RSS

Super Junior Fanfiction: “Get Married Spesial Story 1 ~ The Melody~”

25 Sep

Aku Kim Ki Young, salah seorang member girls band SRBF yang lagi tenar-tenarnya di jagat musik K-pop. Selain itu aku juga aktif di drama, ku akui kemampuan beraktingku lebih bagus ketimbang bernyanyi dan juga ke populeran ku di dunia drama lebih tinggi ketimbang di dunia tarik suara. Tapi, kebanyakan orang juga lebih mengenalku karena gossip-gossip yang mengitariku. Gossip terakhir yang paling heboh saat aku diberitakan menghabiskan liburan musim panas berdua saja dengan seorang penyanyi, Jung Jinwoon. Gossip bodoh, aku masih anak SMA tidak mungkin  menghabiskan waktu berdua saja dengan seorang pria. Walau sebenarnya aku dan Jinwoon memang pernah berkencan, tapi kami hanya berkencan selama satu bulan setelah itu putus.

Akan kukatakan salah satu hal lagi tentang diriku, aku benci sekolah. Sangat benci. Dengan statusku sebagai selebritis pergi ke sekolah sama saja seperti pergi ke neraka. Aku tidak suka mengenakan pakaian yang bermotif atau bercorak sama dengan orang lain. Itu salah satu alasanku benci ke sekolah, aku tidak suka mengenakan seragam. Tapi sayangnya tidak ada sekolah yang membiarkan muridnya berpakaian bebas dan bila ada, aku tidak suka dengan persyaratan lainnya. Alasan kedua, aku tidak suka dengan pandangan teman-teman, guru maupun warga sekolah yang lain saat melihatku. Mereka bersikap sok baik di depanku tetapi dibelakang menusuk. Selama di sekolah menengah atas, aku sudah tiga kali berganti sekolah gara-gara masalah itu.

Sekarang di sekolah baruku, aku harus bisa menyesuaikan diri lagi. Tapi aku tidak terbiasa. Dengan jadwal syutingku yang padat belum lagi kegiatan promosi album terbaru sementara aku masih harus pergi ke sekolah. Gadis mana yang bisa tahan dengan aktifitas yang menumpuk seperti itu. Belum lagi harus meladeni teman-teman baruku yang berebutan untuk memotretku dan meminta tanda tangan. Aku sangat lelah. Tidak heran saat sepulang sekolah, bukannya langsung meminta managerku untuk menjemput tetapi aku malah tertidur, tertidur di belakang sekolah tepatnya di samping bak sampah. Bukannya tidak ada alasan aku tertidur di tempat itu. Itu karena ada salah seorang siswa yang mengejarku untuk membantunya memberikan bingkisan untuk salah seorang member SRBF yang jadi idolanya sehingga aku memutuskan bersembunyi darinya, karena jujur kukatakan aku tidak suka dititipi sesuatu.

Dan dihari itu, dihari pertama ku di sekolah ini, aku bertemu dengannya.

“Hei,…” sapa pria itu sambil menepuk pundak ku. “Hei,…agasshi, jangan tidur disini,” sapanya lagi,“Agasshi-ya, kau tidak mati kan? Ayo bangun jangan tidur disini, disini kotor,” kali ini pria itu membangunkan ku sambil menepuk pipiku. Aku yang akhirnya terbangun cukup terkejut dengan yang dilakukannya

“Oh, apa yang kaulakukan?” tanya ku sambil mencoba berdiri dan membetulkan pakaian dan rambutku yang berantakan gara-gara tidurku tadi.

“Aku tak melakukan apapun, aku hanya mau membuang sampah dan kulihat kau tidur di samping bak sampah ini. Kau tak apa-apa ‘kan? Kau tak habis dikerjain ‘kan?” tanyanya yang tampak cemas sehingga membuatku tertawa.

“Ke-kenapa malah tertawa? Tak ada yang lucu tuh,” dengusnya yang merasa sedang ku ejek.

“Oh, maaf. Terima kasih sudah membangunkanku, aku tak apa-apa. Tidak sedang dikerjai, hanya merasa lelah,” jelasku.

“Baguslah, klo begitu aku pergi,”

“Tunggu!”

“Ada apa?” tanyanya, dia mulai kesal.

“Maaf, maukah kau menemaniku disini sebentar?”pintaku.

“Jhwesong hamnida. Aku ada rapat klub jadi harus bergegas,” tolaknya sambil meninggalkanku, dia membungkukkan tubuhnya memohon maaf.

“Tampaknya dia tidak mengenaliku, pria yang polos,” kata ku sambil tersenyum simpul. Kemudian aku mengambil Hp ku untuk menelpon seseorang, “Aku tidak bisa syuting hari ini,  tak enak badan. Manager Ma, jemput aku sekarang,” kata ku itu sambil tetap memperhatikan pria tadi yang sedang berlari-lari kecil dan semakin menjauh dariku.

@@@@@

Cho Kyuhyun. Sekarang aku sudah tau nama pria itu. Dia adalah sunbae ku. Pria yang menurutku sangat polos. Awalnya kukira dia hanya pura-pura tidak mengenalku. Tetapi ternyata sungguhan, dia tidak tau kalau aku ini seorang selebritis. Karena ada dia di sekolah, aku jadi semangat untuk pergi ke sekolah, aku sangat suka memperhatikan dirinya walau sepertinya dia tidak menyadarinya. Sangat ingin mendekatinya, tetapi sungkan karena itu bukan hal yang biasa bagiku. Aku memutar otak ku agar bisa dekat dengannya dan akhirnya aku mendapatkan ide. Tenyata ada gunanya nilai-nilai ku yang jeblok dalam pelajaran. Dengan alasan itu aku meminta pada wali kelasku untuk mencarikan ku seorang tutor dan yang ku ingin kan menjadi tutor ku itu adalah Cho Kyuhyun.

Aku senang sekali saat mengetahui Kyuhyun mau menjadi tutor ku dan yang lebih menyenangkan lagi saat dia mengajak ku untuk bergabung dengan klub teater yang di ikutinya. Sebenarnya tadi saat jam istirahat ada seorang gadis juga yang mengajak ku untuk bergabung dengan klub itu, tetapi tidak kutanggapi sehingga saat aku dengan mendadak datang ke ruangan klub, kulihat gadis yang mengajak ku itu terkejut.

Melihat ekspresi anggota klub yang lain, aku sadar. Posisiku sebagai artis memang dimanfaatkan oleh mereka untuk publikasi gratis pergelaran yang akan diadakan klub ini. Tapi tak apalah, memang itu yang selalu terjadi. Jarang ada orang yang mau dengan tulus berteman denganku. Aku tidak peduli dengan yang lain yang penting aku bisa bersama dengan Kyuhyun.

@@@@@

Dia tidak tampan, tapi entah kenapa berada didekatnya membuat jantungku berdetak tak karuan. Hanya melihat dia saja sudah membuat ku salah tingkah. Cho Kyuhyun dengan sukses membuat ku di mabuk kepayang. Apalagi setelah kami menjadi dekat karena dia selalu mengajariku setiap hari sepulang sekolah, jika tak ada jadwal syuting.

“Coba kau selesaikan soal pertidaksamaan ini, gunakan saja cara yang ku ajarkan tadi,” serunya padaku sambil menyerahkan kertas bertuliskan soal matematika yang ditulisnya sendiri.

Perintahnya itu membuyarkan lamunanku terhadapnya. Aku tidak memperhatikan saat dia menjelaskan tadi. Aku terlanjur terbuai saat mendengar suaranya. Jadi tidak bisa berkonsentrasi  sehingga tidak bisa mengerjakan satupun soal yang diberikannya.

“Kau masih kesulitan ya?” tanyanya yang ku jawab dengan anggukan.

“Hari ini aku tidak mood untuk belajar,” sahutku.

“Harusnya kau bilang. Jadi aku tak perlu kemari dan kau bisa beristirahat.”

“Aniya, aku mau kau datang. Aku butuh teman berbicara.”

“Memangnya kau ada masalah ya?” tanyanya lagi.

“Aku butuh refreshing. Mau menemani ku jalan-jalan? Aku ingin menghilangkan penat di kepalaku. Oppa-ya jebal,” ujarku memohon.

“Ani..ani, aku tidak bisa,”elaknya.

“Kumohon, Kau mau aku stress lalu bunuh diri seperti artis-artis yang lain. Ayolah,” pintaku masih memohonnya.

“Baiklah. Tidak perlu mengancam seperti itu,” ujarnya menyetujui.

Kyaa~ aku senang sekali. Dia tidak sadar kalau sebenarnya aku sedang mengajaknya berkencan. Kyuhyun-oppa kau polos sekali membuatku semakin menyukaimu. Aku yakin setelah ini, kau juga akan merasakan perasaan yang sama denganku. Jangan sebut aku Kim Ki Young kalau tidak bisa menaklukanmu.

“Oppa, tunggu sebentar ya. Aku akan berdandan untuk penyamaranku. Awas kalau kau pulang diam-diam,” ancamku dan kulihat dia hanya bisa mengangguk pasrah.

@@@@@

“Oppa, kau tau? Aku tidak pernah sekalipun merasa bosan saat memandang sungai Han. Saat memandang lurus ke depan sana dan melihat air yang berarak membuat perasaan ku menjadi damai,” ujarku pada Kyuhyun saat kami duduk-duduk di tepian sungai Han.

“Kalau sedang stress, memang sangat baik melihat air. Bikin mata fresh,” sahutnya datar.

Ah~ pria ini tidak romantis sama sekali. Seharusnya dia bisa berkata lebih dari itu, apalagi disampingnya ada gadis cantik sepertiku. Dia bahkan menjaga jarak dariku. Tampaknya aku memang harus berkerja keras untuk mendapatkan hatinya. Aku lalu merapatkan duduk ku ke arahnya, aku melihat ekspresi risih diwajahnya tapi dia hanya bisa pasrah karena aku sudah memepetnya duduk sampai pinggir kursi.

“Oppa, maaf membuat mu jadi tidak nyaman.”

“Ah? Tidak, aku baik-baik saja. Tapi, bisakah kau untuk menjauh sedikit, aku kesempitan.”

“Oppa, aku merapatimu karena ada alasannya. Aku ingin menceritakan rahasiaku.”

“Mwo?! Untuk apa menceritakan rahasiamu? Sudahlah lebih baik kau simpan saja,” ujarnya yang membuatku semakin gemas.

“Oppa! Karena rahasia ini yang membuatku stress. Untuk apa jalan-jalan kalau masih stress. Lebih baik tadi tetap di rumah,” aku masih berusaha membujuknya agar mau mendengarkan ceritaku dan akhirnya dia hanya bisa mengangguk.

“Aku menyukaimu,”

Dia yang tampaknya mengira aku akan bercerita  panjang  langsung tersentak saat mendengar pengakuanku  sampai-sampai terjatuh dari kursi.

“Apa?” tanyanya sambil berusaha berdiri.

“Aku menyukaimu,” kataku lagi.

“Hah?”

Aigoo~ pria ini. Aku harus mengatakan berapa kali sih agar dia mengerti?

“Oppa, baiklah kukatakan lagi. Tolong dengarkan baik-baik ya,” kataku lagi berusaha  bersabar.

“Tunggu dulu. Aku mendengar ucapan mu tadi. Yang aku pertanyakan adalah kenapa kau menyukaiku? Dan jujur aku katakan. Aku sangat terkejut!” ucapnya.

“Terkejut karena aku menyukaimu?” tanyaku.

“Ne,” sahutnya.

Aku tersenyum mendengar jawaban polosnya. Aish~ menggemaskan. Aku lantas mendekatkan diriku padanya kemudian memberikan ciuman kilat dibibirnya. Membuatnya semakin terkejut.

“Ya, kenapa menciumku tiba-tiba?!” serunya sembari menyapu bibirnya dengan lengan baju. Aissh~ memangnya ciumanku tadi begitu menjijikan sampai dia perlu menghapusnya seperti itu.

“Memangnya kalau aku bilang duluan kau akan setuju? Baiklah, aku akan minta ijin dulu. Oppa, aku ingin menciummu, jadi pejamkanlah matamu dan terimalah ciuman dasyat ku! kau ingin aku bilang seperti itu ya?”

“Bukan itu maksudku!” serunya marah. “Kau gadis mengerikan!”

Jlebb~ ‘gadis yang mengerikan’ dia menyebut ku itu?! aku tidak menyangka kata-kata itu keluar dari bibir pria yang sangat kusukai saat ini. Benar-benar menusuk jantung, menampar wajah.

Setelah berkata seperti itu, dia malah pergi meninggalkanku seorang diri. Tampaknya dia marah sekali. Argh~ kenapa malah jadi seperti ini!

Aku baru saja menyatakan perasaanku. Tidak jelas ditolak atau diterima, tetapi dari ucapannya yang menyebutku ‘gadis yang mengerikan’ kurasa sudah jelas apa yang ada dipikirannya sekarang tentangku.

Ingin rasanya menangis. Aku tidak pernah ditolak seperti ini. Tetapi, tiba-tiba ada seorang pria yang mendekatiku. Memberikan selembar sapu tangan putih kemudian dia duduk di sampingku.

“Menangislah, dengan itu perasaanmu akan lebih baik” ujarnya.

Aku menoleh ke arah pria itu, mencoba melihat wajahnya. Kulihat dia sedang mengeluarkan buku catatan mini dan pulpen dari tas ranselnya. Selain tas ransel, pria itu juga membawa sebuah tas biola sehingga membuatku bertanya-tanya, siapakah dia?

“Aku bukannya ingin menangis!” seruku.

“Oh ya? Setelah kejadian tadi kau tidak menangis? Baguslah,” sahutnya sambil tersenyum tapi tanpa memandangku, dia terlihat asyik menggores-goreskan pulpennya di buku catatannya. Terlihat sedang menulis nada.

“Jadi.. k-kau tadi melihat kejadian itu ya,” ujarku menahan malu yang dijawabnya dengan anggukan. “Arghh~ memalukan sekali!”

“Ditolak itu hal yang biasa,” balasnya santai.

“Tapi tidak untuk ku!” seruku ketus.

“Memangnya siapa kau ini?” tanyanya, kali ini dihentikannya kegiatan mencatatnya dan malah memandangku.

“Kau tidak tau siapa aku? Kukira saat kau menyapaku tadi kau tau siapa aku!”

“Tidak, aku tak tau kau siapa! Memangnya itu begitu penting? Agasshi asal kau tau saja,  saat seorang pria mendekati seorang gadis yang sedang patah hati, tujuan dari pria itu antara dua, yaitu ingin mengajak gadis itu bercinta atau hanya merasa kasihan,” jelasnya.

“Mwo~? Jadi, tujuanmu yang mana?” tanyaku mulai emosi.

“Hm~ yang kedua sih, tapi kalau kau ingin yang pertama juga boleh. Aku tidak akan menolak gadis secantik dirimu,” ujarnya tersenyum nakal padaku.

“Ya! Dasar hidung belang!” seruku sambil menghadiahkan sebuah tamparan padanya.

Aku kemudian meninggalkan tempat itu. Memutuskan pulang secepatnya. Argh~ malam ini memang malam yang menyebalkan. Aku ditolak dan malah bertemu pria hidung belang. Sangat apes.

@@@@@

Esok harinya saat disekolah, tepatnya saat istirahat untuk makan siang, nasib buruk ku ternyata berlanjut. Seorang subae ku yang juga mantan ketua klub teater tempat ku bergabung untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menyerangku tanpa alasan.

“Jung Myu ra, kau gila, kau menjambakku tanpa alasan. Apa salahku?!” jerit ku yang  sedang dipegangi sunbaeku yang lain, Park Chae ri, dia mencoba menahanku untuk membalas serangan Myu ra.

Tetapi rupanya kata-kataku itu membuat Myu ra makin emosi dan berusaha menarik rambutku lagi tetapi tidak berhasil karna Chae ri mendorongku supaya menjauh dan dampaknya malah Chae ri yang menerima serangan.

“Onnie, kenapa aku juga kena,” jerit Chae ri sambil berusaha melapaskan diri dari terjangan Myu ra.

“Karna kau menyebalkan,” jerit Myu ra.

“Kau masih marah karena masalah semalam, ya sudah. Pukul saja aku cepat,” kata Chae ri sambil menarik tangan Myu ra dan menampar-namparkannya ke wajahnya. Dan kulihat Jung Myu ra menangis.

“Chae ri, mianhe,”kata Myu ra lalu memeluknya dan menangis lebih keras.

Aku benar-benar tidak bisa mengerti dengan tingkah Myu ra yang awalnya menyerangku tetapi akhirnya malah menyerang Chae ri juga. Benar-benar gadis yang aneh.

“Sebenarnya ada apa ini?” tanya Kang in keheranan. Kang in juga salah satu sunbaeku yang seangkatan dengan Myu ra dan yang ku tau dari teman-teman, dia menyimpan rasa pada Myu ra.

“Kenapa hanya meminta maaf padanya? Aku juga sudah menjambakku tanpa alasan. Kau sudah merusak rambutku!” kata ku setengah berteriak.

“Diam kau Ki Young!” seru Kang in yang membuat ku tersentak.

Yah, wajar sajalah dia membela gadis itu. Gadis yang disukainya, sementara aku? tak seorang pun yang tampaknya membelaku. Padahal aku sendiri tidak tau alasan Jung myu ra menyerangku.

“Ada apa ini?” terdengar suara berat dari seorang Seonsangnim  diikuti suara riuh dibelakangnya.

“Tidak ada apa-apa, kami sedang berlatih buat teater kami,” kata Chae ri berbohong diikuti dengan anggukan  Kang in.

“Sungguh?” tanya Seonsangnim itu tak percaya.

“Mana mungkin kami berbohong,” sahut Kang in. sementara aku tetap diam, aku tau kalau aku berbicara yang sebenarnya akan timbul masalah besar. Mana mungkin aku mau semua orang tau kalau aku terlibat perkelahian dengan teman satu sekolahku.

“Ya sudah,” Seonsangnim itupun pergi diikuti oleh anak-anak yang lain.

Mwo?! ‘Ya sudah’. Hanya itu kata-kata yang diucapkan guru itu? Semudah itu sajakah dia percaya dengan kami? OHO~ aku sadar ternyata aku memang sudah masuk di sekolah yang aneh, tak hanya muridnya yang aneh tetapi gurunya juga! Aku benar-benar tidak percaya dengan rasa percaya yang sangat mudah diberikan guru itu pada kami! HALLO~ harusnya bapak menyelidiki dan menginterogasi kami! Membawa kami ke ruang guru untuk ditanyai, kenapa malah dengan mudahnya saja percaya kalau kami sedang berakting?! Aku bingung…tapi, sudahlah. Mungkin sebenarnya justru ini hal yang bagus.

Kami pun menarik nafas lega setelah mereka pergi. Tetapi tidak semuanya pergi karena kulihat Kyuhyun datang mendekati kami.

“Sebenarnya ada apa?”tanyanya.

“Tidak usah pedulikan mereka,” sahut ku berusaha menjauhkan Kyuhyun dari teman-temannya yang ‘aneh’ itu, kemudian mengajaknya pergi ke arah belakang gedung sekolah dan memutuskan berhenti disana.

“Sebenarnya ada apa sih?” tanya Kyuhyun penasaran saat kami hanya berdua saja di belakang gedung sekolah.

“Aku juga tidak tau, dia memanggilku untuk menemuinya diatap sekolah. Saat aku tiba disana dia langsung menjambak rambutku, menyebalkan sekali!” seru ku.

“Dia tidak akan menyerangmu tanpa alasan, coba diingat kau sudah buat salah apa sama dia. aku sudah mengenalnya sangat baik”

“Mana ku tau, kau juga harusnya tau kan aku tidak mingkin memulai perkelahian.itu bisa merusak image ku, harusnya kau tadi datang dan membelaku.”

“Sudahlah, kau tidak terluka kan?” tanya Kyuhyun.

Aigo~ dia memperhatikanku. Kukira setelah kejadian semalam dia akan membenciku tapi nyatanya tidak. Tidak salah aku jatuh cinta padanya. Ah~ bahagia rasanya, sekejap aku jadi lupa kalau dia pernah mengataiku ‘gadis yang mengerikan’.

“Tadi dia sempat mencakar tanganku,” sahutku sembari memperlihatkan lenganku yang terluka akibat cakaran Myu ra

“Baiklah aku akan ke klinik dulu meminta plester,” sahutnya tapi buru-buru aku menarik tangannya, berusaha mencegahnya.

“Tidak usah, temani aku disini saja,” pinta ku. Ah~ aku suka sekali dengan perhatian ini. Sekalian saja kau ucapkan kalau kau sebenarnya juga menyukaiku dan ucapanmu yang menusuk semalam hanyalah buah dari keterkejutanmu akibat pernyatan cinta ku yang memang sangat mendadak.

“Mana bisa,nanti lukanya meninggalkan bekas, aku hanya sebentar kok.”

“Kubilang tak usah, kalau kau begini baik…a-aku akan semakin sulit melepaskan mu. Kau tau kan aku menyukaimu. Kalau kau perhatian seperti ini,kau sama saja memberiku harapan,” ujarku berusaha memancingnya tak lupa dengan sedikit acting seolah-olah akan menangis. Dapat kau Cho kyuhyun! Akan kubuat kau bertekuk lutut di kakiku dan mengemis cinta dariku si gadis yang kau sebut mengerikan.

“Itu tidak ada hubungannya,” sahutnya kemudian melepaskan tangannya yang kupegangi.“Tunggu saja disini.”

Aku berusaha mencegahnya lagi dengan cara menyusulnya tetapi kemudian kulihat dia dan Chae ri berbicara. Aku tak mendengar isi pembicaraan mereka, sepertinya mereka sedang bertengkar dan tak lama kemudian Chae ri jatuh pingsan. Aku bergegas menghampiri Kyuhyun yang terlihat panik dan berusaha membantu Chae ri.

“Ada apa dengannya?” tanyaku pada Kyuhyun yang berusaha menggendong Chae ri.

“Molla~, dia tiba-tiba saja begini,” sahut Kyuhyun. “Aku akan mengangkatnya ke klinik sekarang. Tolong bantu aku.”

Aku pun bersamanya membawa Chae ri ke klinik sekolah. Wajah Kyuhyun terlihat sangat cemas. Ah~ ternyata sifat baik nya itu ditujukannya tidak hanya untuk ku tetapi juga pada gadis lain. Tapi, sebenarnya wajar saja sih. Mereka teman sekelas dan aku tau hubungan mereka sangat dekat, sedekat anjing dan kucing. Begitulah teman-teman klub teater sering mengatai hubungan keduanya.

Ketika sampai di klinik, kulihat Kyuhyun masih terlihat panik walaupun sudah ada perawat yang mengurus gadis itu. Seharusnya dia tidak usah secemas itu pada Chae ri. Perawat bilang gadis itu hanya kurang tidur dan sedikit mabuk.

Kyuhyun akhirnya meninggalkan klinik sekolah setelah diusir oleh perawat yang menjaga karena jam pelajar sudah dimulai lagi. Aku juga sama. Luka ku malah tidak smepat di obati. Aku memaksa Kyuhyun agar mau keluar dari klinik itu karena dia terlihat sangat enggan. Aku jadi bingung, dia tidak perlu terlalu memperhatikan gadis itu. Apa mungkin karena Kyuhyun menyukai Chae ri? Tidak.. tidak.. tidak! Itu tidak boleh! Aku tidak boleh berpikiran seperti itu!

“Oppa, kau masih akan ke apartemen ku ‘kan malam ini?” tanya ku padanya sebelum kami berpisah di depan kelasku, kelas Kyuhyun ada dilantai tiga sementara aku dilantai dua.

“Ssst~ kenapa membicarakan itu disini?! Orang yang mendengar akan berpikiran yang tidak-tidak! Tentu aku akan datang. Aku professional ‘kok. Tak usah cemas,” sahutnya.

“Baguslah,” ujarku senang. Dia pun melanjutkan perjalanan ke kelasnya tetapi sebelum dia jauh aku berkata, “Oppa~ belajar yang giat ya!”

“Hey~ harusnya yang mengatakan itu aku!” balasnya.

@@@@@

“Baiklah, hari ini cukup sampai sini,” seru Kyuhyun padaku sembari menutup buku teks pelajaran fisika.

“Mwo? Kenapa secepat ini? Bukannya masih setengah jam lagi kita belajar’nya?”

“Mian, hari ini aku ingin pulang cepat.”

“Kenapa?” tanya ku lagi.

“Aku tidak bisa memberitahumu!” sahutnya pendek.

“Baiklah, kau boleh pulang! Tapi, sebelumnya aku ingin jawabanmu tentang pernyataan ku kemarin. Aku menyukaimu dan menginginkan mu menjadi kekasihku! Sekarang jawablah, bagaimana denganmu?

“Aku tidak mau menjadi kekasihmu dan aku tak memiliki perasaan special padamu! Sudah cukup ‘kan?” jawabnya tegas. Dia memberikan jawaban itu sambil tetap menatapku, benar-benar tak ada keraguan dari setiap kata yang di ucapkannya.

“Wae? Berikan aku alasan!”

Dia menghela nafasnya cukup panjang sebelum berkata, “Sudah ada seseorang yang kusukai dan aku memiliki tanggung jawab akan hidupnya.”

“MWORAGO?! Siapa gadis itu? Apa aku mengenalnya?”

“Kau tidak perlu tau! Aku akan mengatakannya saat semuanya telah siap. Tapi, tidak sekarang! Sekarang aku akan pulang. Aku sudah menuruti perkataanmu. Menjawab pertanyaanmu. Kurasa sudah cukup. Annyeong,” serunya kemudian dengan cepat berjalan kearah pintu untuk pergi dari apartemen ku.

@@@@@

Ingin menangis, tapi sungguh air mata ini sangat sulit untuk keluar. Aku memandang sungai han yang terlihat sangat dingin ditengah musim gugur ini. Baru saja aku patah hati, itu sangat menyakitkan. Aku duduk sendirian di tepian sungai han setelah tidak sanggup sendirian saja di apartemenku, di tempat cintaku ditolak.

Pikiranku kosong saat ini, tetapi kemudian aku terbuai ketika mendengar sebuah melody indah yang mengalun dari gesekan biola. Aku tidak tau ini lagu apa, tapi terasa menenangkan hati ku yang sedang terluka. Sebuah alunan musik klasik yang sangat indah. Yang memainkan nya pasti sangat ahli. Aku mencari-cari asal suara itu dan kulihat seorang pria muda tengah asyik menggesek biolanya. Selain aku, ada beberapa orang yang ikut memperhatikan permainan pria itu dan ketika musik berakhir kami pun memberikan hadiah tepuk tangan yang meriah padanya.

Tak seperti orang lain yang kemudian pergi setelah pria itu memasukan biolanya ke dalam tas, aku masih tetap berdiri di dekatnya. Berharap dia mau memainkan satu lagu lagi untuk ku.

“Ya, kau gadis yang kemarin,” seru pria itu padaku.

Jinca~ aku baru sadar! Rupanya dia pria hidung belang yang menggoda ku kemaren. Aissh~ bodohnya aku.Harusnya aku pergi saja seperti yang lain. Aku lalu membalik tubuhku mencoba menjauh darinya tetapi gagal. Dia berhasil menarik tanganku.

“Kau suka dengan permainanku tadi?” tanyanya.

Dengan pasrah aku mengangguk, “Ne.”

“Mau mendengar lagi?”

Tanpa menunggu jawabanku dia lalu mengambil lagi biolanya yang sudah tersimpan dalam tas dan memainkan’nya lagi. Dia memainkan biolanya dengan sangat serius, tapi..Hey, dia sedang memainkan lagu apa sih?

“Stop..Stop..Stop!”

“Wae?” tanyanya keheranan.

“Lagu apa yang kau mainkan?”

“Temptation of Sonata dari Ivy, kau tidak tau?”

“A-aku..A-aku, Aku tau! Tapi, tak suka,” jawabku, padahal beneran tidak tau sih.

“Bukannya lagu itu sangat terkenal dan banyak yang suka? Hah~ padahal rencananya aku akan membawakan lagu itu saat filming Starking minggu depan,” ujarnya dengan wajah lesu.

“Mwo? Filming starking? Kau ini sebenarnya siapa?”

“Ohya~ aku lupa memperkenalkan diri. Aku Henry. Aku baru tinggal di korea selama satu bulan, maaf bila bahasaku agak kacau.”

“Lantas untuk apa kau ikut filming starking? Memangnya kau artis?” tanya ku lagi. Aduh~ tambah lagi deh saingan ku di dunia hiburan.

“Aku bukan artis. Aku violist, starking mengundangku karena mereka tertarik dengan bakat ku dalam bermain biola sambil poppin dance” kisahnya sambil tersenyum sumringah.

‘Ah..Ne arasseo. Jadi kau bukan orang korea rupanya. Asalmu dari mana?”

“Kanada,”

“Kyaaa~ apa kau kenal Justin bieber?” aku sangat antusias sekali dengan pertanyaan ku ini.

“Dia tetanggaku! Kami latihan poppin dance bersama,” sahutnya.

“Benarkah?” tanyaku masih tak percaya.

“Bohong kok! Haha~ nona, Kanada itu Negara yang besar. Kau boleh menanyakan itu jika aku dan Justin berasal dari Brunei atau Timor leste,” serunya kesenangan.

“Kau memang menyebalkan!” sentak ku.

Aku kesal sekali sudah dibohongi seperti itu, aku pun bergegas melepaskan tanganku dari genggamannya kemudian meninggalkannya. Tetapi belum lima meter berjalan dia sudah menyusulku dengan berlari kecil.

“Aku sudah memberitahu namaku, kalau namamu?”

Aku menghentikan langkahku dan diapun juga. Aku memandangnya kemudian menjawabnya, “Panggil saja aku Yuwe.”

“Nama lengkap mu? Nama mu tidak akan sesingkat itu ‘kan?”

“Kurasa tak perlu memberi tau nama ku yang sebenarnya!”

“Okey, tak apa. Aku akan memanggilmu Yuwe! Yuwe-chan.”

“Aku bukan orang jepang! Tak perlu ada sebutan ‘chan’ dibelakang namaku!”

“Itu panggilan sayangku padamu,” ujarnya dengan senyum nakalnya. Arggh~ menyebalkan.

“Terserahmu sajalah! Aku pergi, Annyeong!”

“Aku akan menunggumu di tempat ini besok!”

Argg~ apa sih maksudnya? Kenapa harus menunggu? Aku tidak akan ketempat ini lagi besok. Aku pun pergi meninggalkannya tanpa menjawabnya.

@@@@@

“Sudah kuduga kau pasti datang,” sambut Henry padaku dan aku hanya membalasnya dengan dengusan kesal. Arghh~ aku tidak akan datang ke tepian sungai Han lagi hari ini kalau tidak bertengkar dengan Kyuhyun di sekolah tadi.

“Tampaknya kau ada masalah?” tanyanya padaku yang hanya diam saja duduk disampingnya.

“Bagaimana kau tau?”

“Hanya menebak!” sahutnya enteng membuatku sangat kesal, tetapi kemudian dia melanjutkan, “Kau boleh menceritakan masalahmu padaku.”

“Aku bertengkar dengan pria yang sangat kusukai. Aku tidak pernah merasakan perasaan yang seperti ini, aku sungguhan menyukainya. Tetapi dia sudah memiliki seseorang dalam hidupnya. Semalam aku mengirimkan lewat email kata-kata cintaku padanya. Aku tidak ingin dia menjauhiku. Aku ingin dia bisa merasakan hal yang sama denganku. Apa aku salah melakukan itu?”

“Tidak. Kau tidak salah, dia pun belum menikah ‘kan? Jadinya kesempatan untuk bersama dengan mu juga masih ada. Orang yang sudah menikah pun bisa saja bercerai jadi yang masih berpacaran pun juga tidak akan awet selamanya,” ujarnya menasehatiku. Aku senang, rupanya dia pendengar dan pemberi nasehat yang baik.

“Henry-a, kau mirip seseorang yang sangat kukenal. Kata-kata yang dulu dia ucapkan saat aku sedang patah hati seperti ini juga sama.”

“Benarkah?! Siapa dia? kenapa tidak bersama dengan’nya?”

“Dia Jinki, Lee Jinki. Dia pelindungku. Tapi, dia sudah tiada. Meninggal akibat kecelakan mobil dua tahun lalu. Dia pergi tanpa sempat mengetahui perasaan ku padanya.”

“Maafkan aku karena telah membuatmu teringat akan hal yang menyedihkan,” sesalnya.

“Tak apa,” entah kenapa aku jadi merasa tenang setelah mencurahkan kisah ku padanya.

“Kau pasti sangat menyukai nya?”

“Sangat.. dia sangat berarti untuk ku,”

“Aku bisa menjadi penggantinya, percayalah,” janjinya padaku sembari menggenggam kedua tanganku.

“Mana bisa!” sahutku seraya melepaskan tanganku dari genggamannya, “Kita bahkan baru kenal. Lagipula aku yakin, kau tidak akan lama disini! Kau akan kembali ke negaramu setelah urusanmu disini berakhir.”

“Aku akan menetap jika kau mau!”

“Tidak mungkin, jangan memberikan aku harapan! Sudah kuduga, kau hanya mempermainkanku. Kau sama seperti yang lain! Kau tidak sama dengan Jinki-oppa, aku salah! Kau pria Hidung belang!” seruku tak mampu lagi menahan tangisanku. Setelah mengucapkan itu aku lalu berlari pulang. Aku sungguh sangat membencinya.

@@@@@

Aku melihatnya lagi setelah tiga minggu dari kejadian itu, tapi tidak secara langsung. Aku melihatnya tayangan ulang Starking yang direkam managerku karena ada dua orang member SRBF yang tampil menjadi bintang tamu saat itu. Dia tenyata sungguhan tampil di acara itu. Aku baru sadar ternyata dia sangat tampan dan yang mengejutkan bagiku saat sebelum dia menunjukan kebolehannya dalam memainkan biola, dia mengucapkan kata-kata yang tidak terduga untuk ku.

“Lagu ini kupersembahkan untuk seorang gadis. Aku tau dia pasti sangat memebenciku dan aku tau dia tidak menyukai lagu ini. Tapi yang ingin kukatakan padanya adalah yang kukatakan saat terakhir kali kita bertemu itu sungguhan. Kumohon percayalah! Aku bisa melakukan itu karena aku jatuh cinta padamu. Saat kita berjumpa pertama kali kau sudah mencuri hatiku. Saranghae Yuwe-chan.”

Setelah itu aku mendengar Kang Hodong mentertawakannya, dan kulihat wajah malu-malunya,ah~ kenapa kata-kata yang diucapkannya itu tidak di ‘cut’? Menyakitkan sekali mendengar pernyataan cinta dari orang yang bahkan tidak mengetahui nama asliku dan dinyatakan disebuah acara yang menjadi favorit negaraku.

Aku menangis setelah itu saat dia memainkan ‘Temptation of Sonata’. Dan setelah permainannya berakhir dia kembali berkata, “Aku akan menunggumu ditempat biasa kita berjumpa tanggal 12 bulan ini, aku akan menunggumu sampai pukul delapan malam. Jika kau tak datang…, aku akan kembali ke negaraku!”

Apa? Dia akan pergi? Aku segera melihat kalender, perjanjian itu ternyata hari ini. dan ini sudah pukul sembilan malam! Arggh~ entah kenapa tanpa diperintah tubuhku refleks mengambil mantel dan kemudian aku berlari keluar dari apartemenku, menumpangi taksi yang menuju tempat pertemuan kami. Aku bahkan tidak mengenakan penyamaran. Seharusnya aku sadar kalau tindakan ku ini percuma. Dia tidak akan ada disana lagi, tapi netah kenapa aku sangat ingin menemuinya.

Sesampainya di tepian sungai Han, aku berlari seperti orang gila menyusuri tepi sungai mencari tempat dia menungguku. Dan aku tidak menyangka, dia masih ada disana. Dia duduk dengan melipatkan tangan sembari mumbungkukan tubuhnya menahan hawa dingin musim gugur yang hendak berganti menjadi musim dingin.

“Henry-a Babo!” seruku mengagetkan dirinya.

Kulihat dia tersenyum kemudian menghampiriku menyisakan jarak hanya satu meter diantara kami, “Yuwe-chan kau datang!”

“Aku Kim Ki Young! Yuwe itu nama kecil ku, hanya kau dan Jinki-oppa yang memanggilku dengan nama itu!” seruku.

“Mwo? Lantas?”

“Aku sudah mengetahui perasaanmu, tapi maafkan aku! Aku masih mencintai seseorang. Kau bilang aku masih memiliki kesempatan untuk bersamanya. Jadi, aku akan memanfaatkan kesempatan itu!”

“Kau ternyata gadis yang keras kepala,” ujarnya seraya mengelus rambutku. “Berarti aku juga memiliki kesempatan, karena kau datang kemari.”

“Ne,..” aku lalu mengeluarkan kertas kecil disakuku dan pulpen yang memang sengaja kubawa kemudian menuliskan alamat email dan nomor hp ku setelah itu memberikan padanya.

“Ini?” tanyanya tak mengerti.

“Hubungi aku saat kau sudah tiba di Kanada. Sekarang pergilah!”

“Mwo? Hanya ini? Paling tidak berikan aku ciuman perpisahan. Belum tentu aku menghubungimu!”

“Aku percaya kau akan menghubungiku! Sekarang aku ingin kau kembali ke negrimu,mungkin ketika kau sudah mampu mencuri hatiku kau akan mendapatkan yang kau mau!”

Setelah itu aku bergegas pergi meninggalkannya. Aku tau hatiku sudah mulai terisi dengan dirinya, tetapi aku sadar perasaan cintaku pada Kyuhyun juga masih kuat. Aku harus memilih salah satu dan aku berpikir, aku masih ingin memperjuangkan perasaanku pada Cho Kyuhyun.

@@@@@

Aku menerima kabar mengejutkan di akhir semester sebelum pembubaran klub teater. Aku mengetahui kalau Cho Kyuhyun sudah menikah dengan Park Chaeri, teman-teman yang lain mungkin tidak percaya tetapi aku yang mendengar langsung perkataan cinta Kyuhyun pada Chaeri mau tak mau harus mempercayainya.  Henry dulu pernah bilang kalau aku masih memiliki kesempatan selama orang yang kucintai belum menikah, tetapi ternyata aku sudah tak memiliki kesempatan lagi mendapatkan Kyuhyun. Pantas saja perhatiannya pada gadis itu tampak berlebihan.

Tapi, entah kenapa hatiku tidak hancur saat mengetahui itu. Aku malah dengan cepat menerimanya. Mungkinkan ini dikarenakan Henry? Bisa jadi. Setelah dia kembali ke Kanada hubungan kami tidak terputus. Dia selalu mengontak ku setiap hari, walau hanya menanyakan apakah aku sudah makan. Aku malah merasa saat ini kami sesungguhnya sudah berkencan, hanya saja terpisahkan jarak luasnya samudra pasifik.

Kemudian di awal musim semi. Tepatnya saat aku sudah berada ditingkat dua sekolah menengahku, Henry datang. Aku sudah tidak di satu sekolah yang sama dengan Kyuhyun lagi.Aku dengan penyamaranku menjemput Henry di bandara Incheon, kemudian saat dia tiba, kuberikan pelukan dan ciuman terhangat ku untuknya, kekasihku.

Aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya. Perasaan cintaku rupanya semakin kuat secara perlahan-lahan, berbeda sekali dengan perasaan ku pada Kyuhyun yang cepat muncul dan cepat juga menghilang. Selama dia berada di korea untuk satu minggu, dihabiskan waktunya itu bersama dengan ku, sampai akhirnya ada wartawan yang memergoki kencan kami. Untuk Henry, aku tak segan mengakui hubunganku dengannya karena bagiku kebaikan yang ada didirinya sangat berbeda. Hal yang pantas untuknya di akui sebagai kekasihku, karena aku sangat mencintainya.

Aku bertahan dengan cinta jarak jauh yang kami jalani. Aku tidak kehilangan penggemar karena alasan asmaraku. Fans ku mendukung kisah cintaku sehingga tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkan dunia ke artisan. Sehingga dengan terpaksa demi karir, aku menetap di korea. Aku akan mengikutinya ke Kanada jika kami sudah menikah kelak. Itu janjiku padanya.

@@@@@

Aku tidak pernah merasakan rasa rindu yang menggebu-gebu seperti  saat ini. Aku sudah terbiasa dengan hubungan jarak jauh dengan Henry, tapi saat ini aku begitu merindukannya. Padahal saat ini aku sedang mengikuti kegiatan amal untuk anak-anak yang sedang dirawat di rumah sakit. Melihat anak-anak itu membuatku teringat pada Henry.  Aku sudah tidak sabar menantikan dia melamarku.

Aku dan Henry sudah berhubungan hampir dua tahun. Memang tidak terlalu lama, tetapi begitu indah. Aku tidak pernah menjalin kasih dengan pria manapun selama itu.

Bisa dikatakan saat ini aku sudah sangat ingin menikmati indahnya hidup berumah tangga. Ketika melihat anak-anak, rasa ingin itu semakin menjadi. Lagipula aku sudah bukan seorang siswa lagi.

Aku mengiriminya pesan, mengatakan kalau aku sedang dikelilingi anak-anak. Aku harap dia mengerti maksud ku. Tapi sayang, dia tidak membalasnya. Apa kerena masih tidur?

Aku kemudian keluar dari ruangan perawatan anak-anak, mencari mesin penjual minuman. Ternyata mesin itu ada di dekat ruang pemeriksaan kandungan. Aku sangat terkejut melihat seseorang disana. Park Chaeri. Omo~ dia rupanya sedang hamil besar. Tanpa segan kusapa dia.

“Onnie-ya, kau sedang memeriksakan kandunganmu?” sapaku.

“Ki Young! Aigoo~ aku tidak menyangka bertemu dengan mu ditempat ini! Ne, aku sedang memeriksakan kandunganku. Kau sendiri sedang apa?”

“Ada kegiatan amal. Onnie-ya, dimana Kyuhyun-oppa? Kau sepertinya sendirian?”

“Ah~ dia di Tokyo,” sahut Chaeri kulihat ada raut kesedihan diwajahnya.

“Lho? Untuk apa?”

“Dia kuliah disana, jadi seperti kau lihat aku sendiri saja. Ibuku baru saja melahirkan adik lelaki ku, jadinya tak ada yang bisa membantu.”

“Aigoo~ onnie hebat sekali.”

“Hahaha~ benarkah?”

“Sungguh, onnie bisa bertahan padahal suami onnie sedang jauh. Dalam kondisi hamil pula. Aku jadi iri,” seruku.

“Mau bagaimana lagi. Aku yang menyuruh Kyuhyun melanjutkan kuliah nya disana. Aku harus memegang perkataanku. Lagi pula, aku percaya dia. Mungkin saat ini berat, tapi itulah yang menguji kekuatan perasaan kami. Hal ini hanya sementara, kami akan bersama lagi setelah dia berhasil. Aku percaya itu!”

Aku tertunduk mendengar perkataannya. Ya, percaya. Kata-kata nya benar, lagipula aku juga yang menyuruh Henry untuk kembali ke negrinya. Akan tiba saat aku dan Henry hidup bersama. Ah~ perasaanku menjadi lebih nyaman setelah berbicara dengan Chaeri. Aku tidak bisa percaya bisa berbagi dengan orang yang dulunya saingan cintaku.

“Onnie-ya, sudah mempunyai nama untuk anak mu?”

“Ah~ aku belum mempersiapkannya,lagi pula aku belum mengetahui jenis kelaminnnya.”

“Oh ya..haha~ kalau begitu aku akan mengusulkan sebuah nama, bagaimana kalau Heehyeon? Nama itu cocok untuk pria atau wanita,”

“Baik, akan kucatat usulanmu,” serunya girang sambil mengeluarkan buku catatan.

“Aku tidak keberatan menjadi ibu baptisnya. Kalau onnie mau ‘sih,”

“Gomawoyo Ki Youngie,” sahutnya.

Setelah itu giliran pemeriksaan Chaeri tiba. Aku memutuskan untuk pergi saat itu juga untuk kembali ke ruang perawatan anak. Tetapi saat sampai disana, aku melihat seseorang sedang akan memainkan biolanya.

“Henry-a, kenapa kau ada disini?”

“Aku memutuskan akan menetap di Seoul, Ki Young-a,” sahutnya.

“Kenapa? Kenapa tak mengatakannya terlebih dulu?”

“Kejutan. Lagipula, dulu aku pernah bilang akan menetap jika kau memintaku. Tapi, rasanya itu tak perlu. Aku akan menetap tanpa perlu kau pinta. Karena aku lah yang akan memintamu. Memintamu menjadi istri dan ibu dari anak-anak ku. Kau mau mengabulkannya Yuwe-chan?”

Aku menangis mendengar perkataannya, aku tidak menyangka dia melamarku. Aku hanya bisa mengangguk menerima permintaannya.

Yah dua bulan kemudian. Di tengah salju yang membuat kota Seoul menjadi putih. Aku dan Henry menikah. Kami mengadakan upacara pernikahan kami di tepian sungai Han, tempat kami pertama kami berjumpa. Di iringi dengan jatuhnya salju putih, aku resmi menjadi istrinya dan mengikat janji sehidup semati dengannya. Saat menikah aku memutuskan untuk berhenti dari karir ke artisan ku. Tak butuh waktu lama untuk ku menjadi istri yang sempurna untuknya, setahun kemudian kami di anugrahi sepasang buah hati, Yuri dan Yumo.

Perjuangan yang panjang memang untuk sampai ke tahap itu dan tidak semua berjalan mulus. Tapi, percayalah tak ada hal buruk yang selamanya menimpa seseorang. Aku mungkin tidak mendapatkan seorang Cho Kyuhyun tetapi aku memiliki Henry. Yah, Tuhan memang selalu mempunyai rencana untuk hidup manusia. Dan inilah salah satu rencana Tuhan untuk ku.

~The End~

Chingudeul, mian kelamaan publishnya dan kalian juga jadi kelamaan bacanya dikarenakan sangat panjang untuk special story ini.

The next special Story Chaesa-Siwon,

Untuk Chaeri-Kyu udah abis ceritnya,paling cuman jadi cameo…hahaha~

I HOPE U ALL LIKE THIS

^___^

 

4 responses to “Super Junior Fanfiction: “Get Married Spesial Story 1 ~ The Melody~”

  1. dee

    September 26, 2010 at 11:56 AM

    KEREN!!!!!

     
  2. RanRan

    September 29, 2010 at 3:48 PM

    Kerendd Bngtz Chingu :DD

     
  3. maharani

    December 1, 2010 at 3:20 PM

    ehm.. keren ceritanya..
    hari ini baru baca epi 1-12 and special storynya…
    ditunggu cerita lanjutannya…

    oia, boleh kasih masukan?
    skalian tampilin dri sudut pandang kyuhyun donk
    pass dia hidup di jepang, atau special bulan madu, atau special yang lainnya..
    ahahaha..
    makasih

     
  4. Miina Kim

    June 6, 2013 at 3:31 PM

    agak sedih n ikut simpati juga setelah tau kisah Ki Young
    Jadi agak merasa bersalah waktu di main storynya aku gak suka ma dia…
    Aduh, Jinki ku disini mlaikat pelindung Ki Young yg udah meninggal….
    #lindungi aku juga, dong, Jinki….
    abaikan…

    bakal ada Siwon-Chaesa…???
    gk sabar….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: