas Seera yang membuatku cukup lega.

“Menurutku Heechul-hyung juga salah,” sahut Donghae yang membuat Seera menatap tajam padanya. Seera memang tidak suka jika saudaranya di salahkan. Dia begitu menyayangi kakaknya itu.

“Apa salah Chullie-oppa?” tanya Seera dengan pandangan menantang sementara Donghae masih tidak sadar bahwa kata-katanya itu sudah menyulut emosi kekasihnya.

“Dia terlalu mudah berpindah hati. Baru saja putus dengan Heebon, tapi ketika Chaeri menyatakan cinta langsung diterima. Itu namanya tidak punya sikap. Wajar saja Chaeri beranggapan kalau dia itu hanya dianggap sebagai pelarian cinta.”

Mendengar ucapan Donghae membuat Seera naik pitam. Dengan cepat dia membereskan barang-barangnya dan pulang tanpa pamit pada kami.

“Dia marah?” tanya Donghae padaku dengan tatapan tak percaya.

Aku menghela panjang nafasku. Aku heran, mereka sudah empat tahun berpacaran tapi masih juga tidak saling mengerti. Sudah berulangkali Donghae melakukan hal yang sama yang membuat Seera merajuk, yaitu menjelekkan kelakuan Heechul. Tapi, selalu saja diulangi.

“Cepat kejar dia kalau tidak mau mengalami perang dingin seperti kasus couple ‘ChulRi’,” saranku bijak padanya. Dan seperti biasa Donghae melesat cepat mengejar Seera.

Ah~ satu lagi kelebihan sepupuku itu sebagai kekasih. Dia terlalu mencintai kekasihnya sehingga menyebabkan dirinya sudah terjerat sangat kuat dalam lilitan benang cinta Kim Seera. Tipe pria takut istri.

#$%#$%#$%

Kabar putusnya hubungan kasih antara Heechul dan Chaeri menjadi buah bibir di seluruh sekolah. Dengar-dengar banyak anak yang bertaruh tentang ke awetan hubungan pasangan itu. Aku merasa iba dengan Heechul karena kejadian itu. Wajahnya lebih masam ketimbang saat putus dengan Heebon dulu. Tetapi yang menimpa sang gadis tampaknya lebih parah. Selama seminggu Chaeri tidak masuk sekolah. Saat sudah bisa ke sekolah pun wajah Chaeri tak kalah masamnya. Hubungan mereka sangat buruk setelah putus. Aku jadi tidak bisa meminta tolong padanya untuk membantuku mendekati Kyuhyun. Rupanya hubungan mereka yang berakhir juga memberikan dampak buruk bagi hidupku.

Tiga minggu berlalu setelah itu. Seperti biasa aku pergi ke sekolah menggunakan kereta yang sama dengan Heechul, Seera dan Donghae. Dan pagi itu aku dikejutkan dengan pemandangan yang sama sekali tidak ingin kulihat dalam hidupku. Saat tiba di stasiun tempat biasa Kyuhyun menunggu kereta, kulihat Kyuhyun dan Chaeri sedang bergandengan tangan mesra, ketika mereka masuk kedalam kereta pun mereka tetap pamer kemesraan tanpa ada rasa sungkan karena bagaimana pun juga mereka melihat bahwa Heechul juga ada dalam kereta yang sama. Sakit sekali rasanya melihat Kyuhyun merangkul pinggang Chaeri dan menciumi pipi gadis itu, dia benar-benar seperti pria yang sedang dimabuk kepayang. Menyakitkan.

Aku kemudian menoleh ke sebelahku, ingin melihat ekspresi Heechul ketika melihat pemandangan itu karena kulihat Seera dan Donghae sudah mengepal-ngepalkan tangan mereka dengan gemas. Tapi, pria itu tetap santai dan tanpa ada tanda-tanda kecemburuan di raut mukanya. Membuatku menjadi kebingungan.

Seera kemudian memanggil-manggil Heechul, “Oppa, kau tidak cemburu?” tanyanya dengan tatapan tak percaya. Heechul menjawab pertanyaan adiknya itu dengan seringai kemudian menggeleng.

Aku tidak mengerti dengan sikap orang ini, sangat tidak wajar. Pantas saja kalau Chaeri beranggapan dirinya sebagai pelarian. Heechul sama sekali tidak menganggapnya. Kasihan. Tapi, aku yang lebih pantas dikasihani. Gara-gara hubungan mereka yang berakhir, aku jadi kehilangan pria yang kucintai. Aku kembali memandangi Kyuhyun dan Chaeri, mereka masih saja bersikap saling mesra. Menyedihkan.

“Sungguh kau tidak cemburu melihat mereka pamer kemesraan seperti itu?” kali ini aku memberanikan diri menanyakan itu pada Heechul.

“Untuk apa? Dia sudah bukan kekasihku lagi, terserah dia bermesraan dengan siapapun,” sahutnya santai.

“Sungguh?”tanyaku masih tak percaya. Berharap setelah mendengar pertanyaan ku ini membuat hati Heechul bergerak untuk menarik Chaeri lagi kedalam pelukannya. Tetapi sama seperti yang dilakukannya pada Seera saat menjawab pertanyaannya. Dia hanya menyeringai padaku dan menggeleng.

Jadi, hari ini aku mengalami patah hati. Bahkan sebelum aku mengungkapkan perasaanku. Dalam hati aku berdoa, berharap mereka segera putus. Tapi, sampai empat bulan setelah hari itu belum ada tanda-tanda hubungan mereka berakhir. Chaeri berpacaran dengan Kyuhyun jauh lebih lama ketimbang ketika berpacaran dengan Heechul. Doa ku jadi tidak terkabul. Menyedihkan. Mungkin aku harus siap merelakan Kyuhyun. Kata orang-orang cinta tak harus memiliki, melihatnya tersenyum saja itu sudah membahagiakan. Tapi, rasanya aku masih tidak rela.

#$%#$%#$%

“Onnie-ya, ayo ikut kami! Liburan musim panas seperti ini lebih asyik kalau kita ke kolam renang lalu ke bioskop. Ayolah,” ajak Seera sambil menarik-narik kaki ku agar bangun dari tempat tidurku.

“Kalian pergi berdua saja. Aku mau tidur,” elakku.

“Onnie harus ikut. Kalau tidak, kita tidak akan mendapat diskon,” sahut Seera masih menarik-narik kakiku.

“Hm? Diskon?” tanyaku sambil mengucek mataku dan duduk disamping Seera sambil melihat brosur yang diletakan Seera di tubuhku.

“Pasangan kencan ganda akan mendapat diskon 50% untuk masuk ke kolam renang,” kataku sambil mengerenyitkan dahi tanda tak mengerti sementara kulihat Donghae dan Seera mengangguk-angguk seperti anak anjing, entah aku tak mengerti maksud mereka.

“Myu ra, ayolah ikut dengan kami,” ajak Donghae.

“Lalu siapa pasangan kencan ku?”

“Chullie-oppa,” sahut Seera bersemangat.

“Ogah! Aku mau melanjutkan tidurku saja.”

“Onnie, ayo ikut kami. Ayo, kami akan tetap mengganggumu sampai kau mau!” seru Seera sambil menggelitik kakiku.

Akhirnya, aku menyerah. Kubiarkan saja mereka menyeretku untuk mengikuti mereka. Saat di kolam renang, aku hanya duduk disamping kolam sambil mengawasi Seera dan Donghae yang asyik berenang. Iri sekali melihat kemesraan mereka. Aku juga ingin punya pacar, tapi cintaku selalu gagal. Aku memnag sangat menyedihkan.

“Kenapa melamun saja? Tidak bisa berenang?” tanya Heechul padaku, rupanya dia memperhatikanku dari tadi.

“Bisa kok, cuman lagi gak mood,” sahutku acuh.

Dan tiba-tiba..Byurr~, aku didorong Heechul sampai tercebur ke kolam.

“Kyaa~ Kim Heechul. Kau jahat,” jeritku. Ah~ menyebalkan aku sampai terminum air kolam gara-gara ulahnya sementara dia hanya tertawa saja.

“Gyahaha~ mianheyo,” sahutnya masih tertawa.

“Mana ada orang yang meminta maaf sambil tertawa begitu,” rungutku.

Heechul masih tidak menghentikan tawanya tapi dia kemudian menjulurkan tangannya padaku. Menyuruhku meraihnya untuk menarik ku keluar dari kolam. Ini kesempatan untuk membalasnya. Ku raih tangannya dan kutarik sehingga dia pun akhirnya mengalami hal yang sama denganku, terjatuh ke kolam. Aku tertawa karena sudah berhasil membalasnya, tetapi dia malah marah-marah. Menyebalkan, dia suka mengerjai orang tapi saat di kerjai malah marah-marah.

“Chullie-oppa, ayolah jangan marah-marah begitu. Kau sendiri yang memulai. Aku hanya mau membalasmu,” bujuk ku sambil mengikutinya keluar dari kolam.

“Ada syaratnya,” sahutnya sambil berhenti mendadak yang membuatku hampir saja menubruknya.

“Kya~ kenapa malah bersyarat,” amuk ku sambil menonjok tangannya.

“Ayo kita ke bioskop,”

Aku mengerenyitkan keningku tak mengerti.

“Syarat dari ku, ayo kita ke bioskop. Kau harus menemaniku nonton,” ujar Heechul lagi menjelaskan maksud ucapannya yang sebelumnya.

“Hah~ bilang saja kalau kau mau kencan dengan ku,” sahutku setengah mengejeknya.

“Yah, lebih baik kita pergi berdua. Aku lebih suka menonton film ketimbang menonton aksi ke dua makhluk itu,” jelas Heechul sambil menunjuk-nunjuk Seera dan Donghae yang sedang asik berciuman di pinggir kolam membuatku jadi merasa jijik.

“Baiklah, aku ikut dengan mu,” sahutku mantap.

Akhirnya, tanpa memberitahu Seera dan Donghae, kami pun pergi meninggalkan kolam renang. Baru kali ini aku pergi berdua saja dengan Heechul. Ternyata dia sangat menyenangkan pantas saja banyak gadis yang menyukainya. Sebelum pergi ke bioskop, dia mentraktirku ice cream terlebih dahulu. Orang-orang yang melihat kami mungkin akan mengira kalau kami berdua sedang berkencan karena tanpa sungkan aku menggandeng tangannya dan dia pun membiarkan saja aku menggandengnya. Aku jadi tidak menyesal menyetujui ajakannya ini.

#$%#$%#$%

“Oppa, kau menungguku lama?” tanyaku sekeluarnya dari toilet sesudah film yang kami tonton berakhir.

“Tidak. Hm, setelah ini kau mau kemana?” tanya Heechul dengan ramah padaku.

“Aku lapar, kita makan saja dulu sambil merencanakan akan pergi kemana lagi,” saranku.

“Baiklah, ayo kita per..” kata-kata Heechul terhenti saat melihat ada seorang gadis yang menatapnya. Pandanganku pun ku alihkan ke gadis itu, tampaknya dari tadi dia memang memperhatikan kami. Kulihat air mata mengalir deras dari matanya.

“Chaeri-ya, kenapa kau…” Heechul menghentikan pertanyaannya. Kulihat tangan Heechul bergetar dan ada kecemasan di wajahnya sementara gadis itu masih diam saja.

Kemudian Kyuhyun muncul, oh tidak. Aku tidak ingin melihat pemandangan seperti ini. Begitu kaku dan sangat dingin. Kyuhyun menatap tajam kepada Heechul, ada amarah di balik pandangannya itu.

“Chaeri, ayo kita pergi dari sini,” ajak Kyuhyun sambil merangkul bahu gadis itu dan menariknya untuk meninggalkan kami. Tetapi, langkah mereka terhenti saat Heechul meraih tangan gadis itu.

“Kenapa… kenapa masih menangis seperti itu? Aku melepaskanmu agar aku tak membuatmu menangis lagi. Kupikir kau sudah..” ucap Heechul.

Aku tidak ingin disini. Melihat pemandangan ini. Kulihat Kyuhyun menggigit bibirnya menahan geram karena ada seorang pria yang tampaknya sedang berusaha merebut kekasihnya.

“Untuk apa kepedulianmu itu? Kau sudah melepaskannya ‘kan?” tanya Kyuhyun ketus.

Heechul tidak menjawab, dia masih saja memandangi Chaeri yang masih menangis. Rupanya dia hanya ingin gadis itu yang menjawabnya.

Chaeri akhirnya bisa mengendalikan dirinya, dia membalas tatapan Heechul sambi berkata, “karena aku tidak pernah bisa berhenti menyukaimu. Walau kau melepaskanku, aku masih ingin disampingmu. Tapi, kau tak pernah mengerti.”

Mendengar itu, wajah Kyuhyun langsung merah padam. Kulihat dia berusaha menarik Chaeri untuk pergi tapi gadis itu tak bergeming.

“Kyuhyunnie-ya, kita hentikan saja permainan ini. Aku lelah,” isak Chaeri.

“Permainan?” tanyaku dan Heechul serempak.

“Aku dan Kyu hanya berpura-pura saja berpacaran. Aku melakukannya untuk memanasimu, untuk membuatmu cemburu. Chullie-oppa harusnya kau tau, aku tidak mungkin bisa menyukai pria lain selain kau,” jelas Chaeri yang membuat mata bulat Heechul semakin membulat.

“Sungguh?” tanya Heechul tak percaya, Chaeri mengangguki. Tanpa ragu Heechul kemudian menarik gadis itu ke dalam pelukannya, “Saranghae, Chaeri-ya. Aku tak akan melepaskanmu lagi.”

“Chukkae, akhirnya kalian balikan,” ujarku tersenyum lebar. Entah kenapa aku juga sangat bahagia. Itu karena Kyuhyun dan Chaeri hanya berpacaran untuk membuat Chaeri kembali pada Heechul.

“Gomawoyo, Myu ra. Tapi, maafkan aku. Sepertinya kita tidak jadi makan berdua,” sahut Heechul.

“Ah, tak apa. Kau bersenang-senang saja berdua dengan Chaeri. Aku akan makan dirumah saja. Tidak apa-apa, tak perlu sungkan,” balasku.

“Gomawoyo onnie,” kemudian Chaeri menatap Kyuhyun sambil berkata, “Kyuhyunnie-ya, aku tidak tau harus membalasmu dengan apa. Aku hanya bisa berterima kasih,”

Kyuhyun menggeleng mendengar perkataan Chaeri, “Tak apa, kita sudah lama bersahabat. Melihat kau bahagia itu sudah cukup.” Dia pun mengelus rambut Chaeri, kemudian melanjutkan, “aku pergi, kalian bersenang-senanglah.”

Setelah Kyuhyun berlalu, aku pun tersadar. Pria itu sedang patah hati. Dari caranya memperlakukan Chaeri tadi, aku tau kalau itu bukan sikap sayang dari seorang sahabat. Tapi dari seorang Namja kepada yeoja yang dicintainya.

“Aku juga akan pergi,” seruku pada Heechul dan Chaeri.

Setelah berpamitan, aku pun berlari mencoba menyusul Kyuhyun. Aku takut dia berbuat bodoh. Tapi, aku tidak berhasil menemukannya di dalam gedung bioskop. Sementara di luar sana sedang hujan deras. Dari salah satu jendela di dalam gedung,aku melihat Kyuhyun sedang duduk di sebuah bangku di halaman gedung. Dasar babo, kenapa dia malah membiarkan dirinya kebasahan seperti itu. Aku akhirnya nekat menerobos hujan untuk mendatanginya.

“Kyuhyun baboya. Kau pikir dengan mebiarkan dirimu kehujanan akan bisa menutupi air mata mu itu. Dasar babo, kalau kau menyukai gadis itu harusnya kau mengungkapkannya. Bertingkah seperti pahlawan tetapi pasti terasa sakit ‘kan?” seruku memarahinya sementara dia menatapku seolah tidak percaya dengan apa yang ku ucapkan.

“Tak ada gunanya. Sudah jelas tak ada harapan untukku,”sahutnya sambil berusaha mengalihkan pandangannya menghindari tatapan tajam ku.

“Pengecut!”

“Aku memang pengecut,” jeritnya sambil berdiri dan menatapku. “Aku takut saat dia mengetahui perasaanku dia akan membenciku, menghindariku. Aku seorang pecundang yang membiarkan diriku dimanfaatkan dalam permainannya. Aku hanya bisa menahan perasaan ku saat melihatnya bersama dengan kekasihnya, menjadi pendengar yang baik saat dia menceritakan kebahagiaan dan kesedihannya saat bersama dengan kekasihnya. Dan hanya membiarkan diriku menjadi kekasih pura-puranya karena pada saat itu saja aku bisa memeluknya, menciumnya dan melindunginya. Kau benar, aku seorang pengecut.”

Aku terdiam mendengar ucapannya itu. Sakit sekali rasanya mengetahui orang yang sangat kusukai ternyata mempunyai perasaan yang begitu mendalam pada gadis lain.

“Noona, mianheyo. Pergilah, tinggalkan aku sendiri, jebal,” ucapnya lagi.

Tapi, aku tidak ingin menurutinya. Karena aku tidak mau seperti dirinya, menjadi seorang pengecut. Aku ingin dia membuka matanya, aku ingin dia melihatku. Melihatku sebagai seorang yeoja yang mencintai nya bukan sebagai seorang sunbaenim belaka.

“Jangan panggil aku dengan sebutan ‘noona’,” seruku.

“Noona, apa maksudmu?”

“Kubilang jangan panggil aku dengan sebutan ‘noona’ lagi, karena aku menyukaimu dan sangat sakit rasanya mendengar orang yang ku suka memanggilku dengan sebutan itu.”

Dia memandangku dengan tatapan tak percaya. Masih tidak mengerti dengan ucapanku. Aku pun semakin membulatkan tekad ku untuk menyatakan perasaanku padanya. Membuatnya mengerti dengan perasaanku.

“Cho Kyuhyun, sarangheyo…” dia terduduk saat mendengar pernyataanku. Aku pun melanjutkan lagi pengakuanku, “Aku menyukaimu pada pandangan pertama. Saat kau memberikan sambutan sebagai perwakilan murid baru pada tahun ajaran baru tahun lalu. Sejak saat itu aku selalu mengamatimu. Semakin hari, aku semakin menyukaimu. Tapi, aku sangat takut mengungkapkannya. Entah kenapa saat ini keberanian untuk mengungkapkannya muncul. Aku mengatakan hal ini hanya untuk kau tau perasaanku, bukan untuk membebanimu. Walaupun kau tak menerimaku, kita bisa berteman ‘kan? kau tidak akan menjauhiku?”

Dia kemudian bergumam, tapi aku tak dapat mendengarnya karena hujan yang semakin deras.

“Tadi.. kau bicara apa?” tanyaku pada Kyuhyun karena kulihat dia sedang tersenyum padaku.

“Kau mau aku menjawab perasaan mu sekarang atau mau menunggu?”tanyanya padaku atnpa menghiraukan pertanyaanku.

“Kalau kau menjawab sekarang dan jawabannya kau menolakku, lebih baik kau menjawab nanti bila jawaban itu nanti adalah kau menerimaku,” sahutku yang membuatnya tertawa.

“Bagaimana kalau yang terjadi justru sebaliknya?”

“Itu tidak mungkin,” sahutku mantap. “Aku yakin kau bukan pria yang dengan mudah berpindah hati. Baru saja patah hati tidak mungkin membuatmu langsung menerimaku. Aku akan menunggu.”

Lagi-lagi dia tertawa mendengar ucapanku. Di tengah guyuran hujan di musim panas, aku menyatakan perasaanku. Perasaan yang mengganjal selama ini karena hanya di pendam saja lambat laun menghilang setelah aku mengungkapkannya dan berubah menjadi rasa lega. Sekarang tugasku adalah menunggu jawaban darinya dan aku akan dengan setia menunggu serta menyiapkan hatiku agar bisa menerima apapun keputusannya.

Kemudian di akhir musim gugur, Kyuhyun menepati janjinya. Dia membalas perasaanku, menjadikan diriku bagaikan yeoja yang paling berbahagia. Sejak saat itu dia tidak lagi memanggilku dengan sebutan ‘Myu ra-noona’ tetapi menjadi ‘yeobo’. Aku pun sudah mulai merasakan apa yang disebut ‘pahit-manisnya’ cinta dan yang pasti aku akan selalu berusaha agar dia semakin mencintaiku.

~The End~

FF ini special untuk babo no. 1 a.ka mirsa eonnie.

Semoga bahagia + awet ma Kyuhyun ya ^^.

Jangan pernah selingkuh haha~ #so pasti lah.

MirsaKyu happily ever after

oh ya, ff ini ada hubungannya dengan ff diyawonnie sebelumnya yang berjudul

Great Confession

cuman beda settingan hehe~ i hope u like it ^______^


 

20 responses to “Super Junior FanFiction: “My Confession”

  1. Kim_hankyu

    December 25, 2010 at 9:48 PM

    ooooooooooooh !! CO CWEEEET !!!

    sumpah gw kira nanti dia sama heechul. eh salah -____________-

    yaudah deh, tapi ffnya bikin gregetan deh sumpah
    hehe🙂

     
    • putri

      February 25, 2011 at 10:17 AM

      aaaiiisssh bener banget kirain jadinya sm si heechul!
      ternyata aku salah hahaha tapi ceritanya keren!! xD

       
  2. kyura

    January 27, 2011 at 7:31 PM

    Datang ke blog aku ya: yessiskyura.blogspot.com

     
  3. kyu_ye

    May 18, 2011 at 5:29 AM

    Hwaaa…. Keren cingu…😀

     
  4. choco evrisca

    June 11, 2011 at 2:14 PM

    kekekeke~*…
    uhmm… bagusss bget…
    akku suka sama jlan critanya..
    kereeeenn..🙂

     
  5. heevitator

    August 18, 2011 at 9:09 PM

    kirain chulie jadi playboy beneran haha
    chukae jadi ama kyu akhirnyaaaaa \(‘o’)/

     
  6. hana

    September 16, 2011 at 10:33 AM

    gyaaa…ternyata kyu sma chaeri cma pura-pura

     
  7. HaeJin

    November 4, 2011 at 12:14 AM

    Reader baru…. salam kenal author ^^
    bisa ajarin aku buat fanfiction author baru ku? kekeke~, aku mohon!
    *bermohon dihadapan author*

     
    • diyawonnie

      November 12, 2011 at 10:15 PM

      ajarin? apanya yg mesti diajarin? *bingung

       
    • Kyuhyun Anae

      December 2, 2011 at 5:53 PM

      yang penting punya kemauan dan ide yang unik, pasti bisa bikin FF yang bagus, jangan lupa mampir ke blogku ya chingu

       
  8. Kyuhyun Anae

    December 2, 2011 at 5:51 PM

    keren… keren.. keren.. jangan lupa mampir ke blogku ya chingu..

     
  9. Phietdarla

    December 22, 2011 at 8:20 AM

    Good story🙂
    ak kira bakal jadinya sm heechul🙂

     
  10. Azzahra Donghae Lee

    May 11, 2012 at 11:01 PM

    Eonnie kereeeeen..
    Eon,kapan kapan bikin FF bareng yuk.
    Mianhae,I’m new here.
    Aku zahra,umurku masih 12 tahun.
    Aku sukaaaaaa banget sama yesung,unyuk,umin,kangin,sama donghae.
    Maap,mau kenalaaaan..
    Hehe..jebal..

     
  11. rizkyani amelia

    July 16, 2012 at 1:14 PM

    keren ff nya chingu =D ,nama fb chingu apa??

     
  12. saranghaeWookie

    August 24, 2012 at 10:15 PM

    mantep.
    so sweet ff.a
    =D
    (Y)
    like it

     
  13. annisa ifmawati (@chaIfma21)

    August 29, 2012 at 6:57 PM

    keren.. keren.. keren =D

     
  14. Sinta chu~

    February 6, 2013 at 6:07 PM

    Ff nya daebak !!

     
  15. ratri

    August 2, 2013 at 8:30 PM

    So sweet sekalii!! Suka banget sama endingnya!! Kirain nanti bakalan sama heechul oppa🙂

     
  16. nurul noi

    August 21, 2013 at 5:43 PM

    Great story

     
  17. esakodok

    December 30, 2014 at 11:01 AM

    argh…keren bgttt…feel anak mudanya kerasaaa

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: